Tolikara, nirmeke.com — Warga Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) menggelar Ibadah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 di Lembah Hitam, Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, dengan penuh sukacita, Minggu pagi.
Ibadah dimulai pukul 09.00 WIT hingga selesai dan dipandu oleh Jefri Wandik. Ratusan jemaat dari berbagai wilayah di Tolikara tampak memadati lokasi ibadah untuk bersama-sama merayakan hari bersejarah tersebut.
Dalam rangkaian acara, Pdt. Aten Yikwa, S.Th membacakan sejarah lahirnya GIDI. Ia menjelaskan bahwa pada masa awal pekabaran Injil di wilayah pegunungan tengah Papua, pelayanan para misionaris didominasi oleh denominasi Baptis, GKI, dan lainnya.
Wilayah Boga, Toli, dan Yamo sempat bergabung dalam pelayanan tersebut. Namun sejumlah tokoh gereja tetap mempertahankan argumentasi agar berdiri sendiri sebagai gereja yang mandiri. Salah satu tokoh yang memperjuangkan hal tersebut adalah Pdt. Yawon Yikwa.
“Dalam Kongres di Pirime diputuskan bahwa GIDI berdiri sendiri dan tidak bergabung dengan denominasi lain seperti Baptis, GKI, dan sebagainya,” jelasnya di hadapan jemaat.
Sebagai bagian dari perayaan, Pemuda GIDI mempersembahkan drama singkat yang menggambarkan perjalanan masuknya Injil dari wilayah pesisir pantai menuju pedalaman Papua. Drama tersebut menuturkan perjalanan Injil dari pesisir menuju Lembah Baliem, Itigima, Wamena, kemudian melalui jalur darat ke Wolo dan Eragayam, hingga tiba di Danau Arkol sebagai pangkalan misi.
Dari Danau Arkol, Injil masuk ke Bokondini, Karubaga, Kagime, Kembu, dan Mulia Yamo. Selanjutnya, suku Lani membawa Injil ke wilayah selatan, timur, dan barat Papua.
Firman Tuhan dalam ibadah tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) GIDI, Pdt. Jhon Kalaka. Dalam khotbahnya yang diambil dari Kisah Para Rasul 1:8, ia menegaskan panggilan setiap orang percaya untuk menjadi saksi Kristus.
“Kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus, melanjutkan semangat pekabaran Injil sampai ke ujung bumi,” tegasnya.
Ibadah HUT ke-63 ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pelayanan GIDI di Tanah Papua, sekaligus penguatan komitmen jemaat untuk terus setia dalam memberitakan Injil di tengah tantangan zaman.(*)
