Nduga, nirmeke.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim tiga anggotanya gugur akibat serangan drone bom yang disebut dilakukan militer Indonesia di wilayah Nduga, Papua Pegunungan.
Dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Jumat, 29 Mei 2026, disebutkan serangan terjadi pada 18 Mei 2026 sekitar pukul 15.30 WIT dan menyasar pos TPNPB di wilayah Kodap III Ndugama-Derakma.
Panglima TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma, Brigjen Egianus Kogeya, dalam laporan yang diterima markas pusat menyebut tiga anggota TPNPB meninggal dunia akibat ledakan bom dari serangan tersebut.
Tiga anggota yang disebut gugur yakni:
- Lut Wumangge alias Medak-medak, Penasehat TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma berpangkat Letnan II.
- Ison Nirigi, anggota aktif TPNPB Batalyon Yuguru berpangkat Perwira.
- Hesnia Murib, anggota Korps Wanita TPNPB berpangkat Perwira.
Dalam keterangannya, TPNPB menyebut Lut Wumangge merupakan salah satu anggota senior yang telah lama terlibat dalam operasi kelompok tersebut di Nduga sejak era kepemimpinan Kelly Kwalik hingga Daniel Yudas Kogeya.
Selain mengumumkan duka nasional atas kematian tiga anggotanya, Egianus Kogeya juga membantah informasi yang beredar terkait kabar dirinya meninggal dunia. Ia menyebut informasi tersebut tidak benar dan menudingnya sebagai bagian dari upaya melemahkan perjuangan kelompoknya.
Siaran pers itu juga memuat seruan kepada seluruh anggota TPNPB dan masyarakat Papua untuk tetap melanjutkan perjuangan mereka di Papua.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim serangan drone bom dan korban yang disampaikan TPNPB tersebut.(*)
