Wamena, nirmeke.com — Kota Wamena memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 pada Rabu, 10 Desember 2025, dengan nuansa kemeriahan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perayaan dimulai dengan jalan santai berhadiah, diikuti kegiatan bazar UMKM, pameran foto dan lukisan, noken fashion street, lomba olahraga, dan acara bakar batu yang digelar bersama masyarakat.
Kegiatan puncak yang dipimpin Bupati Jayawijaya Atenius Murip dan Wakil Bupati itu turut dihadiri unsur Forkompimda, pimpinan BUMN, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari tujuh kabupaten kerabat di wilayah Papua Pegunungan.
Dalam sambutannya, Bupati Atenius Murip menegaskan bahwa pembangunan di Jayawijaya terus bergerak maju setelah setahun memimpin bersama wakilnya. Prioritas pembangunan tetap berpegang pada empat tiang utama, yaitu: Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Dan Ekonomi kerakyatan.
“Hari lahir Kota Wamena bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk mengukur sejauh mana pelayanan pemerintah hadir di tengah masyarakat,” ujar Atenius. “Kami terus membenahi infrastruktur dasar, memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan, serta membuka ruang ekonomi rakyat, terutama bagi UMKM dan mama-mama Papua.”
Menurut Bupati, aktivitas ekonomi masyarakat mulai meningkat setelah berbagai fasilitas dan ruang pemasaran kreatif dibuka, termasuk dalam rangkaian HUT tahun ini.
Atenius Murip berharap usia ke-69 menjadi titik baru bagi Wamena untuk tumbuh lebih tertata dan harmonis sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat membangun kota ini bersama. Wamena harus menjadi kota Dani yang aman, nyaman, dan indah. Pembangunan tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas lembaga, gereja, tokoh adat, serta pemuda untuk menjaga persatuan sosial di tengah dinamika keamanan dan perkembangan ekonomi yang terus bergerak.
Sejumlah warga yang hadir dalam kegiatan HUT menyampaikan harapan agar pemerintah lebih memperhatikan beberapa sektor yang masih menjadi tantangan di Jayawijaya.
David Wetipo, warga Sinakma, berharap akses jalan lingkungan dan transportasi publik dapat dibenahi.
“Kami ingin jalan dalam kota lebih rapi dan aman. Dengan Wamena sebagai ibu kota provinsi, infrastrukturnya harus terus ditingkatkan.”
Sementara Maria Matuan, mama-mama penjual sayur di Pasar Jibama, berharap adanya program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami senang ada bazar dan ruang UMKM, tapi kami butuh pelatihan dan modal usaha agar mama-mama Papua bisa berkembang,” ujarnya.
Warga juga menaruh harapan besar agar stabilitas keamanan dapat terus dijaga sehingga aktivitas ekonomi dan sosial dapat berjalan tanpa gangguan.
Memasuki usia ke-69, Kota Wamena dihadapkan pada dua tantangan terbesar: menata kota sebagai pusat pemerintahan provinsi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat asli Papua di tengah perubahan sosial dan ekonomi.
Melalui momentum HUT tahun ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk menuntaskan program prioritas, sementara masyarakat berharap langkah-langkah konkret dapat segera dirasakan di tingkat kampung, distrik, hingga pusat kota.
“Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama. Itulah makna ulang tahun Wamena tahun ini,” tutup Bupati Atenius Murip.(*)
