Wamena, nirmeke.om – Usai ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Pegunungan, Drs. Yelela Y. Witipo, M.Si menggelar rapat perdana bersama para Kepala Bagian (Kabag), Kepala Sub Bagian (Kasubag), serta staf sekretariat MRP.
Rapat tersebut bertujuan untuk mengevaluasi keaktifan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan staf, sekaligus menjadi forum tatap muka dan perkenalan resmi antara Sekretaris baru dengan jajaran sekretariat.
Dalam arahannya, Yelela menegaskan pentingnya disiplin kerja dan kehadiran ASN sebagai bentuk tanggung jawab dalam mendukung tugas-tugas kelembagaan MRP Papua Pegunungan.
“Saya meminta seluruh ASN dan staf untuk aktif, disiplin, dan bertanggung jawab. Kita harus bekerja bersama untuk mendukung kerja-kerja Lembaga MRP Papua Pegunungan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran sekretariat membangun kebersamaan dan solidaritas, serta menghindari perbedaan yang dapat menghambat kinerja internal lembaga.
“Bangun kebersamaan, jangan bangun perbedaan dalam sekretariat. Kita harus satu visi untuk melayani anggota MRP dan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Yelela meminta dukungan penuh dari staf sekretariat untuk memperkuat pelayanan kepada anggota MRP, serta mendukung kebijakan dan arah kerja pimpinan lembaga.
Ia menegaskan bahwa sekretariat memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan kelancaran kerja lembaga.
Sebagai Sekretaris baru, Yelela menyampaikan komitmennya untuk menyesuaikan diri dan membangun kerja sama yang solid bersama seluruh jajaran sekretariat.
Dalam rapat perdana tersebut, ia juga melakukan evaluasi kinerja sekretariat selama dua tahun terakhir, termasuk meninjau progres pelayanan dan tingkat keaktifan ASN.
Secara tegas, Yelela menyatakan bahwa ASN yang tidak masuk kantor selama berbulan-bulan tanpa alasan jelas akan dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan penahanan gaji, sesuai dengan petunjuk Gubernur Provinsi Papua Pegunungan.
“ASN yang tidak aktif akan kami evaluasi. Gaji bisa ditahan. Sesuai arahan Gubernur, pembayaran gaji ASN kini tidak lagi melalui rekening, tetapi secara manual, sehingga kehadiran dan kinerja akan benar-benar diperhatikan,” pungkasnya.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
