Wamena, nirmeke.com— Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengumumkan pembukaan rute penerbangan baru oleh maskapai Sriwijaya Air yang akan menghubungkan Jakarta–Makassar–Wamena–Timika dan kembali ke Jakarta.
Penerbangan perdana dijadwalkan mendarat di Bandara Wamena pada Selasa, 29 Juli 2025, dan disambut langsung oleh jajaran pemerintah daerah serta perwakilan pemerintah pusat.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, usai rapat koordinasi terbatas bersama pihak Sriwijaya Air, Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui UPBU Kelas I Wamena, serta Dinas Perhubungan Provinsi Papua Pegunungan, yang digelar di Wamena pada Senin (28/7/2025).
“Rute penerbangan dimulai dari Jakarta, lalu transit di Makassar, Wamena, Timika, dan kembali ke Jakarta melalui Makassar,” kata Bupati Atenius Murip kepada wartawan.
Menurutnya, pembukaan rute ini merupakan langkah strategis untuk mendorong konektivitas antarwilayah di Papua Pegunungan sekaligus membuka peluang ekonomi, sosial, dan pelayanan publik di wilayah pedalaman Papua.
“Besok, Selasa, kita akan menyambut Ibu Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, bersama rombongan dan pejabat utama Sriwijaya Air yang akan tiba dengan penerbangan langsung dari Jakarta menggunakan pesawat Sriwijaya Air,” tambah Murip.
Menurut Bupati, Konektivitas udara menjadi salah satu tantangan utama di wilayah pegunungan Papua. Bandara Wamena, yang menjadi salah satu simpul utama logistik dan transportasi di kawasan Papua Pegunungan, selama ini hanya dilayani oleh beberapa maskapai dengan rute terbatas, seperti Trigana Air dan Wings Air. Masuknya Sriwijaya Air diharapkan dapat meningkatkan pilihan transportasi udara, menekan harga tiket, serta mempercepat distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Sriwijaya Air, yang sempat vakum dari rute Papua setelah insiden jatuhnya pesawat SJ-182 pada awal 2021, kini mulai memulihkan operasional secara bertahap dengan membuka kembali sejumlah rute domestik. Kehadiran mereka di Wamena menandai ekspansi ke kawasan strategis yang selama ini sulit dijangkau penerbangan reguler.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya berharap rute ini dapat berjalan rutin dan berkelanjutan. Selain memperkuat hubungan antarwilayah, rute ini juga menjadi akses penting bagi distribusi logistik, evakuasi medis, serta mendukung pertumbuhan pariwisata dan UMKM lokal di Lembah Baliem dan sekitarnya. (*)
