Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Keluarga Frengki Kogoya Desak Proses Hukum Oknum TNI Kodim 1702/Jayawijaya Usai Dugaan Penyiksaan Berujung Kematian
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Keluarga Frengki Kogoya Desak Proses Hukum Oknum TNI Kodim 1702/Jayawijaya Usai Dugaan Penyiksaan Berujung Kematian
PolhukamTanah Papua

Keluarga Frengki Kogoya Desak Proses Hukum Oknum TNI Kodim 1702/Jayawijaya Usai Dugaan Penyiksaan Berujung Kematian

admin
Last updated: November 14, 2025 11:26
By
admin
Byadmin
Follow:
14 Views
8 months ago
Share
Penyiksaan dan Pembunuhan Frengki Kogoya oleh Oknum TNI: Keluarga Desak Proses Hukum Adat dan Nasional - Dok
SHARE

Wamena, nirmeke.com — Seorang warga bernama Frengki Kogoya (21) meninggal dunia di RSUD Wamena setelah mengalami penyiksaan dan penembakan oleh oknum anggota TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya. Korban menghembuskan napas terakhir pada Rabu (12/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIT.

Iklan Nirmeke

Peristiwa bermula pada Senin, 11 November 2025, sekitar pukul 07.00 WIT. Menurut keterangan saksi yang enggan disebut namanya, dua oknum anggota TNI diduga memancing korban keluar rumah dengan melempar batu. Rumah korban berada di area belakang Kodim 1702/Jayawijaya.

Saksi menyebutkan bahwa korban, yang sedang mengalami gangguan jiwa selama dua minggu terakhir, kemudian dituduh merusak tembok belakang Kodim. “Saya sempat tanya kenapa? Mereka jawab karena dia rusak tembok Kodim,” kata saksi.

Masih menurut saksi, korban dipukul sejak pagi hingga sore hari di depan keluarga dan saksi. Pada pukul 20.12 WIT, korban akhirnya dibawa ke RSUD Wamena dalam kondisi tidak berdaya. Keesokan pagi, korban dinyatakan meninggal dunia.

Keluarga Datangi Kodim 1702/JWY Minta Penjelasan dan Tanggung Jawab

Usai korban meninggal, keluarga membawa jenazah menuju Makodim 1702/Jayawijaya untuk meminta penjelasan dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak TNI.

Baca Juga:  Komitmen Deklarasi Kota DANI Harus Menjadi Nyata di Wamena

Identitas korban: Nama: Frengki Kogoya, TTL: Wamena, 03 April 2004, Alamat: Wiringgambut, Agama: Kristen, Status: Belum kawin.

Keluarga menegaskan agar proses hukum dilakukan secara hukum nasional dan hukum adat, serta meminta Kodim bertanggung jawab penuh atas kematian Frengki.

Keluarga korban menegaskan bahwa mereka akan mengawal proses hukum sampai tuntas.

“Kami tidak mau kasus ini hilang. Anak kami mati di tangan negara, jadi negara harus proses pelaku. Adat juga harus bicara.”

Mereka meminta agar proses penyelidikan melibatkan lembaga independen dan memastikan tidak ada upaya melindungi pelaku.

Dandim: “Saya Bertanggung Jawab, Pelaku Akan Diproses Hukum”

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Arh Reza Ch. A. Mamoribo, S.E., M.Han, menemui keluarga korban dan menyampaikan permintaan maaf serta komitmen untuk memproses pelaku.

“Saya panggil anggota yang bersangkutan, saya tanya: ko betul tembak? Dia jawab: benar, pakai senapan angin. Senjata sudah saya amankan dan saya bertanggung jawab atas jenazah ini.” ujar Dandim di hadapan keluarga.

Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut bertentangan dengan perintah dan disiplin prajurit.

“Saya sudah bilang jangan menakuti masyarakat. Kita jaga hubungan baik, bukan pukul-pukul masyarakat sampai mati. Saya sedih dengan perilaku prajurit saya.”

Baca Juga:  Pemilik Hak Ulayat Tolak Politisasi Isu Lahan Kantor Gubernur Papua Pegunungan Dalam Kursi DPRK

Dandim memastikan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke atasan dan menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan.

“Ini negara hukum. Silakan keluarga kawal proses hukum. Kita tidak pakai hukum rimba. Hukum adat dan hukum nasional akan dijalankan. Kodim bertanggung jawab.”

Ia juga menegaskan bahwa senjata tidak boleh digunakan untuk menyakiti masyarakat.

“Senjata itu untuk melindungi masyarakat, bukan untuk membunuh.”

Pola kekerasan berulang di Papua

Kematian Frengki Kogoya menambah daftar panjang dugaan penyiksaan dan excessive force oleh aparat di Papua. Beberapa organisasi HAM sebelumnya telah mencatat adanya pola kekerasan terhadap warga sipil yang dianggap “mengganggu keamanan”.

Dalam konteks HAM internasional, tindakan memukul, menyiksa, dan menembak warga sipil — apalagi dalam kondisi memiliki disabilitas mental — merupakan pelanggaran serius yang harus mendapat penanganan transparan dan independen.

Seorang tokoh gereja Wamena menilai kasus ini mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan.

“Kalau orang sakit jiwa saja dipukul sampai mati, bagaimana dengan warga lain? Negara harus hadir dengan keadilan, bukan kekerasan,” ujarnya. (*)

Pewarta: Grace Amelia

Related

You Might Also Like

Walhi Papua Kritik Sikap Uskup Mandagi yang tidak Menerapkan Laudato Si’ kepada Umatnya

MRP Papua Pegunungan Usulkan Frans Pigome Jadi Presiden PT Freeport Indonesia

Dukung Generasi Penerus, Anggota DPRP Onias Wenda Bantu Mahasiswa Lanny Jaya di Jayapura

Langgar PP 106/2021, Seleksi DPRK Yalimo Dinyatakan Cacat Hukum

OMK Wilayah I Paroki KTD Yiwika Akan Gelar Seminar dan Natal Tahun 2024

TAGGED:Penyiksaan dan Pembunuhan Frengki Kogoya oleh Oknum TNITNI Kodim 1702/Jayawijaya

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Asosiasi Pilot Papua Pegunungan Desak Perda dan Dukungan Nyata: “Stop Jadikan Anak Papua Penonton di Tanah Sendiri”
Next Article Pemkab Jayawijaya Apresiasi Dokter Senior dan Tenaga Kesehatan Berprestasi di Hari Kesehatan Nasional
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Pra Festival Budaya Lembah Baliem Siap Digelar, 12 Objek Wisata Sajikan Budaya Asli Hubula
Pariwisata Seni & Budaya Tanah Papua
2 days ago
DPR Papua Tengah Didesak Bentuk Tim Investigasi Intan Jaya
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Konferensi VIII PGBP Wilayah Wamena Dibuka, Fokus Perkuat Pelayanan dan Siapkan Generasi Muda Papua
Papua Pegunungan
3 days ago
Pemuda Papua Pegunungan Kritik Bobon Santoso: Jangan Jadikan Kami Objek Konten
Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Baca juga
Siaran PersTanah Papua

Sikap Gerakan Pemuda WIO Terkait Pro Kontra Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur

2 years ago
Tanah Papua

Video Pemukulan Mahasiswa Papua Oleh Ormas Reaksioner NTT Mendapat Kecaman dari Masyarakat Papua

3 years ago
Seni & BudayaTanah Papua

Festival Budaya Lanny Jaya ke-4 Digelar, Bupati Aletinus: Mari Jaga Budaya dan Bahasa Daerah

12 months ago
Tanah Papua

KNPB Yalimu Rayakan HUT ke-14, Teguhkan Perjuangan Penentuan Nasib Sendiri

1 year ago
HeadlinePendidikanTanah Papua

Sekolah Adat Hugula Akan Dibuka di Kampung Yogonima, Papua Pegunungan

1 year ago
NasionalPapua Tengah

Lis Tabuni Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Ikatan Keluarga Lani di Nabire

5 months ago
LingkunganTanah Papua

Jelang Sinode 2026, Umat Katolik Tanam Pohon dan Kebun Sinode di Wesaput

12 months ago
Tanah Papua

Wakil Bupati Yahukimo Pimpin Apel Pagi, Tegaskan ASN Prioritaskan Pelayanan Publik

11 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?