Sentani, nirmeke.com – Ketua Umum Badan Pelayanan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (PGBP), Stevanus Yan Wenda, menegaskan bahwa kepemimpinan dalam gereja adalah soal pelayanan, bukan jabatan, dalam pengukuhan Badan Pelayan Jemaat Baptis Imanuel Toladan, Kabupaten Jayapura, Minggu (29/3/2026).
Pengukuhan tersebut menetapkan Iton Kogoya sebagai Ketua Badan Pelayan Jemaat periode 2026–2030, didampingi wakil, sekretaris, bendahara, serta komisi-komisi pelayanan lainnya.
Dalam sambutannya, Stevanus menyampaikan apresiasi kepada tim formatur yang telah bekerja selama tiga bulan secara sukarela hingga menghasilkan kepemimpinan baru yang dipilih secara demokratis oleh jemaat.
“Ketika kita dipilih, itu berarti kita adalah pelayan. Kata ‘badan pelayan’ menegaskan bahwa kita ini hamba dan pesuruh jemaat Tuhan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jemaat Baptis bersifat otonom, sehingga kekuasaan tertinggi berada di tangan jemaat, bukan pada struktur di atasnya.
“Jemaat ini mau maju atau mundur, itu ada di tangan bapak ibu. Tidak bisa diintervensi dari luar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pelayan Jemaat terpilih, Iton Kogoya, menekankan bahwa pelayanan gereja harus dijalankan dengan hati yang tulus, tanpa kepentingan pribadi.
“Pelayanan ini bukan untuk mencari keuntungan seperti dalam dunia politik. Ini murni panggilan untuk melayani Tuhan dengan sukarela,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh unsur jemaat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas iman dan kinerja pelayanan, karena tanggung jawab melayani bukan hanya milik pengurus, tetapi seluruh jemaat.
Hal senada disampaikan Ketua Tim Formatur, Naratius Kiwo, yang menekankan pentingnya kerja kolektif dalam tubuh pelayanan gereja.
Ia mengungkapkan, pada periode ini juga dibentuk komisi keuangan sebagai fungsi kontrol untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana jemaat.
“Semua pelayanan harus berjalan bersama, terbuka, dan diputuskan secara kolektif agar gereja bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.
Pengukuhan ini menjadi momentum penguatan komitmen pelayanan jemaat Baptis Toladan, dengan menempatkan nilai kerendahan hati, kebersamaan, dan integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pelayanan gereja.(*)
Pewarta: Yance Wenda
