Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kembali Terjadi Kriminalisasi Advokat dan Pembela HAM Leonard Ijie di Sorong Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Kembali Terjadi Kriminalisasi Advokat dan Pembela HAM Leonard Ijie di Sorong Papua
EditorialPolhukam

Kembali Terjadi Kriminalisasi Advokat dan Pembela HAM Leonard Ijie di Sorong Papua

admin
Last updated: September 17, 2025 15:20
By
admin
Byadmin
Follow:
842 Views
3 years ago
Share
Kapolresta Sorong diminta hentikan kriminalisasi terhadap Leo Ijie, Advokat dan pembela HAM Papua - Ist
SHARE

Koalisi Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua telah meminta Kapolres Sorong untuk menghentikan proses hukum terhadap advokat hak asasi manusia Leo Ijie. Mereka memahami penuntutan ini sebagai upaya untuk mengkriminalisasi dia karena pekerjaan profesionalnya sebagai pengacara dan menekankan bahwa advokat tidak boleh menghadapi tuntutan perdata atau pidana ketika menjalankan tugas profesional mereka dengan itikad baik.

Iklan Nirmeke

Perlindungan ini diatur dalam Pasal 16 UU No. 18/2003 tentang Advokat. Mr Ijie bekerja untuk Kaki Abu Lembaga Bantuan Hukum (LBH Kaki Abu), sebuah organisasi nirlaba yang memberikan bantuan hukum kepada orang-orang yang tidak mampu membayar penasihat hukum profesional. Polisi sedang memproses Ijie sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian.

Pada 30 Mei 2023, penyidik kepolisian mulai memproses Ijie sebagai tersangka, mendakwanya dengan Pasal 45A (2) juncto Pasal 28 (2) UU No 19/2016 tentang Perubahan atas UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan/atau Pasal 156A KUHP. Penetapan Ijie sebagai tersangka tertuang dalam surat kepolisian No S.TAP/92/V/2-23/Reskrim Kepolisian Resor Sorong (Polres).

Baca Juga:  Koalisi HAM Desak Penegakan Hukum Dugaan Pungli BLT oleh Aparat di Puncak Papua

Pada 3 Januari 2022, Ijie mengkritik Kejaksaan Negeri Sorong dan Pengadilan Negeri Sorong karena mengalihkan persidangan terhadap kliennya Maikel Yaam, Amos Ky, Robianus Yaam, Maklom Same, Yakobus Worait, dan Agustinus Yaam dari Sorong ke Pengadilan Negeri Makassar. Pemindahan dilakukan tanpa sepengetahuan Pak Ijie dan rekan-rekannya. Koalisi berpendapat bahwa tindakan Ijie adalah bagian dari tugasnya sebagai advokat untuk memberikan layanan hukum di dalam dan di luar pengadilan. Mereka sejalan dengan peran advokat yang didefinisikan dalam UU Advokat No 18/2003.

Baca Juga:  Mahasiswa Puncak Se-Indonesia Desak Pengusutan Kasus Dugaan Mutilasi di Papua

Emanuel Gobay, koordinator litigasi Koalisi Hak Asasi Manusia Papua, menambahkan bahwa Leonard Ijie telah mengklarifikasi dan secara terbuka meminta maaf atas tuduhan ujaran kebencian terhadapnya sejalan dengan Pasal 39 (2) UU No. 19/2016 tentang Perubahan atas UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Koalisi berpendapat bahwa menetapkan Ijie sebagai tersangka melanggar surat edaran Kapolri SE/6/X/2015, serta Pasal 16 UU Advokat dan Pasal 11 UU No. 16/2011 tentang Bantuan Hukum.

Koalisi mendesak Kapolres Sorong untuk segera menghentikan kriminalisasi terhadap Ijie, dengan menghormati ketentuan UU Advokat dan UU Bantuan Hukum. Mereka meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia (Komnas HAM RI) untuk segera menangani upaya kriminalisasi Ijie sebagai pembela hak asasi manusia. (*)

Related

You Might Also Like

Ada 9 Julukan Kota ‘Wamena’ Yang Belum Anda Ketahui Saat Ini

Koalisi HAM Desak Penegakan Hukum Dugaan Pungli BLT oleh Aparat di Puncak Papua

LEBIH BAIK MRP DI BUBARKAN

KNPB Makassar Kecam Teror terhadap Keluarga Empat Tapol NFRPB

Tujuh Tahun, Masyarakat Nduga Dalam Intimidasi Konflik Berkepanjangan

TAGGED:Kriminalisasi Advokat dan Pembela HAM Leonard IjieLBH Kaki Abu

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak Jaya di Jayapura Gelar Kongres ke X
Next Article DPRD Jayawijaya Bakal Bertemu Pemprov Terkait Penolakan Pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Dana Otsus Papua Besar, Pengawasan Lemah, Rakyat Masih Menunggu Kesejahteraan
Artikel Catatan Aktivis Papua
22 hours ago
Jejak Sunyi Bruder Eligius Fenenteruma, OFM: Fransiskan Pertama dari Orang Asli Papua
Artikel
1 day ago
SPWP Soroti MBG di Papua, Henius: Jangan Abaikan Pendidikan dan Kesehatan
Papua Pegunungan Tanah Papua
1 day ago
16 Ton Beras untuk Warga Kondaga, Kepala Distrik Tekankan Pembagian Merata
Papua Pegunungan
1 day ago
Baca juga
Editorial

Kalau Otsus dan Pemekaran Dilanjutkan di West Papua

4 years ago
EditorialLingkungan

Cycloop Bukan untuk Digali: Menolak Tambang demi Masa Depan Papua

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Operasi Militer di Lanny Jaya, Ribuan Warga Melagi Mengungsi

11 months ago
Editorial

Mengenal Istilah Lembah Baliem

4 years ago
KerjasamaPolhukam

Masyarakat Adat Kwiyawagi Tolak Kehadiran TNI Non-Organik, Minta Presiden Tarik Pasukan

7 months ago
PolhukamTanah Papua

Polisi Bersenjata Kepung Rumah Aktivis Papua di Sorong, Suami Ditangkap Tanpa Surat Perintah

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Breaking News: Massa Boikot Jalan dan Duduki Polres Sorong Tolak Pemindahan 4 Tapol Papua ke Makassar

1 year ago
ArtikelEditorial

5 Jenis Mata Pencaharian Hidup Suku Hugula di Papua (Bagian 2)

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?