Jayapura, nirmeke.com – Pada hari Minggu, 23 Februari 2025, dari pukul 10:00-11:30 WIT, Suara Kaum Awam Katolik Papua menggelar aksi mingguan ke-9 untuk tahun 2025 di halaman Gereja Katolik Paroki “Gembala Baik” Abepura, Kota Jayapura, Papua.
Dalam aksi kali ini, kelompok ini meluncurkan sebuah petisi sebagai bentuk protes terhadap pernyataan kontroversial yang dikeluarkan oleh Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC.
Stenlhy Dambujai umat katolik pribumi Papua mengatakan Petisi ini juga melayangkan mosi tidak percaya kepada Uskup Mandagi atas kebijakannya yang dinilai tidak berpihak pada umat yang ia pimpin.
“Umat merasa kecewa dengan sikap Mandagi yang dianggap lebih mendukung penguasa dan perusahaan yang ingin menguasai tanah dan hutan adat milik umat, daripada membela kepentingan umat yang ia gembalakan,” ujarnya saat mengalang petisi di halaman Gereja Katolik Paroki “Gembala Baik” Abepura, Kota Jayapura, Papua.
Menurutnya, sikap Uskup Mandagi yang dinilai tidak mengikuti arahan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si, yang menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan alam, dianggap semakin memperburuk situasi umat di kampung Wogekel dan Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan.
“Pendekatan pastoral yang dibangun Mandagi dinilai tidak menyelamatkan umat, bahkan malah membawa ancaman dan malapetaka bagi mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Chris Dogopia dari Suara Kaum Awam Katolik Papua menjelaskan petisi ini dipasang di atas kain putih polos berukuran 5×1 meter, dan dihiasi dengan poster, pamflet, serta spanduk.
“Ratusan orang dengan antusias turut menandatangani kain petisi ini menggunakan spidol, dengan sebagian dari mereka mencurahkan pesan-pesan tertentu berisi keluh kesah, keprihatinan, doa, serta pergumulan umat terhadap situasi ini,” ujarnya.
Dogopia menegaskan aksi ini akan terus berlanjut dengan menggalang dukungan petisi di berbagai gereja Katolik yang tersebar di Tanah Papua, dimulai dari gereja-gereja di Kota Jayapura. Target petisi ini adalah mencapai 5000-10000 tanda tangan dari umat Katolik di Papua.
“Setelah petisi terkumpul, akan diserahkan kepada Uskup Mandagi untuk dipertimbangkan lebih lanjut,” ujarnya. (*)
Pewarta: Soleman Itlay
