Wamena, nirmeke.com — Gerai Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) mendapat kunjungan dari perwakilan Bank Indonesia (BI), Selasa (18/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas koperasi sekaligus mempelajari potensi pengembangan kerja sama antara BI dan KP3.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan BI melihat langsung kondisi Gerai KP3, mulai dari legalitas koperasi, proses pemasaran, pendapatan, tampilan gerai, produk yang dipasarkan hingga alur distribusi barang.
Perwakilan BI juga melihat aktivitas para karyawan serta berbagai komoditas yang tersedia di Gerai KP3.
Setelah melihat aktivitas gerai, perwakilan BI berdiskusi bersama Ketua KP3 Papua Pegunungan, Simson Asso, terkait kebutuhan koperasi dan peluang kerja sama ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, Simson turut menjelaskan sejumlah dokumen dan surat kelayakan koperasi yang menjadi bagian dari bahan peninjauan.
Menurut Simson, hasil kunjungan dan survei tersebut selanjutnya akan dikomunikasikan kepada pimpinan BI untuk menentukan tahapan kerja sama berikutnya.
“Ini pertama kali pihak BI datang melihat langsung aktivitas Gerai KP3. Kami berharap ini menjadi langkah awal untuk kerja sama ke depan,” kata Simson.
Dorong UMKM dan Ekonomi Lokal
Simson menilai kehadiran BI di Gerai KP3 merupakan bentuk perhatian terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Papua Pegunungan.
Ia berharap BI dapat membantu menghubungkan KP3 dengan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah sehingga rantai produksi dan pemasaran masyarakat semakin kuat.
“Kami berharap kehadiran Bank Indonesia dapat menghubungkan koperasi dengan pelaku UMKM. Ini penting supaya usaha masyarakat bisa berkembang bersama,” ujarnya.
Simson juga menjelaskan kepada pihak BI mengenai pola kerja KP3 yang selama ini berupaya membeli langsung hasil produksi masyarakat.
Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjual barang, tetapi juga menjadi penghubung antara petani dan pasar.
“Dari semua kabupaten, barang-barang kami beli langsung dari masyarakat, kemudian dikumpulkan di Gerai KP3 dan dijual kembali. Ada sayur dan buah-buahan yang juga kami kirim ke luar, sementara ikan segar kami datangkan dari luar,” jelas Simson.
KP3 Perkuat Rantai Distribusi
Menurut Simson, pola tersebut merupakan bagian dari upaya KP3 membangun sistem distribusi pangan yang lebih efisien di Papua Pegunungan.
Koperasi berupaya memperpendek rantai distribusi dengan membeli langsung dari petani, kemudian memasarkannya kembali kepada masyarakat.
Dengan pola tersebut, petani diharapkan mendapatkan akses pasar yang lebih pasti, sementara masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Simson berharap kerja sama dengan BI dapat memperkuat sistem yang sedang dibangun KP3, termasuk pengembangan UMKM, pemasaran produk lokal dan distribusi pangan antardaerah.
“Kami ingin koperasi ini benar-benar menjadi tempat masyarakat bertumbuh. Petani punya pasar, UMKM punya ruang, dan masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Diharapkan Bantu Tekan Inflasi
Simson menilai penguatan distribusi pangan lokal menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus membantu mengendalikan inflasi di Papua Pegunungan.
Menurutnya, sebagian kebutuhan masyarakat masih harus didatangkan dari luar wilayah sehingga biaya transportasi ikut memengaruhi harga barang di Wamena dan wilayah lainnya.
Karena itu, KP3 berupaya meningkatkan produksi dan distribusi komoditas lokal serta membangun jaringan perdagangan dari kabupaten-kabupaten di Papua Pegunungan.
“Kami berharap kerja sama dengan BI ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Papua Pegunungan sekaligus membantu menurunkan angka inflasi yang masih tinggi,” pungkas Simson. (Red.)*

