Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Minumnya usaha Bengkel otomotif permanen milik OAP
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Jendela Papua > Features & Sosok Inspiratif > Minumnya usaha Bengkel otomotif permanen milik OAP
Features & Sosok Inspiratif

Minumnya usaha Bengkel otomotif permanen milik OAP

admin
Last updated: September 21, 2026 18:01
By
admin
Byadmin
Follow:
465 Views
7 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Tempat lantai beralas tanah, tanpa pagar hanya di kelilinggi seng-seng bekas untuk menutupi tempat kerjanya bersama beberapa karyawan putra daerah asli Papua.

Iklan Nirmeke

Sembilan tahun bukan waktu yang muda bagi Max Kabes untuk menjalankan usaha otomotif perbengkelan yang ia buka di jalan SPG Taruna Bakti Waena.

Berbekal ilmu dan pengalaman yang ia peroleh selama di Sekolah Teknik Mesin (STM) Negeri Kotaraja Luar.

Bengkel otomotif yang di buka Max Kabes, panggilan akrabnya tersebut mengatakan sudah berdiri 9 tahun lebih sejak tahun 2008 dengan nama bengkel mobil Rehobot.

“untuk karyawan sendiri lebih banyak saya ambil anak-anak asli Papua karena saya lebih condong untuk kita mentransfer ilmu ke mereka agar kita juga memberdayakan orang Papua supaya terus ada kelanjutan dalam bidang otomotif,” kata Max yang juga mewarisi profesi orang tuanya yang juga mekanic didikan Belanda.

Di bengkel otomotif miliknya, Max mempekerjakan semua karyawannya anak-anak asli Papua. Di bagian bongkar mesin dua anak dari Merauke, satu Evi Kogoya dari pegunungan di tambah untuk bagian painting (duko) atau cat bodi dari non Papua karena tidak semua anak-anak Papua bisa ahli di bidang ini, ada juga namun masih tahap proses belajar di kami.

“kita perlu orang yang profesional karena itu yang kami jual. Bengkel mobil Rehobot melayani perbaikan mesin dari dua tipe mesin yaitu mobil bensin dan diesel, untuk semua jenis mobil ditambah pengecatan (cat duko),” katanya.

Max juga membutuhkan perlengkapan yang lengkap dan lebih bagus untuk menunjang usaha ini karena selama ini kita kalah bersaing karena kita tidak punya alat yang modern seperti diaknosis karena alat tersebut akan memudahkan kita untuk mendeteksi (mendiaknosis) kerusakan pada trabel mesin mobil.

Baca Juga:  Antropologi Uncen, Kisah di Usia 40 Tahun

“mobil-mobil sekarang sistemnya sudah Electronic Control Unit (ECU) pakai komputer berbeda dengan mesin-mesin dulu karena manual saja jadi kerja tutup mata saja barang jadi tapi sekarang tanpa barang itu (diaknosis) sudah untuk mendeteksi kerusakan pada mobil, raba-raba bikin kepala sakit,” kata Max.

Max menjelaskan di bidang otomotif orang Papua yang bergelut di bidang ini sangat minim, meski ada banyak anak-anak Papua yang menekuni bidang otomotif namun kurang serius untuk mengembangkan keahliannya untuk menjadikan satu usaha perbengkelan.

“nyali untuk buka bengkel itu yang kurang untuk anak-anak Papua, meski skil dan kemampuan mereka (anak-anak Papua) punya dengan demikian kita bisa bersaing dengan non Papua yang punya perbengkelan, kita tunjukan bahwa kita juga bisa,” katanya.

Max selalu yakin dengan usaha apa saja yang orang Papua lakukan dengan hikmat dan marifat yang di berikan Tuhan selalu yakin ketika kita bangkit untuk mandiri pasti kedepan akan lebih bagus terutama kualitas.

Ketika kita punya kemauan untuk menekuni, mencintai kita punya usaha itu akan berjalan baik tergantung keseriusan kita untuk jalankan usaha tersebut. Terutama kata Max, konsep cara berpikir orang Papua harus lebih luas dalam artian kita jangan terus mencari kerja ke PNS tapi bagaimana kita menekuni bidang lain yaitu wirausaha.

Dalam menjalankan usaha perbengkelannya Max mengaku banyak menghadapi kendala terutama soal finansial modal berupa dana karena orang Papua dimata bank itu tidak dipercaya lagi (pamor hilang).

“kita tidak begitu di perhatikan, ketika kita berikan penawaran ke bank mereka masih pikir-pikir untuk berikan modal ke kita. Sa mau itu kalau boleh kita yang bantu kita sesama orang asli Papua terutama pemerintah maupun KAP Papua hadir dan melihat usaha seperti kami ini,” katanya.

Baca Juga:  Kisah Penghuni Berjuang di Asrama Mahasiswa Daerah

Pemerintah punya tanggung jawab untuk memberikan modal ke kita dalam bentuk apa saja baik dana hibah maupun bergulir langsung dari pemerintah karena orang Papua ini kebanyakan manajemennya masih kurang begitu bagus (kacau balau) sehingga di bidang ini perlu belajar menata menejemen agar ada kepercayaan dari pemerintah dalam memberikan modal usaha.

“kalau ada modal saya bisa bikin bengkel otomotif yang besar (permanen) seperti milik non Papua tidak seperti sekarang yang hanya beralas tanah ini, bisa dikatakan bengkel separuh tradisonal. Orang bank lebih percaya non Papua sehingga dalam usaha seperti ini mereka yang lebih maju di banding kita sehingga pemerintah dan KAP Papua harus bantu kami,” katanya Max.

Max Juga berharap wirausaha seperti ini menjadi contoh untuk anak-anak Papua terutama adik-adik siswa jurusan SMK agar mereka bisa menekuni bidang otomotif sehingga bisa bersaing dengan non Papua secara sehat dengan membuat bengkel mobil dan motor yang lebih bagus di dukung modal oleh pemerintah.

“kita tunjukan bahwa kitong orang Papua juga bisa tampil, kita juga patut diperhitungkan juga oleh orang lain yang ada di luar Papua. Untuk bisa bangkit kita punya komitmen yang bagus, dengan menjaga kepercayaan melalui modal yang di  berikan,” katanya.

Max juga ingin usaha-usaha yang di jalankan anak-anak Papua tidak hanya terkesan biasa-biasa saja dan tradisional namun harus berkembang pesat dengan kebutuhan perlengkapan yang modern seperti diler mobil seperti itu. (*)

Laporan : Agus Pabika

Related

You Might Also Like

Fredy Degei, Barista asal Papua yang peduli kopi Papua 

Noken buah tangan Mama; yang dibanggakan, yang dilarang

Nela Fakdawer, Perempuan Papua yang mandiri

Mungguar, Pejuang Kharismatik nan Pemberani itu Telah Pergi

Bekerja Keras Menekan Angka Penderita HIV/AIDS

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pucuk jalanan, siapa yang disalahkan !!!
Next Article Markus Kabes, Montir Papua Pemilik Bengkel Mobil “Rehobot”
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

30 Atlet Taekwondo Jayawijaya Dipersiapkan Hadapi Papua Open dan Pra-PON
Olaraga
13 hours ago
HUT HMPT ke-22, KPA Tolikara Edukasi Mahasiswa tentang HIV/AIDS
Kesehatan Pendidikan
18 hours ago
Pencaker Papua Pegunungan Desak Pemprov Beri Kejelasan Nasib CPNS Formasi 2024
Papua Pegunungan
2 days ago
Mardi Hiluka Kembali Pimpin KNPB Wilayah Balim-Wamena
Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Features & Sosok Inspiratif

Kisah Mariana Ibo Pulanda, Pengrajin Batik Asal Papua

7 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Cinta di Balik Rambut Panjang Lelaki Papua

4 years ago
Ekonomi & BisnisFeatures & Sosok Inspiratif

Baju rajutan khas Papua di Elisabet Salon Jayapura

8 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Markus Kabes, Montir Papua Pemilik Bengkel Mobil “Rehobot”

7 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Asrama Samuel Danowage, Korowai Batu

7 years ago
Features & Sosok InspiratifPerempuan & Anak

Hesty Imelda Kere, Jurnalis Perempuan yang ingin berdiri di atas tanah Sendiri

8 years ago
Features & Sosok InspiratifPerempuan & Anak

Gembala Neri Paragaye : Anak Jalanan Berharga di mata Tuhan

9 years ago
Features & Sosok Inspiratif

Kopi ‘Aluama Hubulama’ dari Lokal menuju mancanegara

7 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?