Bandung, nirmeke.com — Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Lani (HIPMA-LANI) Kabupaten Lanny Jaya Koordinator Wilayah Bandung menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi keamanan di Kabupaten Lanny Jaya yang dinilai semakin memprihatinkan. Organisasi mahasiswa tersebut mendesak seluruh pihak untuk mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat sipil serta mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Pernyataan sikap itu disampaikan setelah HIPMA-LANI menerima berbagai informasi dan kesaksian masyarakat mengenai dugaan tindakan pemboman yang disebut berdampak terhadap warga sipil di wilayah Lanny Jaya.
Dalam keterangannya, HIPMA-LANI Korwil Bandung meminta pemerintah pusat dan pihak terkait segera menarik pasukan militer tambahan dari wilayah-wilayah sipil guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut serta menciptakan ruang aman bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya agar lebih responsif terhadap situasi yang dihadapi masyarakat dengan turun langsung ke lapangan, memastikan keselamatan warga, serta memberikan perlindungan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
HIPMA-LANI juga meminta DPR RI dan DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dengan mengambil langkah konkret, memfasilitasi dialog antarpihak, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat demi terciptanya penyelesaian yang adil dan bermartabat.
Tak hanya itu, organisasi mahasiswa asal Lanny Jaya tersebut mendorong Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lanny Jaya untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat, membangun solidaritas pemuda, serta turut mengawal penyelesaian konflik secara damai.
Mereka juga mengajak tokoh gereja, tokoh adat, Lembaga Masyarakat Adat (LMA), dan tokoh pemuda agar kembali menjalankan peran moral sebagai jembatan perdamaian serta menyuarakan kepentingan masyarakat sipil.
Dalam pernyataan tersebut, HIPMA-LANI turut mendesak adanya pembatasan aktivitas militer di kawasan permukiman warga dan memastikan setiap langkah pengamanan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan serta perlindungan hak-hak masyarakat.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah dorongan untuk membentuk tim independen guna melakukan penelusuran fakta secara terbuka dan objektif terhadap berbagai peristiwa yang menimbulkan korban di tengah masyarakat. Menurut mereka, pengungkapan kebenaran diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan yang adil.
HIPMA-LANI Korwil Bandung juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan penyelesaian damai demi terciptanya keamanan dan masa depan yang lebih baik bagi Kabupaten Lanny Jaya.
“Kami menyampaikan pernyataan sikap ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sipil serta harapan agar seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara nyata. Kami percaya bahwa perlindungan terhadap masyarakat, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta penyelesaian yang adil dan damai harus menjadi prioritas bersama,” demikian pernyataan HIPMA-LANI Korwil Bandung.
Pernyataan sikap tersebut merupakan hasil diskusi internal HIPMA-LANI Korwil Bandung berdasarkan laporan dan kesaksian masyarakat yang diterima organisasi melalui Badan Pengurus Harian (BPH) Pusat.(*)
Pewarta: Grace Amelia
