Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Di Wamena, Noken Sambut Bayi Baru Lahir
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Seni & Budaya > Di Wamena, Noken Sambut Bayi Baru Lahir
Seni & Budaya

Di Wamena, Noken Sambut Bayi Baru Lahir

admin
Last updated: September 21, 2026 17:55
By
admin
Byadmin
Follow:
606 Views
8 years ago
Share
SHARE

Oleh: Ronny Hisage

Iklan Nirmeke

 

Bagi kaum perempuan di Lembah Baliem Wamena, wajib hukumnya menyumbang noken kalau seorang bayi dilahirkan. Mereka (para wanita) bahkan sudah merajut noken sejak bayi masih dalam kandungan sang ibu. Tradisi ini memiliki makna bahwa seorang bayi yang lahir polos tanpa busana ini harus dibungkus dengan noken sebagai tempat tidur dan untuk digendong saat beraktifitas. Seorang Ibu dianggap tidak tahu adat kalau menjenguk bayi tanpa dibekali sebuah noken.

Noken merupakan warisan suku-suku yang termasuk ras Melanesia yang ada di Tanah Papua. Setiap suku di Papua memberi nama sendiri untuk tas multifungsi ini ke dalam bahasa daerah masing-masing. Masyarakat Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya menyebut noken dalam bahasa daerah adalah Su.

Layaknya kaum perempuan di dunia yang menyukai tas, tak terkecuali perempuan di Wamena. Para Wanita di Wamena merasa tidak lengkap kalau tidak menggunakan noken atau su, Pada saat mereka melaksanakan acara- acara adat dan pesta pesta adat serta acara pernikahan perempuan. Bahkan kemanapun mereka pergi harus menggantungkan noken di kepala, karena jika mereka tidak menggunakan noken mereka merasa tidak lengkap. Inilah yang membuat kaum perempuan di Wamena sangat identik dengan noken atau Suh.

Noken atau tas tradisonal ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat Jayawijaya dan pegunungan tengah Papua, antara lain membawa hasil kebun, kayu api, atau ternak yang di panen dari kebun untuk dijual di pasar atau sebaliknya. Pelajar dan mahasiswa juga banyak yang menggunakan noken, berukuran kecil, untuk membawa buku dan alat tulis. Bahkan di era sekarang di wilayah Pegunungan Papua, noken menggantikan peran kotak suara pada pemilihan Umum.

Baca Juga:  Noken Simbol dan Identitas Orang Papua

Dari semua manfaat Su tersebut yang paling penting bagi masyarakat Lembah Baliem Wamena adalah Suh yang juga memiliki nilai budaya yang masih sangat tinggi dan melekat di Wamena. Pada pesta adat tertentu Suh berperan penting sebagai alat barter atas sumbangan ternak babi yang diberikan keluarga pada pesta adat tersebut.

Baca Juga:  Mengapa Saya Tidak Suka Disebut Suku Dani?

 

Nilai budaya lainnya dari Su atau noken yang hingga saat ini masih berlaku bagi masyarakat Lembah Baliem Wamena adalah saat seorang bayi yang baru dilahirkan. Bagi masyarakat pribumi Wamena wajib hukumnya kalo seorang bayi dilahirkan keluarga dari sang ayah dan ibu si bayi tersebut harus menyambut bayi itu dengan Suh atau noken.

 

 

 

 

 

(Bersambung) ….

Related

You Might Also Like

Libarek Menjadi Pelopor Penetapan Hukum Adat di Jayawijaya

Kebudayaan Dan Kekuasaan

Perahu Wai Ron bentuk kebangkitan budaya orang Papua

Musisi, Komunitas, dan Jurnalis Bersatu Galang Dana untuk Siswa Pengungsi Nduga

Mitos Manarmakeri dan Gerakan Koreri di Papua Barat

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article SAMN kecewa, Aksi demo Miras di Wali kota di hadang TNI/Polri 
Next Article Hesty Imelda Kere, Jurnalis Perempuan yang ingin berdiri di atas tanah Sendiri
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Hamka Yelipele Dilantik sebagai Anggota MRP Papua Pegunungan, Keluarga Gelar Syukuran
MRP Papua Pegunungan
13 hours ago
Markus Haluk Tekankan Pentingnya Budaya, Iman, dan Literasi Digital bagi Generasi Muda
Pendidikan
3 days ago
IPMPKDPT Gelar Penerimaan Anggota Baru, Perkuat Iman Katolik dan Budaya Papua
Tanah Papua
3 days ago
KPA Lanny Jaya Edukasi Mahasiswa Mapogadi, Dorong Kesadaran dan Kepedulian terhadap HIV/AIDS
Kesehatan
3 days ago
Baca juga
LingkunganSeni & Budaya

Seni, Musik, dan Aksi Peduli Hutan Papua Bersama WALHI & KORK Papua

11 months ago
ArtikelPena PapuaSeni & Budaya

Perempuan Lani dan Tali atau Cawat

12 months ago
Papua TengahSeni & Budaya

Lis Tabuni Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Komunitas Papua Kreatif di Nabire

9 months ago
PendidikanSeni & BudayaTanah Papua

Pengurus Sekolah Adat Siap Gelar Festival Sekolah Adat Hugulama I Tahun 2026

1 year ago
EditorialSeni & Budaya

Mengapa Begitu Banyak Musisi Besar Adalah Orang Kulit Hitam?

2 years ago
Papua PegununganPendidikanSastraSeni & Budaya

Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda

8 months ago
Seni & Budaya

Noken Simbol dan Identitas Orang Papua

3 years ago
EditorialSeni & Budaya

Memahami Sejarah dan Perkembangan Musik Rap

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?