Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Hesty Imelda Kere, Jurnalis Perempuan yang ingin berdiri di atas tanah Sendiri
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Jendela Papua > Features & Sosok Inspiratif > Hesty Imelda Kere, Jurnalis Perempuan yang ingin berdiri di atas tanah Sendiri
Features & Sosok InspiratifPerempuan & Anak

Hesty Imelda Kere, Jurnalis Perempuan yang ingin berdiri di atas tanah Sendiri

admin
Last updated: September 21, 2026 17:56
By
admin
Byadmin
Follow:
620 Views
8 years ago
Share
SHARE

Laporan : Agus Pabika

Di luar kesibukannya sebagai jurnalis, Hesty Imelda Kere menyempatkan diri mengurus segala menu dan kebutuhan cafe yang ia dirikan kurang lebih 4 bulan lalu.

Dengan bangunan memanjang seluas 390 meter persegi yang diberi nama cafe Andre di Roobing area itu tak hanya memanjakan pengunjung menikmati aneka kuliner, namun juga menghadirkan warung dengan pemandangan alam.

Cafe Andre yang berada di pingiran danau Sentani samping dermaga Kalkhote - Agus Pabika
Cafe Andre yang berada di pingiran danau Sentani samping dermaga Kalkhote – Agus Pabika

Selain menu ikan gabus danau Sentani ada juga mujair dari danau Sentani yang masih segar juga ada ubi ubi dan sayuran asli dari Papua,” kata Hesty kepada nirmeke.com.

Cafe Andre diakui masih sederhana dengan menyajikan menu khas Papua. Diantaranya ikan gabus danau Sentani yang merupakan endemik yang keberadaan mulai langka. Umbi-umbian dan sayur-sayuran khas Papua juga menjadi menu menarik yang sedemikian rupa menghasilkan cita rasa tersendiri menu Cafe Andre.

“Kami juga berusaha mencari menu baru yang bisa kita buat misalkan ubi dicampur keju sehingga ada cita rasa berbeda termasuk keladi tumbuk yang menjadi khas di cafe ini,” kata Hesty membocorkan sedikit rahasia dapur cafenya.

Aktivitas yang ganda sebagai jurnalis yang membuka usaha itu di latarbelakangi prinsip bahwa orang asli Papua harus bisa menunjukkan kreativitasnya. Hesty sadar, meski seorang wartawati yang setiap hari memburu berita.

“Tetapi kenapa tidak kita punya potensi tidak kita kembangkan? Kenapa tidak ini bisa menjadi motivasi bagi anak anak muda Papua lain,” kata Hesty mengawali cerita awal motivasinya mendirikan usaha.

Baca Juga:  Yanto Gombo mahasiswa ISBI Papua, melukis karena hobi
Para Pengunjung cafe Andre - Agus Pabika
Para Pengunjung cafe Andre – Agus Pabika

Bagi Hesty, menjadi tuan di atas tanahnya sendiri merupakan cita-cita yang dirindukan halnya pemimpin-pemimpin Papua. Dengan prinsip itu anak muda Papua bisa bekerja di atas tanahnya sendiri dan dia bisa menghasilkan dan menjadi pemilik usahanya sendiri.

Prinsip itu ia tuangkan dengan aktivitas usaha yang telah Ia jalani 4 bulan ini. Jiwanya yang ingin Mandiri bersama anak asli Papua terus ia jalani hal itu ia buktikan para pekerja di cafe yang ia kelolah dilakukan mama-mama asli Papua.

Meski ia akui di kafe yang ia kelola belum punya koki ternama, namun itu tak menghalangi kreativitasnya menghadirkan orang lokal yang punya kemampuan mengelola bahan pangan Papua untuk dihidangkan di cafe Andre. “Cafe Andre menu tradisional tapi memiliki cita rasa nasional,” kata Hesti menjelaskannya.

Karyawan mama-mama asli Papua yang bekerja di cafe Andre - Agus Pabika
Karyawan mama-mama asli Papua yang bekerja di cafe Andre – Agus Pabika

Bahan baku masakan seperti ikan gabus danau Sentani, ia jalin mitra bekerja sama dengan para nelayan setempat. Kemitraan dengan nelayan menyuguhkan ikan gabus besar itu sebagai bukti ingin menunjukkan anak Sentani juga bisa memperkenalkan kuliner khas.

Saat ini Hesty mempekerjakan 4 karyawan Mama-mama asli Papua yang masih ada hubungan kerabat. Prinsip lain yang diperlukan dalam Cafe Andre tak hanya pelaku yang asli Papua, namun juga menu lokal khas Papua namun juga menu lokal khas Papua.

Baca Juga:  KNPB Desak Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Dua IRT di Yahukimo Diusut

Hal ini ini justru menarik minat pengunjung, terutama menjelang penyelenggaraan PON 2020 di Papua. Keberadaan Cafe Andre yang berdekatan dengan stadion utama Papua Bangkit di Kampung Harapan Sentani mampu memperkenalkan tamu luar mengenal tentang Papua dari cafe yang ia kelola.

“Yang jelas saya mau yang terbaik, dan kehadiran kami bisa menjual danau Sentani kita, potensi kuliner khas Papua di danau Sentani dan ini juga bisa menjadi satu lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar terutama keluarga dekat kita,” katanya.

Mimpi Hesti tak hanya sampai disitu, perempuan asli Papua ini berencana mengembangkan penginapan di area cafenya yang masih menyisakan lahan, meski hanya untuk 2 hingga 3 tamu bisa menginap di Kalkhote area cafe yang ia kelola.

Cafe yang ia kelola mampu menampung 200 orang pengunjung karena posisi hanya tambatan Perahu namun jika dihitung hingga di lapangan parkiran, bisa menampung 500 orang karena lahan kita cukup besar.

aksesoris sewaan milik cafe Andre yang bisa di sewa oleh pengunjung untuk berfoto - Agus Pabika
Aksesoris sewaan milik cafe Andre yang bisa di sewa oleh pengunjung untuk berfoto – Agus Pabika

Meski memiliki usaha Cafe yang melayani pelanggan setiap hari, Hesty mengaku tidak terganggu dengan aktivitas profesinya sebagai wartawati. Semua pengelolaan dilakukan karyawan yang ia bisa dipercaya apalagi hubungan kekerabatan yang dekat.

Semangat Hesti ingin berdiri di atas tanahnya sendiri diakui bukan hal mudah. Ia mengaku sebelum mendirikan cafe yang ia kelola sekarang sering mengalami kegagalan.

“Yang penting lakukan dulu, kalau menghadapi kendala, gagal bangkit lagi dan lakukan lagi karena saya sudah buka cafe ini 5 kali gagal. Tapi saya tetap tidak akan pernah berhenti dan saya akan tetap jalan,” ujar Hesty penuh semangat. (*)

Related

You Might Also Like

Bupati Yahukimo Lantik Pengurus GOW 2025–2030, Dorong Perempuan Aktif Melayani di Berbagai Sektor

Bekerja Keras Menekan Angka Penderita HIV/AIDS

Lina Hisage Pecahkan Rekor Nasional Tolak Peluru U18 Putri di ASEAN Schools Games 2025

Nikolaus Haluk, Perintis Seni Pahat di Jayawijaya

Mengajar ala Gerakan Papua Mengajar

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Di Wamena, Noken Sambut Bayi Baru Lahir
Next Article Bangun cara berfikir kritis, BEM USTJ gelar pelatihan jurnalistik
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Empat Mahasiswa ISBI Terima Hibah Kepala Kampung Yogonima
Pendidikan
2 hours ago
Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Diusir dari Kontrakan, Pemkab Didesak Segera Bertindak
Pendidikan
7 hours ago
KPA dan Pemkab Lanny Jaya Dorong ASN Sehat, Oby Yanengga Usul Tes HIV Berkala
Kesehatan Papua Pegunungan
11 hours ago
Pengurus Baru IKBD-KLPUW2S Dilantik, HMPJ Tekankan Peran Mahasiswa Hadapi Perubahan Zaman
Pendidikan
1 day ago
Baca juga
ArtikelPerempuan & Anak

Film “The Women King” Kisah Nyata Dalam Perjuangan Perempuan Afrika

3 years ago
Perempuan & AnakTanah Papua

Ketua GOW Yahukimo Hadiri Pembinaan Pengurus Wilayah GJRP Klasis Sumtamon

1 year ago
Features & Sosok Inspiratif

Ketika Yanto melukis Lukas Enembe terbalik

9 years ago
ArtikelPerempuan & Anak

Perempuan Genyem Yang Tanguh

3 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Menjual sayur dari kebun sendiri

9 years ago
Perempuan & AnakPolhukamTanah Papua

Perempuan Bokondini Kecam Penembakan Warga Sipil, Sebut Pendekatan Keamanan Gagal Lindungi Masyarakat

6 months ago
Catatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

Putri Pemberontak Gigi Revolusi Dari Papua

2 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Asrama Samuel Danowage, Korowai Batu

7 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?