Sentani, nirmeke.com — Jemaat Gereja Baptis (GB) Imanuel Toladan Sentani, di bawah naungan Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP), akan menggelar pemilihan Badan Pelayanan masa layan 2026–2030 pada 15 Februari 2026.
Pemilihan tersebut dilakukan setelah tim formatur pembentukan gembala dan wakil gembala resmi dibentuk pada 11 Januari 2026 di hadapan jemaat.
Ketua Tim Formatur, Naratius Kiwo, mengatakan bahwa dalam rapat jemaat sempat dibahas apakah akan menghadirkan gembala dan wakil gembala dari luar atau tetap memberikan kesempatan kepada pimpinan yang masa pelayanannya telah berakhir.
“Dalam rapat jemaat kami sepakat membicarakan apakah calon gembala dan wakil diambil dari luar atau tidak. Jika dari luar, maka gembala dan wakil yang masa pelayanannya berakhir akan melayani di tempat lain. Namun keduanya menyatakan siap melayani kembali jika diberi kesempatan, dan akhirnya jemaat memutuskan untuk mencalonkan kembali kedua bapak tersebut,” ujar Naratius, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, seluruh proses kerja tim formatur dilakukan pada hari Minggu agar tidak mengganggu aktivitas jemaat.
“Kami ingin laksanakan di hari lain, tetapi jemaat memiliki kesibukan masing-masing, sehingga kami fokuskan setiap Minggu,” jelasnya.
Naratius berharap seluruh anggota jemaat tetap menggunakan hak pilihnya pada 15 Februari mendatang. Ia menegaskan bahwa yang berhak memilih adalah anggota jemaat tetap, sementara simpatisan dan tamu hanya diperkenankan menyaksikan proses pemilihan.
“Ini undangan resmi bagi anggota jemaat tetap. Kami harap semua hadir dan menjaga suasana tetap kondusif tanpa polemik. Pemilihan harus berjalan damai dan sesuai aturan,” tegasnya.
Selain kandidat petahana, terdapat juga calon lain yang merupakan lulusan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Baptis Papua.
“Jika jemaat memilih calon lain, maka nama yang bersangkutan akan disebutkan dalam proses pemilihan. Namun tim formatur telah menetapkan sejumlah kriteria yang menjadi dasar penilaian,” tambah Kiwo.
Tim formatur juga telah menyusun pedoman atau tata aturan yang akan digunakan dalam proses pemilihan, mulai dari pembentukan tim formatur, penetapan kriteria calon, hingga tahapan akhir pemilihan.
Sementara itu, mantan gembala sidang, Pdt. Iton Kogoya, menyampaikan bahwa siapa pun yang terpilih, tugas utamanya tetap sama, yakni melayani Tuhan dan jemaat.
“Dalam pemilihan nanti itu hak jemaat. Siapa yang memperoleh suara terbanyak akan menjadi gembala dan suara berikutnya menjadi wakil. Intinya, keduanya tetap melayani Tuhan. Kami yang telah menyelesaikan pendidikan teologi memang dipanggil untuk melayani,” ujarnya.
Ia juga mengajak jemaat untuk mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan oleh tim formatur dan memilih sesuai hati nurani tanpa tekanan.
“Jemaat harus memilih dengan hati nurani dan tanpa paksaan,” pungkasnya.(*)
Pewarta: Yance Wenda
