Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Jualan Noken Tak Tersentuh, Mama Yohana Pulang Kosong di Hari Pertama FDS XV
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Ekonomi & Bisnis > Jualan Noken Tak Tersentuh, Mama Yohana Pulang Kosong di Hari Pertama FDS XV
Ekonomi & Bisnis

Jualan Noken Tak Tersentuh, Mama Yohana Pulang Kosong di Hari Pertama FDS XV

Yance Wenda
Last updated: September 4, 2026 19:37
By
Yance Wenda
ByYance Wenda
Follow:
4 Views
3 hours ago
Share
Aktivis mama-mama penjual noken rajutan saat menjejerkan jualan mereka di sepanjang jalan masuk kalkhote, di tempat festival Danau Sentani FDS yang ke XV di gelar - (Foto: Yance Wenda/Nirmeke)
SHARE

SENTANI, NIRMEKE.COM — Di tengah kemeriahan Festival Danau Sentani (FDS) XV di Kalkhote, Kabupaten Jayapura, tidak semua orang membawa pulang hasil dari keramaian. Bagi Yohana Keya, 36 tahun, hari pertama festival justru berakhir tanpa satu pun noken terjual.

Iklan Nirmeke

Mama Yohana, ibu lima anak asal Nabire, Papua Tengah, datang bersama rombongannya menggunakan kapal laut. Mereka membawa berbagai kerajinan tangan berupa noken hasil rajutan sendiri untuk dijual selama pelaksanaan FDS XV.

Bagi Yohana, perjalanan dari Nabire ke Kabupaten Jayapura bukan sekadar mengikuti festival. Berjualan noken dari satu daerah ke daerah lain saat ada kegiatan merupakan cara yang selama ini ia lakukan untuk menghidupi keluarganya.

“Kalau saya kemarin pra-festival tidak berjualan. Saya baru mulai di pembukaan FDS kemarin. Namun masih kurang pengunjung yang berbelanja noken kerajinan yang kami buat,” kata Yohana kepada wartawan Nirmeke.com di Kalkhote, Sentani, Jumat (4/9/2026).

Di lapak sederhana miliknya, berbagai jenis noken telah disiapkan. Ada noken berbahan benang, kulit kayu hingga noken anggrek dengan harga yang bervariasi.

Noken rajutan berbahan benang dijual mulai sekitar Rp50 ribu. Sementara noken berbahan kulit kayu memiliki harga hingga sekitar Rp500 ribu. Untuk noken anggrek, harganya berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta, tergantung jenis dan ukurannya.

Yohana mengatakan, mama-mama penjual noken yang mengikuti kegiatan seperti FDS biasanya membawa stok dalam jumlah tertentu.

Baca Juga:  Hadiri Expo Kopi Papua 2023, Ini Harapan Petani Kopi Asal Pegunungan Bintang

“Noken rajutan dari benang itu kami bawa 50, kulit kayu 50 lebih, dan kalau anggrek itu untuk satu ibu dia bawa lebih dari 30 potong,” ucapnya.

Namun banyaknya kerajinan yang dibawa tidak sebanding dengan pembeli yang datang.

Menurut Yohana, kondisi FDS XV kali ini berbeda dengan festival sebelumnya. Pengunjung memang datang dan melihat-lihat, tetapi sebagian besar hanya bertanya mengenai harga kemudian berlalu.

Yohana mengaku kondisi tersebut membuat pendapatan mereka jauh berbeda dibandingkan ketika mengikuti kegiatan serupa sebelumnya.

“Kalau FDS sebelumnya itu karena orang jalan kaki dari depan banyak, jadi pembeli ada. Kami pulang juga ada berkat sedikit di tangan. Kalau sekarang ini mereka cuma tanya saja tapi lewat-lewat, karena pengunjung langsung masuk semua ke dalam tempat kegiatan FDS,” jelasnya.

Padahal, dalam satu hari ketika kondisi ramai, penjualan noken bisa menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Dalam satu hari kami bisa dapat Rp500 ribu sampai Rp1 juta, tergantung pengunjung yang datang beli. Tapi sekarang ini kemarin hari pertama saja kami pulang kosong. Kami sewa tempat untuk berjualan Rp300 ribu, belum bayar kos Rp1 juta, jadi beda sekali dengan event sebelumnya,” tutur perempuan 36 tahun tersebut.

Baca Juga:  Pemkab Lanny Jaya Teken MoU Rp6 Miliar dengan KAPP untuk Dukung UMKM Lokal

Karena itu, Yohana berharap pengunjung FDS tidak hanya menikmati rangkaian acara utama, tetapi juga menyempatkan diri mendatangi dan membeli produk kerajinan mama-mama Papua yang ikut berjualan.

“Setidaknya para tamu yang berdatangan itu diarahkan untuk mengunjungi setiap stan milik kami, mama-mama Papua, sesuai dengan tema tahun ini,” ujarnya.

Bagi Yohana, menjual noken bukan sekadar aktivitas ekonomi. Hasil penjualan menjadi sumber untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk biaya sekolah anak-anaknya.

Sehari-hari ia berjualan noken di Nabire. Ketika ada festival atau kegiatan besar di daerah lain, ia bersama rombongan berpindah dari satu kota ke kota lainnya untuk mencari pembeli.

“Saya biasa berjualan di Nabire dan kalau ada kegiatan seperti ini kami rombongan biasa jalan dari kota ke kota lain. Hasil dari jualan ini saya pakai untuk makan, minum dan biaya sekolah anak,” ucapnya.

Di balik ramainya Festival Danau Sentani XV, kisah Mama Yohana menjadi gambaran lain tentang perjuangan mama-mama Papua. Mereka datang membawa hasil kerajinan tangan dan harapan sederhana: agar produk mereka dilihat, dihargai dan dibeli.

Bagi mereka, satu noken yang terjual bukan hanya sebuah transaksi. Di dalamnya ada biaya makan keluarga, kebutuhan rumah tangga dan harapan agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah.(*)

Pewarta: Yance Wenda

Related

You Might Also Like

Melalui Muscab Ke-VI, Fred Huby Kembali Pimpin Gapensi Kabupaten Jayawijaya

Koperasi Walesi Jadi Percontohan Papua Pegunungan, Terima Bantuan Rp100 Juta

Kaya Potensi Perikanan Dan Pariwisata, Distrik Depapre Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Alpius Yigibalom Dorong Penguatan Manajemen Keuangan UMKM di Papua Pegunungan

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Plt BPK Lanny Jaya Bagi Alat Kerja ke Kelompok Tani

TAGGED:Festival Danau Sentani (FDS) XV

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Mama-Mama Pasar Tiom Tuntut Penertiban Pedagang Non-OAP, Soroti Penjualan Hasil Pertanian Lokal
Next Article Legislator Papua Minta BGN Evaluasi Total Tata Kelola MBG
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mandenas Dorong Juknis MBG Disesuaikan dengan Kondisi Papua
Nasional Tanah Papua
2 hours ago
Legislator Papua Minta BGN Evaluasi Total Tata Kelola MBG
Nasional Tanah Papua
3 hours ago
Mama-Mama Pasar Tiom Tuntut Penertiban Pedagang Non-OAP, Soroti Penjualan Hasil Pertanian Lokal
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
1 day ago
Solidaritas Mahasiswa Nduga dan Lanny Jaya Galang Dana untuk Korban Musibah Es dan Kekeringan di Kuyawagi
Papua Pegunungan Pendidikan
2 days ago
Baca juga
Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Kampung Usilimo Salurkan Bibit Babi dari Dana BUMKAM

8 months ago
Ekonomi & BisnisKabar DaerahPapua PegununganTanah Papua

Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Bersama Penggiat dan Petani Kopi

5 months ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Perindag Jayawijaya Bongkar Dugaan Kecurangan Takaran di Pasar Wamena, Pedagang Terancam Sanksi Pidana

2 months ago
Ekonomi & BisnisPendidikanPerempuan & Anak

Agar Bisa Kuliah, Hana Sobolim Jualan Ayam Keliling Dekai

3 years ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Bupati Tolikara Buka Musda I KADIN, Efraim Wandik Nahkodai Organisasi Pengusaha

1 month ago
Ekonomi & Bisnis

Gelar Raker I HP-OAPP, Orang Asli Papua Diajak Jadi Pelaku Bukan Penonton

3 years ago
Ekonomi & Bisnis

Bupati Jayawijaya Kunjungi Petani Kopi Walelagama, Tekankan Penguatan Ekonomi Lokal

7 months ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

KP3 Resmi Berbadan Hukum, Simson Asso Ajak Pemuda Papua Pegunungan Masuk Dunia Usaha

4 weeks ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?