Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Opini – Buka Hati Doakan Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Opini – Buka Hati Doakan Papua
Catatan Aktivis Papua

Opini – Buka Hati Doakan Papua

admin
Last updated: September 21, 2026 17:53
By
admin
Byadmin
Follow:
436 Views
8 years ago
Share
SHARE

Oleh: Beni CF. Bame 

Iklan Nirmeke

 

Papua surga kecil yang jatuh ke bumi itulah julukan papua dari masa ke masa. jika kita melihat historis terbentuknya Palau kecil di Indonesia timur (Papua) antara dua lempeng, Pasifik dan Autralia. Fenomena alam yang terjadi memberikan satu mujizat nyata bagi orang Papua bahwa Papua itu indah dengan dihiasi alamnya.

Bicara Papua tidak saja di Indonesia melainkan dunia Internasional juga mengetahui betapa indahnya Pulau Papua yang kini muncul di pita dunia bahkan menjadi topic utama dalam pembahasan.

Jika kita bicara Papua dari masa ke masa tentu ibarat bunga mewar di taman dimana kita jaga dan rawat akan tumbuh menjadi hijau bahkan indah terlihat dengan memberikan harum semerbak filosofi ini mengambarkan bahwa seiring berjalannya waktu Papua di hantui berbagai gejolak. dulunya Papua terlihat indah kini menjadi muara persoalan Bangsa.

Hantu yang datang bukan saja satu aspek tetapi banyak aspek yang mengakibatkan wajah keindahan Papua menjadi buram. Pertanyaannya siapa  hantu itu? untuk mengguraikan secara detail setiap persoalan belum tentu habis sehingga saya coba spesifik satu persoalan yang di alami bahkan di rasakan orang Papua beberapa tahun belakangan ini.  persoalan lebih urgen adalah kemanusiaan, kini cukup tinggi di Papua dimana dunia Internasional pun ikut menyoroti Bangsa Indonesia.

Dari kejadian kemanusiaan berupa Ancaman, Teror, Penembakan, Pembunuhan, pemukulan, penculikan, Penikaman, Pemboman dan Intimidasi yang terus terjadi terhadap orang Papua semakin meningkat dan orang Papua merasa tidak ada “nilai kemanusiaan yang di junjung tinggi” oleh pemerintah Indonesia terhadap orang Papua, sebut saja intimidasi dan teror terhadap Mahasiswa Papua yang ada di luar Papua seperti di Jawa, Bali, Makasar, Surabaya, Jakarta, Kejadian tersebut  tidak manusiawi terus terjadi.

Darurat kemanusiaan terus terjadi di tengah kemajuan bangsa ini menunjukan bahwa negara tidak mampu memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Indonesia termasuk masyarakat asli Papua. Papua kini masih dalam kondisi darurat,  dara yang terus mengalir, air mata yang menetes sepanjang waktu, hidup terasa trauma dengan kejadian luar biasa, Operasi Militer yang semakin melonjak melewati ambang batas nilai kemanusiaan, negara menurunkan dan menyebarkan aparat keamanan mengelilingi rakyat sipil di tanah Papua.

Baca Juga:  Satukan Para Sarjana, Bangun Kampung

Ruang berekspresi masyarakat Papua di tutup rapat, Hal ini menunjukan Papua benar-benar darurat, lebih sadis lagi para pelaku kepentingan tersembunyi di balik layar dan mereka hanya mendorong scenario konflik kekerasan bagi masyarakat sipil di bumi cenderawasih. Konsitusi bangsa ini memang benar-benar “tumpul ke atas tajam ke bawa”.

Pemerintah pusat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) belum selesaikan persoalan kemanusiaan di Papua alasan pemerintah pusat bahwa negara ini  dihuni oleh beragam suku, agama dan ras dan tentu semua ingin mendapatkan sentuhan dari negara tetapi bagi saya yang paling penting itulah negara focus selesaikan karena akan mengakibatkan konflik baru bahkan dunia luar ikut menyoroti Papua.  

Untuk menyelesaikan persoalan Papua tidak melewati pembangunan Infrastruktur yang di kampanyekan presiden RI memang itu juga penting tetapi ada yang lebih penting lagi. Pendekatan negara untuk menyelesaikan semua persoalan Papua masih salah katakanlah pendekatan aparat keamanan yang turun mengajar di sekolah lalu foto up date, atau pembangunan pos di setiap jalan dengan berlapis.  

Papua juga di endapkan dengan masa lalu yang negara perlakukan kurang wajah sejarah ini tidak terhapuskan dari anak cucu bahkan folosofinya negara boleh ambil nyawa tetapi idelogi tidak akan mati.

Oleh karenanya orang Papua berharap presiden ke tujuh ini bisa mampu selesaikan persoalan Papua selama ini, nyatanya di kepemimpinan malah bertambah persoalan. Saya juga menghormati kebijakan atas pembangunan di Indonesia termasuk Papua, karena tidak lama lagi Papua jemput ajang PON 2020  di Papua artinya dukungan yang luar biasa dengan kepercayaan untuk pemerintah Provinsi Papua.

Baca Juga:  Dampak Legitimasi Uskup Mandagi Dan Wajah Baru Gereja Katolik Papua

Persoalan Papua Akhiri Dengan Kejujuran

Kata jujur dalam benak telinga saya belum terdengar negara sampaikan untuk tuntaskan persoalan tanah air termasuk Papua, fakta dan kebenaran sudah ada dalam sejarah.  hanya saja negara belum jujur siapa pelaku atas persoalan Papua selama ini? bagi masyarakat sudah tau siapa pelaku tersebut tetapi negara sembunyikan semua. Ini kepentingan siapa?

Oleh karena itu, kalau saya salahkan TNI/Polri yang menjadi pelaku atas semua persoalan Papua pertanyaannya siapa yang perintahkan TNI/Polri lalukan tindakan yang kurang wajar terhadap rakyat sipil di tanah papua?.  

Rakyat sipil di Papua memang di perlakukan kurang adil di negara ini, apa ada alasan lain yang negara ingin menghancurkan rakyat dan tanah Papua? Tidak ada jalan lain yang menjadi pilihan terakhir untuk menghapus seluruh pertumpahan.

Genocide di penghujung mata, belum ada kata selamatkan kemanusiaan di tanah Papua. Semua yang masuk di Papua selalu melalui aparat TNI/Porli artinya pendekatan negara selalu lewat aparat, termasuk pembangunan ekonomi contohnya jalan trans Papua yang di kerjakan bukan rakyat sipil melainkan TNI. Pendekatan ini yang  salah dan akhirnya terjadi konflik berkepanjangan setiap waktu, negara harus hentikan kekerasan dan merubah metode pendekatan aparat untuk menyelesaikan persoalan di tanah Papua.

Dengan demikian, saran saya yang pertama, negara harus jujur dan transparan untuk menyelesaikan persoalan kemanusiaan di Papua, kedua negera harus menerapkan koridor hukum tajam ke atas tumpul ke bawa artinya hukum harus melindungi rakyat bukan menindas rakyat. ketiga, negara harus hindari pendekatan melalui aparat keamanan untuk membangun Papua. Keempat, negara juga memilik strategi yang tepat dalam upaya menyelesaikan persoalan bangsa termasuk papua.  Kelima, orang Papua bersama buka hati doakan Papua. Semoga!

*Penulis adalah : Ketua Presidium PMKRI Cabang Jayapura Priode 2017-2019

Related

You Might Also Like

Putri Pemberontak Gigi Revolusi Dari Papua

Hukum Indonesia Tetap Rasis Terhadap Orang West Papua

Satukan Para Sarjana, Bangun Kampung

Saat Jalan Damai Dipasung Senjata (Sabda Minggu)

Nota Pembelaan (Pleidoi) Victor Yeimo

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article pedagang mama-mama Papua saat menjajakan jualan hasil kerajinan tangan - nirmeke/WP Produk lokal khas Papua akan jadi cendera mata PON 2020
Next Article Pemberantasan miras masih tebang pilih, korban jiwa terus meningkat
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Markus Haluk Tekankan Pentingnya Budaya, Iman, dan Literasi Digital bagi Generasi Muda
Pendidikan
2 days ago
IPMPKDPT Gelar Penerimaan Anggota Baru, Perkuat Iman Katolik dan Budaya Papua
Tanah Papua
2 days ago
KPA Lanny Jaya Edukasi Mahasiswa Mapogadi, Dorong Kesadaran dan Kepedulian terhadap HIV/AIDS
Kesehatan
3 days ago
Operasi Militer Meluas di Tolikara, Warga Sekitar Gereja Moria Diduga Ditangkap
Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis Papua

Fajar Dari Timur (Aurora ab Oriente) Benar-Benar Bersinar

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Umur itu pendek di Papua. Sementara penderitaan itu panjang

7 years ago
Catatan Aktivis Papua

HUT ke-62 Bangsa Papua : Ormas Reaksioner NTT dan Polisi serang Massa Aksi AMP dan FRI-WP di Kupang

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaKesehatan

Pentingnya Proteksi Dan Konservasi Kali Baliem Dari Pendangkalan Sampah

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaSeni & Budaya

Sean Rii, Musik Melanesia dan Irama Perlawanan

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaSiaran Pers

Hendaknya Uskup Agung Merauke Berpihak Pada Masyarakat Adat Wogikel dan Wanam

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

“Kita Cinta Papua”: Slogan Memusnahkan Orang Asli Papua

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

Hilangnya Nilai Budaya Orang Papua

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?