Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: HMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di Wamena, Dinilai Ancam Hak Ulayat dan Picu Konflik Agraria
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > HMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di Wamena, Dinilai Ancam Hak Ulayat dan Picu Konflik Agraria
LingkunganPapua PegununganPendidikan

HMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di Wamena, Dinilai Ancam Hak Ulayat dan Picu Konflik Agraria

Agus Wilil
Last updated: April 21, 2026 16:14
By
Agus Wilil
ByAgus Wilil
Follow:
3 Views
5 hours ago
Share
HMPJ Gelar Diskusi Publik, Polemik Perencanaan Pembangunan Kantor Vertical Di Wilayah WIO, Wamena Papua Pegunungan - (Foto: Agus Wilil/Nirmeke)
SHARE

Jayapura, nirmeke.com — Rencana pembangunan kantor vertikal di wilayah Wouma, Wamena Kota, Wesaput, dan sekitarnya di Kabupaten Jayawijaya menuai kritik keras dari kalangan mahasiswa. Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ) menilai proyek tersebut berpotensi memicu konflik agraria dan mengancam hak ulayat masyarakat adat.

Iklan Nirmeke

Isu ini mengemuka dalam diskusi publik yang digelar HMPJ di Jayapura, Sabtu (18/4/2026), yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa dan pelajar.

Perwakilan pemuda Wouma, Klitus Wetipo, menegaskan bahwa lahan yang direncanakan untuk pembangunan bukanlah tanah kosong, melainkan wilayah produktif yang menjadi sumber kehidupan masyarakat adat dari berbagai kabupaten di Papua Pegunungan.

“Tanah itu adalah sumber hidup masyarakat. Di sana orang berkebun, beternak, dan membiayai pendidikan anak-anak. Ini bukan sekadar lahan, tapi ruang hidup,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan tersebut memiliki nilai historis dan kultural, termasuk situs-situs sakral yang berpotensi hilang jika pembangunan dipaksakan tanpa persetujuan masyarakat adat.

Baca Juga:  Masyarakat Adat Malind Gugat Izin Proyek Jalan 135 Km di Merauke ke PTUN Jayapura

Menurut Klitus, rencana pembangunan tanpa proses konsultasi yang memadai berisiko melanggar hak ulayat masyarakat adat yang selama ini menjadi dasar penguasaan tanah di wilayah tersebut.

“Kalau pemerintah masuk tanpa dialog, ini bisa memicu konflik horizontal di masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bidang Hukum dan HAM HMPJ, Gerry Matuan, menilai polemik ini telah berkembang menjadi isu serius yang berpotensi memecah masyarakat.

“Kami melihat ada kecenderungan penempatan kantor vertikal dilakukan tanpa kajian sosial yang matang. Ini berbahaya karena menyentuh langsung hak atas tanah dan kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia menyebut wilayah Wouma, Wamena Kota, Wesaput, hingga Welesi merupakan kawasan sentral ekonomi masyarakat, yang tidak hanya dihuni warga lokal, tetapi juga masyarakat dari berbagai wilayah lain di Papua.

“Kalau dipaksakan tanpa persetujuan, ini bisa menjadi konflik agraria terbuka antara masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

HMPJ juga menyoroti perlunya pengakuan dan perlindungan terhadap hak ulayat sebagai bagian dari hak masyarakat adat yang dijamin dalam berbagai regulasi di Indonesia.

Baca Juga:  Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I 2026 Resmi Akan Ditutup di Yogonima

Ketua HMPJ Jayapura, Alexander Hisage, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengawal kebijakan pembangunan agar tidak merugikan masyarakat adat.

“Mahasiswa harus hadir sebagai kontrol sosial. Pembangunan tidak boleh mengorbankan masyarakat adat di tanahnya sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan yang tidak berbasis pada partisipasi masyarakat hanya akan melahirkan ketimpangan dan konflik baru di Papua Pegunungan.

Diskusi ini juga mendesak pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk membuka ruang dialog yang inklusif dengan masyarakat adat sebelum mengambil keputusan terkait lokasi pembangunan.

Tanpa keterlibatan masyarakat, HMPJ menilai proyek pembangunan kantor vertikal berpotensi menjadi pemicu konflik agraria baru di Wamena, yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah pegunungan Papua.(*)

Pewarta: Agus Wilil

Related

You Might Also Like

Gerakan Papua Trada Sampah Bersama Pemuda di Jayapura

Markus Haluk Ingatkan Mahasiswa Jayawijaya Tentang Pentingnya Literasi

Walhi Papua Ajak Masyarakat Papua Pilih Pemimpin yang Pro Lingkungan Demi Kelestarian Tanah Papua

MRP Papua Pegunungan Soroti Dugaan Tertutupnya Pengelolaan Dana Otsus, Desak Evaluasi Kabag Keuangan

Bupati Yalimo Resmikan Asrama Putri Mahasiswa di Jayapura

TAGGED:Hak Ulayat WioHMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di WamenaKonflik Agraria di Wamena

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Koalisi HAM Papua Soroti Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak, Desak Tim Pencari Fakta
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Koalisi HAM Papua Soroti Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak, Desak Tim Pencari Fakta
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
11 hours ago
Perempuan Bokondini Kecam Penembakan Warga Sipil, Sebut Pendekatan Keamanan Gagal Lindungi Masyarakat
Perempuan & Anak Polhukam Tanah Papua
11 hours ago
Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung
Headline Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Dorong Anak Muda Kembali ke Kebun, Dinas Koperasi Papua Pegunungan Jamin Pasar Kopi
Ekonomi & Bisnis Kabar Daerah Papua Pegunungan Tanah Papua
5 days ago
Baca juga
MRP Papua PegununganPapua PegununganPendidikanSastra

Benny Mawel: Sekolah Adat Harus Jadi Fondasi Pendidikan Berbasis Budaya

2 months ago
LingkunganTanah Papua

Maikel Peuki: Masyarakat Adat Tak Sadar Tanah Mereka Sudah Masuk Konsesi

10 months ago
Ekonomi & BisnisPendidikan

BEM FEB Uncen Gelar Seminar Ekobis, Dorong Wirausaha Muda Inovatif di Era Disrupsi

8 months ago
Pendidikan

Mahasiswa 10 Tahun Demi Mendidik dan Membangun Persatuan Mahasiswa Papua

8 months ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Anthonius Wetipo Dipastikan Pimpin HIPMI Papua Pegunungan

3 months ago
LingkunganPendidikan

Pemuda Siepkosi Gelar Pemutaran Film Dokumenter untuk Bangun Kesadaran Jaga Tanah Adat

7 months ago
HeadlinePendidikanTanah Papua

Sekolah Adat Santo Yohanes Pembaptis II Diresmikan: Upaya Menyelami dan Merawat Jati Diri Papua

12 months ago
MRP Papua PegununganPapua PegununganTanah Papua

MRP Papua Pegunungan Desak Hentikan Bahas Perda Adat, Sengketa Huwula–Huseloma Belum Tuntas

2 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?