Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Pendidikan > Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda
Pendidikan

Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda

admin
Last updated: September 19, 2026 09:43
By
admin
Byadmin
Follow:
36 Views
1 month ago
Share
Para mahasiswa dan mahasiswi asal Tolikara mengemaskan barang-barang untuk keluar dari kontrakan lantaran belum dilakukan pembayaran, Kamis (18/9/2026) - (Foto: Istimewa)
SHARE

DENPASAR, NIRMEKE.COM – Sebanyak 26 mahasiswa asal Kabupaten Tolikara yang menempuh pendidikan di Kota Studi Bali harus meninggalkan kontrakan setelah biaya pemondokan mereka belum dibayarkan Pemerintah Kabupaten Tolikara.

Iklan Nirmeke

Para mahasiswa terdiri atas 18 putra dan 8 putri. Mereka diminta mengosongkan kontrakan pada Kamis (17/9/2026) malam setelah pemilik kontrakan memberikan toleransi selama sekitar satu bulan karena pembayaran belum diterima.

Ketua Mahasiswa Tolikara Kota Studi Bali, Alpin Penggu, mengatakan mahasiswa terpaksa mengemas seluruh barang dan meninggalkan kontrakan karena masa toleransi dari pemilik rumah telah berakhir.

“Karena sudah dikasih waktu satu bulan dan belum juga dibayar, akhirnya kami malam ini diminta segera keluar,” kata Alpin saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis malam.

Menurut dia, untuk sementara mahasiswa akan mencari tempat tinggal alternatif. Sebagian kemungkinan menumpang di kos atau kontrakan milik teman mahasiswa Papua lainnya.

“Sekarang kami sudah kemas-kemas barang semua dan akan keluar malam ini. Mungkin kami masing-masing akan pergi tinggal di teman punya kos atau mungkin di kontrakan teman-teman mahasiswa Papua yang lain,” ujarnya.

Persoalan pemondokan mahasiswa Tolikara di Bali bukan baru terjadi tahun ini. Alpin menjelaskan, dukungan Pemerintah Kabupaten Tolikara terhadap organisasi mahasiswa di Bali telah berlangsung sejak organisasi tersebut terbentuk pada 2022.

Pada tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa menerima bantuan pemondokan dengan nilai lebih dari Rp80 juta. Namun, sejak 2025, anggaran yang diterima turun menjadi Rp45 juta.

Baca Juga:  Uncen Jayapura Gelar Kuliah Umum Dan Beda Buku Aldera

Penurunan tersebut membuat mahasiswa harus mencari kontrakan yang lebih kecil agar dapat menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

“Kalau sebelumnya itu kami biasanya dikirim di atas Rp80 juta. Tapi sejak tahun kemarin, uang yang dikirim hanya Rp45 juta,” katanya.

Dengan keterbatasan tersebut, mahasiswa kemudian pindah ke kontrakan yang hanya memiliki dua kamar sejak 2025. Kondisi itu membuat tempat tinggal tidak mampu menampung seluruh mahasiswa.

“Kontrakan yang kami tinggal dari tahun 2025 sampai sekarang ini hanya dua kamar. Jadi memang tidak muat,” ujar Alpin.

Akibat keterbatasan ruang, sebagian mahasiswa selama ini harus bergantian mencari tempat tidur di kos teman maupun tempat tinggal mahasiswa Papua lainnya.

Alpin mengatakan mahasiswa telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Tolikara sejak Juli 2026 untuk mempertanyakan pencairan dana pemondokan.

Komunikasi tersebut berlanjut hingga Agustus, tetapi mahasiswa mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai waktu pembayaran.

“Dari bulan Juli itu kami komunikasi sampai Agustus, tapi belum ada respons positif, belum jelas tanggal berapa dikirim. Hanya dibilang nanti Minggu depan, lagi diupayakan, tapi sampai sekarang belum juga dikirim sampai kami diminta keluar malam ini,” katanya.

Ia menyebut pengelolaan bantuan mahasiswa sebelumnya berada pada salah satu dinas yang menangani urusan terkait. Tahun ini, menurut dia, terdapat perubahan penanganan dari pemerintah daerah.

Baca Juga:  Komunitas Wamena Empowerment Dan Deputi Kunjungi Paud Balim Aradoba

Alpin juga menyebut persoalan serupa dialami sejumlah mahasiswa Tolikara di kota studi lain, termasuk Makassar. Mereka disebut juga menghadapi persoalan pemondokan dan keterlambatan bantuan.

“Bukan di Bali saja. Kami di Bali ada, di Makassar ada beberapa. Mereka mendapatkan hal yang sama,” ujarnya.

Dalam surat terbuka yang disampaikan, mereka meminta Pemerintah Kabupaten Tolikara segera mencairkan dana pemondokan agar mahasiswa bisa kembali mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Mahasiswa juga meminta pemerintah daerah turun langsung ke Denpasar untuk melihat kondisi tempat tinggal mahasiswa sekaligus mengetahui harga sewa kontrakan secara faktual.

Mereka menilai penetapan anggaran pemondokan perlu mempertimbangkan kondisi riil biaya sewa di Bali, yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata.

“Pemerintah Kabupaten Tolikara harus bersikap realistis dalam penetapan anggaran sewa kontrakan demi kelayakan keamanan hidup mahasiswa,” demikian salah satu poin dalam surat terbuka tersebut.

Bagi mahasiswa, persoalan pemondokan bukan hanya mengenai tempat tinggal, tetapi juga keberlangsungan mereka selama menempuh pendidikan di luar Papua.

Hingga Kamis malam, mahasiswa telah mengeluarkan barang-barang dari kontrakan dan mencari tempat tinggal sementara sambil menunggu kepastian bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tolikara.(*)

Related

You Might Also Like

Mahasiswa Uncen Asal Intan Jaya Desak Pemprov Papua Tengah Bentuk Tim Penanganan Konflik

Markus Haluk Ingatkan Mahasiswa Jayawijaya Tentang Pentingnya Literasi

Mahasiswa Nduga di Jayapura Desak Pemkab Segera Cairkan Bantuan Studi 2025

Aksi Lukatok Ketiga Untuk Membangun Gereja Manusia

Ratusan Mahasiswa di Uncen Abepura Tuntut Penerimaan Dilaksanakan Secara Offline

TAGGED:Mahasiswa Tolikara di BaliPemerintah Kabupaten Tolikara

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article ASBWI Papua Pegunungan Siap Gelar Piala Pertiwi 2026
Next Article Masyarakat Adat Aikima Tolak 70 Sertifikat, Tuntut Tanah Ulayat Dikembalikan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Bupati Lanny Jaya: PGBP dan PGBWP Bersatu, Tanda-Tanda Alam Sudah Ada
Papua Pegunungan
3 days ago
Asisten III Pemkab Jayawijaya Buka Seminar, Launching Website dan MPAB HMPJ di Jayapura
Pendidikan
3 days ago
Ketua PGBP Serukan Umat Baptis Papua Hentikan Perang Suku dan Tinggalkan Panah-Parang
Papua Pegunungan
3 days ago
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Nisel Payage dan Meno Heluka Bukan Anggotanya
Polhukam Siaran Pers
3 days ago
Baca juga
LingkunganPendidikan

Pemuda Siepkosi Gelar Pemutaran Film Dokumenter untuk Bangun Kesadaran Jaga Tanah Adat

1 year ago
PendidikanSastra

Mahasiswa Ber-Literasi Melalui Demonstrasi

3 years ago
Pendidikan

Pesan Tegas Aiptu Amri: Jauhi Narkoba, Selamatkan Masa Depan!

2 years ago
PendidikanTanah Papua

Universitas Katolik Fajar Timur Papua dan Harapan Sebuah Peradaban

8 months ago
Pendidikan

Guna Menciptakan Kader Berkualitas, IMAPA Mataram Gelar LDK 

3 years ago
PendidikanSeni & BudayaTanah Papua

Pengurus Sekolah Adat Siap Gelar Festival Sekolah Adat Hugulama I Tahun 2026

1 year ago
NasionalPendidikanTanah Papua

HMPJ Peringati Hari HAM Sedunia dengan Aksi Pemasangan Lilin di Jayapura

11 months ago
Pendidikan

IPMPKDPT Tolak Status Peninjau dalam Rapim dan Musda KNPI Jayawijaya

11 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?