Wamena, nirmeke.com — Laga ekshibisi antara All Star Persiwa Wamena dan All Star Persipura Jayapura resmi membuka gelaran Liga 4 Papua Pegunungan di Stadion Pendidikan Wamena, Sabtu (14/2/2026). Pertandingan penuh nostalgia ini menjadi simbol kebangkitan sepak bola di wilayah Pegunungan Tengah setelah sekian lama vakum.
Ribuan penonton memadati stadion, menyambut para legenda yang pernah mengharumkan nama Papua di kancah nasional. Sorakan dan tepuk tangan menggema setiap kali para senior memperagakan sentuhan-sentuhan khas yang dulu menjadi kebanggaan publik.

Ketua PSSI Provinsi Papua Pegunungan, Atenius Murip, S.H., M.H., menegaskan bahwa Liga 4 bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembinaan jangka panjang.
“Kami ingin Liga 4 ini menjadi panggung lahirnya talenta-talenta baru dari Papua Pegunungan. Sepak bola adalah identitas dan kebanggaan kita. Karena itu, kompetisi ini harus dijaga dengan sportivitas dan komitmen bersama,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekretaris PSSI Provinsi Papua Pegunungan, Hesri Yohanes Purun, S.IP., menyampaikan bahwa kebangkitan Liga 4 merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat terhadap kompetisi resmi.
“Sudah lebih dari satu dekade kompetisi regional di wilayah ini vakum. Hari ini kita buktikan bahwa semangat sepak bola di Papua Pegunungan tidak pernah mati. Kami berharap 12 tim yang bertanding menjadikan momen ini sebagai awal kebangkitan,” katanya.
Ketua Legend Persipura, Kamasan Jack Komboy, memberikan pesan tegas kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik Papua.
“Kami para senior sudah membuka jalan. Sekarang adik-adik harus menjaga disiplin, hormati lawan dan wasit. Dari Liga 4 inilah pemain besar bisa lahir,” tegasnya.
Sekretaris PSSI Kabupaten Jayawijaya sekaligus mantan pemain All Star Persiwa, Fransiskus Mump, menyebut laga ekshibisi ini sebagai pengingat sejarah kejayaan sepak bola Pegunungan.
“Kami ingin generasi muda melihat bahwa Persiwa dan Persipura pernah menjadi kebanggaan. Kini saatnya mereka melanjutkan estafet itu melalui kompetisi yang sehat dan profesional,” ujarnya.

Kapten tim ekshibisi Persiwa Wamena Legend, Pieter Rumaropen, mengajak seluruh pemain muda untuk tampil tanpa beban namun penuh tanggung jawab.
“Mainlah dengan hati, tapi tetap disiplin. Jangan takut bermimpi besar,” pesannya.
Sementara itu, kapten tim ekshibisi Persipura Legend, Eduard Ivakdalam, menekankan pentingnya karakter dalam sepak bola.
“Sepak bola bukan hanya soal teknik, tapi soal mental dan karakter. Kalau mau sukses, jaga sikap dan kerja keras,” katanya.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan melalui laga pembuka ini, Liga 4 Papua Pegunungan resmi bergulir dengan diikuti 12 tim. Harapan besar pun mengiringi kompetisi ini, agar dari tanah Pegunungan Tengah kembali lahir pemain-pemain terbaik yang mampu bersaing di tingkat nasional dan mengharumkan nama Papua.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
