Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Perempuan Genyem Yang Tanguh
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Perempuan Genyem Yang Tanguh
ArtikelPerempuan & Anak

Perempuan Genyem Yang Tanguh

admin
Last updated: March 11, 2024 03:13
By
admin
Byadmin
Follow:
2k Views
2 years ago
Share
Masyarakat Adat Namblong Grime Nawa - Dok
SHARE

Oleh: Ambrosius Mulait

Iklan Nirmeke

Setelah menyimak beberapa hari beredarnya Video, foto Pembunuhan Daud Bano di bezum Genyem Papua. Korban Daud Bano meninggal akibat dibunuh oleh anggota TNI dengan Gorok lehernya Di jalan trans karya Bumi Besum 1 Januari 2024.

Melihat kematian DB Warga Melakukan Protes dengan membakar, rumah warga mendesak warga trans meninggal Tanah Adat mereka selain, mendesak pelaku TNI untuk proses hukuman Mati.

Situasi ini mengangatkan saya sosok Perempuan-Perempuan Genyem yang secara gigih memperjuangkan Harkat & martabat mereka dengan cara-cara damai dan dokumentasi dan Advokasi secara Kontinu.

Mereka adalah mama Rosita Tecuari, Regina Bay dan Zusan Griapon, mereka punya mimpi besar membangun gerakan orang-orang di Genyem selain advokasi atas penyelamatan  hutan dan Tanah adat,  dan membangun pendidikan alternatif mengajar anak-anak dinamblong lainnya.

Pada 26 Desember 2023 Kita kehilanggan sosok Zusan Griapon beberapa hari kemudian disusul berita duka Bapak Matias Sawa Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Namblong meninggalkan kita semua, mereka orang-orang hebat yang konsisten mempertankan hak-hak mereka dari kerakusan Negara atas nama Kesejateran.

Tanah dan hutan mereka dicaplok Oleh Pemerintah indonesia melalui Sukarno yang mengirikan transmigrasi besar-besar di Papua pada 1962. salah satunya Tanah adat milik orang Genyem di Lembah Grimenawa, Pada 1973/1974 daerah interland yang diperuntukkan buat pengembangan pertanian, perkebunan dan peternakan, tanah mereka dicaplok tanpa ada proses hukum, ganti rugi yang jelas  diambil, dicuri secara semena-mena oleh rezim Sukarno lalu dikasih ke orang-orang Trans untuk ditempatinya.

Baca Juga:  Norfince Boma, Mutiara Dari Papua

Tantangan  dan Ancaman lain yang dihadapi masyarakat adat adalah Ekspansi perusahaan perkebunan sawit di Tanah Papua seolah tak terbendung. negara melalui perusahaan PT Permata Nusa Mandiri (PNM) yang bahkan perizinannya sudah dicabut, tetap nekat membabat hutan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat adat Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Expansi itu terlihat ketika Perusahaan PNM menghancurkan hutan adat  Namblong seluas 32.000 hektare, sebelumnya masyarakat adat mendesak Bupati Jayapura  Mathius Awoitauw segera mencabut SK Bupati Jayapura No.2/3/2011 tentang Izin Lokasi seluas 32.000 hektare dan SK Bupati Jayapura No. 62/2014 tentang Izin Lingkungan kepada perusahaan PT PNM yang beroperasi di wilayah Grime dan Nawa , meliputi Distrik Unurum Guay, Nimbokrang, Nimboran, Kemtuk Gresi dan Distrik Kemtuk.

Semua kebutuhan makanan yang penuh protein tersedia di hutan, (alam) Dulu mereka bisa lihat  babi hutan, kuskus dan burung Cendrawasih lainnya di kampung halaman mereka, setelah hutan dibabat atas nama proyek investasi burung Cendrawasih, kasuwari, kuskus, babi hutan itu sudah menjauh dari lingkungan, rumah mereka, padahal dulu mereka bisa lihat di sekitaran lingkungan rumah.

Baca Juga:  KNPB Desak Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Dua IRT di Yahukimo Diusut

Dari sini kita bisa ketahui Mereka tidak butuh apa-apa dari Jakarta, justru Jakarta lah yang butuh kekayaan mereka, tapi jakarta tidak pernah menjelaskan ini soal penjajahan pangan pencaplokan kekayaan orang Lembah Grime Nawa umumnya West Papua.

Perjuangan hak-haknya  walaupun banyak ancaman dari negara melalui aparatnya mereka berdiri teguh  Lawan dengan cara damai melakukan advokasi secara nasional maupun internasional atas tanah dan hutan adat yang dicaplok oleh pemerintah Indonesia.

Tidak hanya itu nyawa mereka juga menjadi tumbal dan ancaman dari korporasi kapital lebih tepatnya *Binatang Ekonomi* Melalui Pemerintah, Konsistensi mereka  dalam melawan ketidakadilan tidak dengan menjual kata-kata atau harga diri ke jakarta, yang mengemis atas nama orang Papua yang selama ini di praktekkan pejabat lokal, Politik, dan dosen oportunis lainnya.

Apa yang terjadi terhadap Daud Bano adalah akumulasi kapital dan penjajahan indonesia di Papua yang diperaktekkan melalui Aparat dengan cara membunuh manusia dan mencaplok SDA-nya, mereka sudah sejak lama muak dengan perlakuan semena-mena ini.

Cerita Perempuan Genyem yang punya relasi atas hutan & Tanah selain membesarkan nama Besar Lembah Grime Nawa. (*)

)* Mantan Tapol Rasisme Papua

Related

You Might Also Like

Gelar Ibadah HUT IPSK Ke I, Perempuan Ketengban Pegubin Harus Maju

Mengenang 12 Tahun Kepergian Agus Alua (1960-2011)

Perempuan Bokondini Kecam Penembakan Warga Sipil, Sebut Pendekatan Keamanan Gagal Lindungi Masyarakat

Perempuan Lani dan Tali atau Cawat

Sang Sejarawan Gereja Katolik Dan Martir Bagi Generasi Manusia Papua

TAGGED:Dewan Adat Suku (DAS) NamblongHutan Adat  NamblongLembah Grime NawaPerempuan Genyem Yang Tanguh

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pemerintah Kehilangan Kendali Atasi Konflik Horizontal Dalam Pesta Demokrasi di Papua Pegunungan
Next Article FPD Yahukimo Serahkan Laporan Pelanggaran Pemilu ke Bawaslu dan KPU Provinsi Papua Pegunungan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
19 hours ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
ArtikelSeni & Budaya

Cinta di Balik Rambut Panjang Lelaki Papua

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

Perempuan Papua Dalam Perjuangan

2 years ago
Perempuan & AnakTanah Papua

Ketua TP PKK Kabupaten Yahukimo Resmi Menutup Kegiatan Lomba HKG ke-53

8 months ago
Artikel

Sa Pu Kaka Adalah Sa Pu Guru

3 years ago
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPena Papua

Rasisme di Lapangan Hijau: Luka Lama Kolonialisme Indonesia atas Papua

7 months ago
ArtikelPerempuan & Anak

Film “The Women King” Kisah Nyata Dalam Perjuangan Perempuan Afrika

3 years ago
Artikel

Perjalanan Wisisi Asep Nayak

5 years ago
Artikel

Dasar Gereja Katolik di Asmat: Mengangkat Kembali Nama-Nama yang Terlupakan

8 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?