Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mahasiswa Jayawijaya Kritik Proyek Cetak Sawah 2.000 Hektare di Tanah Adat Hubula
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > Mahasiswa Jayawijaya Kritik Proyek Cetak Sawah 2.000 Hektare di Tanah Adat Hubula
LingkunganPendidikan

Mahasiswa Jayawijaya Kritik Proyek Cetak Sawah 2.000 Hektare di Tanah Adat Hubula

admin
Last updated: November 24, 2025 14:17
By
admin
Byadmin
Follow:
30 Views
10 months ago
Share
Mahasiswa Manokwari Soroti PSN Cetak Sawah di Jayawijaya - Dok
SHARE

Manokwari, nirmeke.com — Solidaritas Mahasiswa Jayawijaya Kota Studi Manokwari menyatakan penolakan terhadap program cetak sawah seluas 2.000 hektare yang dicanangkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di Kabupaten Jayawijaya. Mereka menilai proyek tersebut berpotensi menimbulkan konflik agraria dan kerusakan lingkungan jika dilakukan tanpa perlindungan hak ulayat masyarakat adat Hubula.

Iklan Nirmeke

Program strategis nasional di sektor pangan ini pertama kali dicanangkan di Wamena pada 6 Mei 2024. Pemerintah menargetkan Jayawijaya sebagai “lumbung pangan” dengan membuka lahan persawahan baru di Distrik Pisugi, Wita-Waya, Kurulu Libarek, dan wilayah sekitarnya.

Ketua Solidaritas Mahasiswa Jayawijaya Kota Studi Manokwari, Yulianus Surabut, menegaskan bahwa tanah bagi masyarakat Hubula bukan sekadar ruang produksi ekonomi.

“Tanah bagi masyarakat Hubula adalah mama, sumber hidup yang tidak boleh diperjualbelikan. Proyek ini tidak boleh dipaksakan tanpa menghormati adat dan persetujuan masyarakat,” ujar Yulianus dalam pernyataan resminya.

Mahasiswa menilai pemerintah belum menyelesaikan status tanah secara partisipatif. Masyarakat adat di beberapa kampung memasang papan larangan sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas alat berat yang mulai masuk ke wilayah adat.

Baca Juga:  Mahasiswa Lanny Jaya Se Jawa - Bali Desak Pemerintah dan Gereja Atasi Konflik di Tanah Papua

Sistem Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) dinilai tidak dijalankan. Yulianus menyebut pemerintah masih menggunakan pendekatan top–down.

Selain itu, mahasiswa menyoroti DPRK dan DPRP yang belum memberikan respon terkait potensi konflik horizontal akibat proyek ini.

Merujuk pada kajian Universitas Papua (Unipa), wilayah Jayawijaya memiliki curah hujan tinggi, tanah gambut di beberapa titik, serta ekosistem rawa dan daerah resapan air yang sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan.

“Banjir besar pertengahan 2025 merendam kebun warga dan fasilitas publik. Pemerintah seharusnya belajar dari bencana itu dan fokus pada pemulihan lingkungan sebelum ambisi membangun sawah besar-besaran,” kata Yulianus.

Mahasiswa menilai perubahan sistem pangan dari tanaman lokal ke padi sawah akan mendorong perubahan sosial budaya yang tajam di masyarakat Hubula.

Hasil kajian akademik menunjukkan kampung-kampung di sekitar lokasi rencana proyek belum memiliki kelompok tani formal, penyuluh pertanian masih minim, dan sarana pendukung seperti irigasi, jalan produksi serta gudang belum tersedia.

Baca Juga:  Agar Bisa Kuliah, Hana Sobolim Jualan Ayam Keliling Dekai

“Memaksakan cetak sawah dalam kondisi ini hanya akan menimbulkan ketergantungan pada pemerintah dan meningkatkan risiko gagal panen,” tambah Yulianus.

Enam Tuntutan Solidaritas Mahasiswa Jayawijaya Kota Studi Manokwari mengajukan seruan sebagai berikut:

  1. Menghentikan sementara seluruh aktivitas proyek sampai perlindungan hak ulayat dipenuhi.
  2. Mengutamakan upaya penanggulangan banjir sebagai program strategis daerah.
  3. Menyusun Perdasus dan Perda tentang Masyarakat Hukum Adat dan melakukan pemetaan wilayah adat.
  4. Membuka dokumen kajian akademik Unipa kepada publik.
  5. Melaksanakan proses PADIATAPA secara menyeluruh dan terencana.
  6. Mengintegrasikan peran adat, gereja, dan pemuda dalam seluruh tahapan proyek pemerintah.

Yulianus menegaskan bahwa mahasiswa mendukung ketahanan pangan, tetapi bukan dengan cara mengorbankan tanah adat Hubula.

“Pembangunan harus menghormati budaya dan ekologi Lembah Baliem. Jangan jadikan masyarakat sebagai korban proyek,” tutupnya.(*)

Related

You Might Also Like

Butuh Kepedulian Bersama Untuk Berantas Buta Aksara Di Kampung Kumuluk, Lanny Jaya

Sekolah Adat “Santo Yohanes Pembaptis II” Resmi Dibuka di Sumunikama, Papua Pegunungan

Front Anti Investasi dan Militerisme Bali Tolak PSN Cetak Sawah di Jayawijaya

Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan

HMPJ Bentuk Panitia Kongres VIII: Desak Pemkab Jayawijaya Segera Cairkan Bantuan Studi Akhir

TAGGED:Mahasiswa Jayawijaya Kritik Proyek Cetak Sawah 2.000 HektareTanah Adat Hubula

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Asosiasi MRP se-Tanah Papua Serahkan Rancangan Penggantian PP 54/2004 dan PP 64/2008 ke Kemendagri
Next Article Asrama Mahasiswa Wilayah Wadangku Resmi Diresmikan di Jayapura
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

HUT HMPT ke-22, KPA Tolikara Edukasi Mahasiswa tentang HIV/AIDS
Kesehatan Pendidikan
4 hours ago
Pencaker Papua Pegunungan Desak Pemprov Beri Kejelasan Nasib CPNS Formasi 2024
Papua Pegunungan
22 hours ago
Mardi Hiluka Kembali Pimpin KNPB Wilayah Balim-Wamena
Tanah Papua
22 hours ago
Sengketa Tanah Aikima Lebih 30 Tahun, Warga Khawatir Konflik Adat Meluas
Papua Pegunungan
22 hours ago
Baca juga
Lingkungan

Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan

3 years ago
LingkunganTanah Papua

Jelang Sinode 2026, Umat Katolik Tanam Pohon dan Kebun Sinode di Wesaput

1 year ago
Pendidikan

Mahasiswa Nduga di Jayapura Desak Pemkab Segera Cairkan Bantuan Studi 2025

1 year ago
Pendidikan

Raih 74 Suara, Naila Siep Pimpin HMPJ Kota Studi Jayapura Periode 2023-2025

3 years ago
Papua PegununganPendidikan

Dana Otsus Jayawijaya 2026 Capai Rp290 Miliar, 56 Persen Dialokasikan untuk Pendidikan

1 month ago
EditorialPendidikan

Nasionalisme Indonesia Di Papua Dalam Ancaman Serius

3 years ago
LingkunganTanah Papua

Sinergi Warga dan Pemerintah: Wamena Bergerak Wujudkan Kota DANI yang Bersih dan Indah

1 year ago
Pendidikan

Robert Rouw Temui Mahasiswa Jayawijaya di Jayapura, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pembangunan

2 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?