Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mengenal Rein Foreman Ansanay, Pemuda Gigih yang Membiayai Kuliahnya Dari Hasil Odong – odong
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Jendela Papua > Features & Sosok Inspiratif > Mengenal Rein Foreman Ansanay, Pemuda Gigih yang Membiayai Kuliahnya Dari Hasil Odong – odong
Features & Sosok Inspiratif

Mengenal Rein Foreman Ansanay, Pemuda Gigih yang Membiayai Kuliahnya Dari Hasil Odong – odong

admin
Last updated: September 21, 2026 18:13
By
admin
Byadmin
Follow:
420 Views
6 years ago
Share
SHARE

Demi Rp 30 ribu/Hari Untuk Ongkos Taxi Hingga Rela Dimaki dan Diejek

Iklan Nirmeke

Nasib dan rejeki seseorang tak ada yang tahu karena sudah diatur oleh sang pencipta. Meski harus bersusah payah, jerih payah Rein Foreman Ansanay tak mengecewakan. Ia berhasil diwisuda dengan uang hasil keringatnya, menjaga odong – odong.

Sebuah odong – odong dengan panjang sekitar 6 meter terlihat melintas menyisir di jalan Percetakan Jayapura, Kamis (4/12). Posisinya memang melawan arah namun ini harus dilakukan agar tidak memutar sangat jauh ke arah jalan Samratulangi Jayapura untuk menuju parkiran di depan Sagu Indah Plaza, Jayapura.

Ya lokasi parkiran inilah yang menjadi tempat mangkal odong – odong yang setiap harinya dijaga oleh seorang pemuda kelahiran Jayapura 28 Mei 1998 bernama Rein Foreman Ansanay. Bentuk odong – odongnya terlihat lebih panjang dibanding biasanya dan terdapat delapan kursi atau bentuk mainan yang bisa diduduki anak – saat odong – odong berputar.

Odong – odong ini terlihat cukup berat jika harus ditarik sendiri sehingga harus menggunakan tenaga bantu. Ada yang menarik dan ada yang mendorong. Tempat ngetem usai beroperasi biasa dititipkan di lapangan futsal di Jl Percetakan agar dekat jika sorenya mau dibawa ke parkiran depan SIP. Nah yang setiap hari mengerjakan parkir dan “masuk kandang” ini adalah Rein Foreman Ansanay.

Anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Hiskia Ansanay ibu Rita Lamina Kendi. Setiap harinya Rein harus menarik odong – odong dan menjaga kemudian memulangkan. Alat hiburan sederhana anak – anak ini sendiri bukan miliknya pribadi melainkan milik seorang anggota Polisi di Pol Air Polda.

Rein sendiri awalnya bekerja hanya menarik dan memulangkan odong odong. Ini dilakukan karena ia membutuhkan uang tambahan untuk kuliah. Ia menceritakan sejak semester 4 ia sudah menjaga odong – odong tersebut dengan bayaran Rp 30 ribu/ hari. Hitungannya Rp 15 ribu saat odong – odong menuju lokasi parkiran dan Rp 15 ribu saat pulang. Rein sendiri mengaku tak malu dengan pekerjaan nyambinya tersebut mengingat ia tak mau memberatkan orang tuanya untuk biaya kuliah.

Baca Juga:  PENGORBANAN INI NYATA : Kisah Pengabdian Dua Anak Batak di Belantara Mamberamo Raya. Papua (1)

“Jadi sejak semester 4 saya sudah mencari uang sendiri. Hasil Rp 30 ribu itu saya pakai untuk uang taxi sampai akhirnya saya lulus kuliah,” ceritanya, di Jayapura, Kamis (4/12).

Ia tak menampik jika sebagian besar waktunya lebih banyak habis jalan. Sebelumnya ia bekerja sebagai tukang parkir, itu dilakukan sebelum jadwal kuliah. Jika sudah memperoleh uang Rp 20 ribu, uang inilah yang dipakai untuk membayar taxi ke kampusnya.

“Odong – odong ini abang Polisi punya, saya diberi kepercayaan untuk mengelola. Sebelumnya saya hanya dorong saat akan keluar dan pulang tapi lama – lama abang dia suruh saya yang tangani,” jelasnya.

Status yang berubah ini secara otomatis pendapatannya juga berubah pemilik alat (odong – odong) hanya membebani uang Rp 200 ribu setiap hari dan Rp 300 ribu setiap malam minggu yang harus disetor.

Nah Rein sendiri blak-blakan bahwa dari pengelolaan ini ada bagi hasil dimana ia mendapat 25 persen dan uang makan Rp 30 ribu.

“Kalau semalam bisa dapat Rp 500 ribu, saya bisa dapat kantongi Rp 185 ribu Tapi kalau malam minggu biasanya menyetor Rp 300 ribu karena banyak yang main,” tuturnya.

Uang Rp 185 ribu ini lanjut Rein terkadang ia memberikan kepada adiknya termasuk membantu uang taxi bagi teman-temannya.

Baca Juga:  Nahindah Wari,  Home Industry Sagu kering Papua 

“Tapi kalau sepi seperti hujan biasa tidak ada yang main dan saya juga sampaikan dengan jujus kondisinya,” ceritanya.

Sejak 2017 inilah ia bisa membiayai uang kuliahnya sendiri dan akhirnya pada 26 November kemarin ia dinyatakan lulus dan diwisuda. Rein sendiri kuliah di Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Fisip Uncen.

Menariknya setelah ia diwisuda, ia mencoba iseng – iseng mendorong odong – odong menggunakan pakaian wisuda lengkap kemudian foto ini diposting.

Nah foto inilah yang sempat ramai diperbincangkan netizen dan kebanyakan memberi apresiasi atas upaya dan kerja keras hingga bisa lulus kuliah dengan uang hasil keringat sendiri.

Ditanya soal suka dukanya, Rein menceritakan bahwa kadang dia diledek oleh teman – teman kuliahnya saat mendorong odong – odong. Kadang juga ia dimarah karena odong – odongnya makan tempat dan mengganggu parkiran.

“Pernah juga ditendang – tendang dan dimaki karena odong – odong makan tempat. Tapi itu dulu, sekarang teman – teman mulai mengerti,” kenangnya dengan mata berkaca – kaca.

Nah setelah lulus kuliah ini Rein mengaku masih mencari kerja dan ia memiliki pemikiran untuk memiliki odong – odong sendiri.

“Kalau ada modal kenapa tidak, kalau malu – malu nanti lapar. lingkungan memang keras tapi saya harus bisa berbeda dan berusaha sendiri,” ucapnya.

Rein mengaku bangga dengan buah kerja kerasnya sebab dari bekerja ia bisa membeli Handphone sendiri, membeli pakaian dan biaya kuliah.

“Kalau ada peluang usaha yang bisa dikerjakan dan halal saya pikir mengapa tidak dilakukan ketimbang bikin susah orang tua, minta – minta atau mungkin mencuri. Saya meyakini kerja keras tidak pernah menghianati hasil,” imbuhnya. (*)

Sumber: Cepos Online

Related

You Might Also Like

Perjalanan Wisisi Asep Nayak

Mungguar, Pejuang Kharismatik nan Pemberani itu Telah Pergi

Sepi Degei, Pemuda karikaturis yang berjuang mencari nafkah dengan bakatnya

Fredy Degei, Barista asal Papua yang peduli kopi Papua 

Menjual sayur dari kebun sendiri

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Klarifikasi Mahasiswa Jayawijaya di Jakarta terkait video deklarasi dukungan Otsus Jilid 2
Next Article Mahasiswa STFT Tuntut, Presiden Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM diPapua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

GAMKI Lanny Jaya Gelar Rakercab dan Mahaperta, Pemuda Diajak Berperan dalam Pembangunan
Papua Pegunungan
2 weeks ago
Panitia PAB Serahkan 24 Anggota Baru kepada Pengurus IPMPKDPT
Pendidikan
2 weeks ago
Hamka Yelipele Dilantik sebagai Anggota MRP Papua Pegunungan, Keluarga Gelar Syukuran
MRP Papua Pegunungan
2 weeks ago
Markus Haluk Tekankan Pentingnya Budaya, Iman, dan Literasi Digital bagi Generasi Muda
Pendidikan
2 weeks ago
Baca juga
Ekonomi & BisnisFeatures & Sosok Inspiratif

Baju rajutan khas Papua di Elisabet Salon Jayapura

8 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Alex Tiris, Tukang Parkir yang Sukses Antar Anaknya Jadi Perwira AL

7 years ago
Ekonomi & BisnisFeatures & Sosok Inspiratif

Nahindah Wari,  Home Industry Sagu kering Papua 

8 years ago
ArtikelEkonomi & BisnisFeatures & Sosok Inspiratif

Dinan Adii, Mekanik Otodidak Asal Meepago

6 years ago
Features & Sosok InspiratifOlaraga

Mediol Stiovanny Yoku, Pemain Terbaik Putri Proliga 2023 Asal Papua

4 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Minumnya usaha Bengkel otomotif permanen milik OAP

7 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Dua Pilot Muda Papua Ramaikan Dunia Penerbangan Nasional

9 years ago
Ekonomi & BisnisFeatures & Sosok Inspiratif

Secangkir kopi asli Wamena dari Rosanti

9 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?