Wamena, nirmeke.com – Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP) resmi membuka Konferensi VIII Wilayah Wamena yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan. Konferensi ini menjadi momentum evaluasi pelayanan gereja, penyusunan program kerja lima tahun ke depan, serta pemilihan kepengurusan baru wilayah.
Pembukaan konferensi dipimpin langsung oleh Ketua Umum Badan Pelayan Pusat (BPP) PGBP, Pdt. Stevanus Yan Wenda, S.Th., dan dihadiri sekitar 23 jemaat Baptis di wilayah Wamena, terdiri dari 21 gereja otonom, dua Pos Pekabaran Injil (PI), dan empat rayon, serta sejumlah perwakilan denominasi gereja lainnya.
Ketua Panitia Konferensi VIII PGBP Wilayah Wamena, Pdt. Kristian Tabuni, S.Th., M.Si., mengatakan konferensi tersebut merupakan amanat hasil keputusan konferensi sebelumnya yang harus diterjemahkan ke dalam program kerja di tingkat wilayah.
Sementara itu, Ketua Umum BPP PGBP, Pdt. Stevanus Yan Wenda, menjelaskan bahwa konferensi wilayah merupakan bagian penting dari implementasi program kerja nasional PGBP yang telah disepakati bersama seluruh jemaat Baptis di Tanah Papua.
“Hari ini kami bersyukur karena seluruh jemaat Baptis di wilayah Wamena dapat berkumpul untuk mengevaluasi pelayanan, menyusun program kerja, serta memilih pengurus yang akan mengawal pelayanan lima tahun ke depan hingga tahun 2031,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh wilayah PGBP di Tanah Papua memiliki tanggung jawab menerjemahkan keputusan dan prioritas pelayanan yang telah ditetapkan pada Konferensi PGBP sebelumnya.
Ia menegaskan, visi PGBP adalah membangun gereja yang tetap bersatu, berakar pada firman Tuhan, berdampak bagi gereja dan masyarakat, serta mempersiapkan generasi muda Papua yang berintegritas menuju tahun 2050.
“PGBP harus tetap bersatu, berakar dalam firman Tuhan, memberi dampak bagi masyarakat Papua, dan menyiapkan generasi muda yang berintegritas menghadapi masa depan,” katanya.
Dalam konferensi tersebut, PGBP juga menekankan penguatan pelayanan melalui tiga bidang utama, yakni penginjilan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi jemaat.
Menurut Stevanus, gereja tidak hanya dipanggil memberitakan Injil, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi jemaat agar mampu menopang pelayanan gereja secara berkelanjutan.
Ia mengatakan setiap jemaat didorong membuka layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), memperkuat Sekolah Minggu, serta menyelenggarakan pelatihan ekonomi bagi warga jemaat.
“Kalau ekonomi jemaat kuat, maka pelayanan dan penginjilan juga akan semakin kuat,” ujarnya.
Selain itu, konferensi juga menjadi forum evaluasi terhadap seluruh program pelayanan yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.
“Yang sudah baik harus diteruskan, sedangkan yang masih kurang harus dievaluasi agar pelayanan Baptis di wilayah Wamena semakin baik ke depan,” katanya.
PGBP juga mulai mempersiapkan peringatan Jubileum ke-70 Baptis Papua yang akan diperingati pada 28 Oktober 2026. Perayaan tersebut akan diisi dengan ibadah syukur, doa dan puasa, aksi sosial, serta berbagai kegiatan rohani sebagai ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan Baptis di Tanah Papua.
Dalam kesempatan itu, Stevanus juga menyampaikan bahwa proses rekonsiliasi antara PGBP dan PGBWP terus berjalan sesuai rekomendasi gereja.
“Kami percaya suatu saat Baptis Papua akan kembali bersatu. Rekonsiliasi dimulai dari keluarga, jemaat, hingga masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, gereja juga memiliki tanggung jawab menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Papua, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, hingga berbagai persoalan moral lainnya.
“Penginjilan tetap menjadi prioritas utama, tetapi gereja juga harus hadir menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pdt. Kristian Tabuni memastikan seluruh rangkaian Konferensi VIII PGBP Wilayah Wamena telah dipersiapkan dengan baik.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap agenda konferensi, mulai dari evaluasi pelayanan, pembahasan program kerja, hingga pemilihan pengurus baru, sehingga menghasilkan keputusan yang memperkuat pelayanan gereja Baptis di wilayah Wamena.
“Panitia siap menyukseskan Konferensi VIII ini. Kami berharap seluruh keputusan yang dihasilkan benar-benar membawa kemajuan pelayanan Baptis di wilayah Wamena dan mendukung program Badan Pelayan Pusat PGBP,” pungkasnya.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
