Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Jelajah Papua| Tangma Tak Lupa Luka, Tapi Tetap Menyambut dengan Cinta
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Jendela Papua > Travel > Jelajah Papua| Tangma Tak Lupa Luka, Tapi Tetap Menyambut dengan Cinta
Travel

Jelajah Papua| Tangma Tak Lupa Luka, Tapi Tetap Menyambut dengan Cinta

admin
Last updated: July 27, 2025 03:45
By
admin
Byadmin
Follow:
7 months ago
Share
3 Min Read
Jelajah Papua di Kampung Tangma, Kurima - AP/Nirmeke
SHARE

)* Oleh: Aguz Pabika

Iklan Nirmeke

JELAJAH PAPUA 2025 — Di bawah kaki pegunungan yang membentang sunyi, sebuah kampung kecil bernama Tangma menyimpan cerita yang tak hanya menggugah mata, tetapi juga hati. Di tempat ini, perjalanan fisik berubah menjadi perjalanan batin yang menghangatkan jiwa.

Setelah sekian lama tidak melakukan perjalanan jauh, saya akhirnya kembali menapaki jalur-jalur terjal Papua yang memesona. Tujuan saya kali ini adalah Tangma—kampung yang selama ini hanya menjadi impian, namun kini telah saya pijak dengan syukur dan kekaguman yang mendalam.

Tangma bukan sekadar lanskap yang elok. Ia adalah pelukan alam yang dingin namun menyimpan hangatnya manusia. Di sana, saya disambut oleh senyum-senyum tulus: dari anak-anak kecil yang berlari menyongsong, hingga orang-orang tua yang dengan penuh hormat menjabat tangan kami. Tak ada kemewahan, tapi ada kejujuran yang membuat dada sesak—bahwa di balik wajah-wajah ramah itu, masih tertinggal jejak trauma akibat operasi militer yang pernah mengguncang kampung ini.

Baca Juga:  Komunitas Papuansphoto Berbagi Ilmu Fotografi dan Videografi Dengan Mahasiswa Deiyai di Jayapura

Beberapa bulan lalu, Tangma menjadi saksi bisu penyisiran aparat bersenjata pasca-kontak senjata antara militer Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM). Meski tak ada lagi bunyi tembakan, ketakutan belum benar-benar pergi. Tapi mereka bertahan—dengan senyum, dengan doa, dan dengan terus hidup bersama alam.

Udara di Tangma begitu menusuk kulit, tapi justru di sanalah saya merasakan kehangatan yang jarang saya temui di tempat lain. Kehidupan di kampung ini sederhana: bergantung pada hutan, ladang, dan tangan-tangan terampil yang membentuk hari-hari. Tapi justru dari kesederhanaan itulah saya belajar: bahwa hidup bukan hanya soal bertahan, tapi juga merayakan. Merayakan napas, merayakan keluarga, merayakan setiap pagi yang datang meski dengan luka yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga:  5 Hal Ini Yang Kamu Harus Tahu Sebelum Berkunjung ke Objek Wisata Owasi-owasika

“Terima kasih, Tangma,” bisik saya dalam hati. Untuk pelajaran tentang syukur, tentang keberanian, dan tentang ketulusan yang tidak dibuat-buat. Suatu saat, saya ingin kembali—bukan hanya sebagai pelintas, tapi sebagai teman yang tak ingin melupakan.

Catatan:
Tulisan ini merupakan bagian pertama dari serial “Jelajah Papua 2025”, yang merekam pengalaman penulis menjelajahi kampung-kampung di wilayah pegunungan tengah Papua. Kisah selanjutnya akan mengangkat realitas masyarakat pasca operasi militer di Tangma dan suara-suara yang jarang terdengar dari pelosok yang tersembunyi.(*)

Related

You Might Also Like

Habema: Benteng Hijau Papua yang Kian Memudar

5 Hal Ini Yang Kamu Harus Tahu Sebelum Berkunjung ke Objek Wisata Owasi-owasika

Sampah dan Owasi-owasika

Musim Owasi-owasika Sudah Dekat, Siap-siap Ajak Pasanganmu Berkunjung ke Wamena

TAGGED:Jelajah PapuaKampung TangmaKarya Anak PapuaKomunitas Papuansphoto PusatOperasi Militer di Tangma

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Penulis Buku 46 Bahasa Daerah Apresiasi DPR Papua Pegunungan Dorong Perda Perlindungan Bahasa Lokal
Next Article Sriwijaya Air Masuk Wamena, Pemerintah Harap Rute Udara Dongkrak Ekonomi dan Pelayanan Publik
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
9 hours ago
12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
2 days ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?