Pronggoli, nirmeke.com — Bencana tanah longsor melanda Distrik Pronggoli, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, sejak 18 hingga 22 Februari 2026 akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.
Hingga kini, longsor susulan masih terjadi di sejumlah titik dan kondisi di lapangan belum sepenuhnya stabil.
Data Sementara Kerusakan
Berdasarkan pendataan awal, sedikitnya 91 unit bangunan terdampak langsung oleh bencana tersebut. Rinciannya meliputi enam unit honai laki-laki, 73 unit honai perempuan, dua unit rumah seng yang difungsikan sebagai balai desa, serta 10 unit rumah seng milik warga dalam kondisi miring dan sebagian ambruk.

Selain kerusakan bangunan, dua ekor ternak berhasil diselamatkan, sementara jumlah ternak lainnya yang terdampak belum dapat dipastikan karena lokasi masih rawan longsor susulan. Kerugian material berupa harta benda warga juga belum dapat dihitung secara menyeluruh.
Warga Mengungsi di Gereja
Warga terdampak saat ini mengungsi di Gereja Sion Pronggoli yang dijadikan lokasi penampungan darurat. Para pengungsi membutuhkan bantuan bahan makanan, selimut, obat-obatan, tenda terpal, serta perlengkapan dasar lainnya.
Kepala Distrik Pronggoli telah membentuk dan mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana sebagai pusat koordinasi penanganan darurat di wilayah tersebut. Posko bertugas melakukan pendataan, koordinasi bantuan, serta pemantauan perkembangan situasi.
Selain itu, mahasiswa dan pelajar setempat membuka posko di Kompleks Wesama, Pronggoli. Mahasiswa asal Distrik Pronggoli yang tergabung dalam PROPILPON di Jayapura juga berencana menggalang dana kemanusiaan di kota studi mereka.
Belum Ada Bantuan Tersalurkan
Perwakilan tetua adat dari dua kampung terdampak, Mianus Kabak, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada bantuan yang disalurkan langsung kepada masyarakat Sibikma dan Pronggoli.
Ia diutus untuk membawa informasi ke Wamena agar disampaikan kepada pelajar, mahasiswa, serta Pemerintah Kabupaten Yahukimo guna mendorong percepatan bantuan.
Mianus juga menyebut longsor susulan masih terjadi di beberapa titik. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Longsor terjadi pada sore hari sebelum gelap, sehingga warga, khususnya ibu-ibu dan anak-anak, dapat segera dievakuasi setelah terdengar teriakan dari salah satu honai perempuan.
Pemerintah dan berbagai pihak diharapkan segera menyalurkan bantuan darurat mengingat kondisi pengungsi yang membutuhkan penanganan segera.(*)
Laporan Warga
