Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Janji Manis yang Terancam Pahit: 21 Mahasiswa Kedokteran Jayawijaya Hadapi Ancaman Cuti karena Bantuan Tak Kunjung Turun
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Pendidikan > Janji Manis yang Terancam Pahit: 21 Mahasiswa Kedokteran Jayawijaya Hadapi Ancaman Cuti karena Bantuan Tak Kunjung Turun
PendidikanTanah Papua

Janji Manis yang Terancam Pahit: 21 Mahasiswa Kedokteran Jayawijaya Hadapi Ancaman Cuti karena Bantuan Tak Kunjung Turun

Redaksi
Last updated: August 22, 2025 17:01
By
Redaksi
ByRedaksi
Follow:
613 Views
8 months ago
Share
Dokter Muda - Istimewa
SHARE

Oleh: Mahasiswa Kedokteran Uncen Asal Jayawijaya

Iklan Nirmeke

Sebanyak 21 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) asal Kabupaten Jayawijaya kini menghadapi ketidakpastian serius. Bantuan studi yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Kesehatan tak kunjung terealisasi, membuat mereka terancam cuti kuliah karena keterbatasan biaya.

Para mahasiswa ini sebelumnya diterima melalui jalur mandiri, berbeda dengan jalur Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah mendapat dukungan resmi pemerintah daerah. Padahal, kebutuhan tenaga dokter di Jayawijaya begitu mendesak untuk mengisi puskesmas-puskesmas yang sudah dibangun di berbagai distrik.

Janji yang Belum Terealisasi

Menurut penuturan mahasiswa, dua bulan lalu Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya beserta staf sempat bertemu mereka di Kampus Fakultas Kedokteran Uncen. Dalam pertemuan itu, pejabat Dinas Kesehatan berjanji akan membantu biaya pendidikan 21 mahasiswa jalur mandiri tersebut.

Namun, hingga pertengahan Agustus, bantuan yang dijanjikan tak juga kunjung cair.

“Kami sudah menunggu dengan sabar, bahkan mencoba berkomunikasi dengan pihak dinas. Tapi jawabannya selalu sama: SK pencairan belum ditandatangani Bupati,” ujar salah satu mahasiswa kepada media, Kamis (14/8/2025).

Bahkan, menurut mahasiswa, ada ancaman dari oknum staf dinas bahwa bantuan bisa dihentikan bila mereka terus menanyakan perkembangan proses pencairan dana.

Baca Juga:  Ratusan Warga Masyarakat Adat Turun Jalan Tolak Penempatan Kantor Gubernur di Welesi

Pelayanan Publik yang Dipertanyakan

Kondisi ini memunculkan kekecewaan mendalam. Para mahasiswa menilai pelayanan Dinas Kesehatan Jayawijaya sangat buruk dan tidak transparan. Mereka menduga ada sesuatu yang disembunyikan terkait bantuan pendidikan ini.

“Kami anak-anak asli Jayawijaya, kami hanya ingin diperlakukan adil. Setelah jadi dokter nanti, kami akan kembali melayani masyarakat di kampung-kampung. Tapi kenapa proses bantuan ini diperlambat?” ungkap mahasiswa lainnya dengan nada kesal.

Mereka khawatir citra pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati saat ini akan tercoreng bila janji yang disampaikan di awal masa jabatan hanya berhenti di ucapan.

Harapan ke Bupati dan Wakil Bupati

Melalui surat terbuka yang diterima media, para mahasiswa meminta Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya turun tangan langsung agar Dinas Kesehatan segera merealisasikan bantuan tersebut.

“Jangan sampai janji manis saat kampanye atau program 100 Hari Kerja hanya menjadi retorika. Ini menyangkut masa depan tenaga kesehatan di Jayawijaya,” tulis mereka dalam surat terbuka itu.

Latar Belakang: Janji 100 Hari Kerja

Baca Juga:  Breaking News! Pesawat TNI AU yang Diduga Ditumpangi Panglima TNI Tergelincir di Bandara Timika

Dalam program 100 Hari Kerja, Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya sempat menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM, termasuk mendorong anak-anak asli daerah menempuh pendidikan di bidang kesehatan.

Namun, kondisi yang dihadapi 21 mahasiswa kedokteran Uncen ini justru berbanding terbalik dengan semangat awal program tersebut.

Desakan Publik

Pengamat pendidikan dan kesehatan di Papua menilai, pemerintah daerah harus segera mengambil langkah tegas. Keterlambatan pencairan dana beasiswa bisa mengancam masa studi mahasiswa, bahkan berpotensi mengurangi jumlah tenaga medis di Jayawijaya di masa depan.

“Jangan sampai karena birokrasi yang berbelit, masa depan dokter-dokter muda ini dikorbankan. Pemerintah harus bergerak cepat,” ujar seorang pemerhati pendidikan di Wamena.

Tuntutan Mahasiswa

  1. Para mahasiswa menegaskan mereka hanya meminta keadilan dan kejelasan. Mereka mendesak agar:
  2. Bantuan pendidikan segera dicairkan tanpa syarat yang berbelit.
  3. Dinas Kesehatan bersikap transparan dalam pengelolaan anggaran beasiswa.
  4. Bupati dan Wakil Bupati mengawasi langsung realisasi janji yang telah disampaikan.

“Ini bukan sekadar soal bantuan. Ini tentang masa depan pelayanan kesehatan di Jayawijaya,” pungkas mahasiswa tersebut.(*)

Holandia, 14 Agustus 2025 

Related

You Might Also Like

Proyek Tak Sesuai Progres dan Pembayaran Janggal, Papua Pegunungan Kena Opini WDP

Breaking News: Dijaga Ketat Aparat, Pemerintah Bawa Alat Berat Bongkar Lahan di Welesi

KemenHAM Didorong Bertindak: Rekomendasi KOMNAS HAM dan Jeritan Masyarakat Adat Papua atas PSN

MRP Papua Pegunungan Soroti Dugaan Tertutupnya Pengelolaan Dana Otsus, Desak Evaluasi Kabag Keuangan

Lewat Penerimaan Anggota Baru, IPMDWSI Dorong Regenerasi dan Semangat Perubahan

TAGGED:Fakultas Kedokteran UncenMahasiswa Kedokteran Uncen Asal JayawijayaPemda JayawijayaSDM Jayawijaya

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Plt Kepala Dinas PU Papua Pegunungan Diprotes: 100 Hari Tak Pernah Masuk Kantor, Kami Palang!
Next Article Cerpen | Pulang Tanpa Ijazah
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
4 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
InfrastrukturTanah Papua

Mediasi Pihak Pro Kontra Lokasi Kantor Gubernur Batal Karena Pihak Pro Tidak Datang

3 years ago
Tanah Papua

ODGJ Ditembak Oknum Polisi di Distrik Libarek Wamena

3 years ago
Tanah Papua

Refleksi Budaya Katolik di Lembah Baliem: Masyarakat dan Gereja Dorong Perlindungan Nilai Adat

8 months ago
InfrastrukturTanah Papua

Dua Dekade Terisolasi: Warga Lokpon Yahukimo Menanti Terang Pendidikan, Kesehatan, dan Listrik

9 months ago
PendidikanTanah Papua

Sekolah Adat Siap Kolaborasi dengan Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo

10 months ago
Tanah Papua

Jadikan Rumah Bersama Semua Suku, Pemerintah Segera Benahi Tapal Batas di Nabire

3 years ago
Tanah Papua

Ini 42 Nama Anggota MRP Provinsi Papua Pegunungan yang Dilantik

2 years ago
LingkunganTanah Papua

Breaking News: Warga Pisugi Tolak Proyek Cetak Sawah di Tanah Adat

6 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?