Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Dua Pilot Muda Papua Ramaikan Dunia Penerbangan Nasional
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Dua Pilot Muda Papua Ramaikan Dunia Penerbangan Nasional

Dua Pilot Muda Papua Ramaikan Dunia Penerbangan Nasional

admin
Last updated: February 11, 2018 13:10
By
admin
Byadmin
Follow:
484 Views
8 years ago
Share
SHARE

Dua pilot asli Papua, Herman Zonggonau, dan Amianus Wamang, ikut meramaikan dunia penerbangan nasional.

Iklan Nirmeke

Jayapura, nirmeke.com – Mimpi dua pemuda asli Papua, Herman Zonggonau dan Amianus Wamang, menjadi kenyataan. Keduanya dinyatakan lulus dan telah diwisuda oleh Genesa Flight Academy. Kehadiran mereka ikut meramaikan dunia penerbangan nasional, khususnya di Papua.

Herman dan Amianus merupakan dua diantara pilot Papua yang lahir melalui program beasiswa dana kemitraan Freeport bagi pengembangan masyarakat, yang dikelola Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK).

Luasnya wilayah Papua, provinsi paling Timur Indonesia yang mencapai hampir 21 persen dari luas wilayah Indonesia, dan dengan kondisi alamnya yang unik, menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah provinsi Papua. Berjalan kaki puluhan kilometer bagi masyarakat pedalaman untuk mencapai pusat kota merupakan hal yang biasa.

Pengalaman ini yang kemudian berdampak pada mimpi sebagian anak-anak Papua untuk menjadi penerbang atau pilot, untuk keluar dari keterpencilan, melihat dunia lain, dan mengejar ketertinggalan.

Perjalanan kedua pemuda ini dimulai sejak 2013, ketika mereka lolos seleksi program beasiswa khusus LPMAK. Sebelum memasuki masa studi, peserta program mendapatkan bimbingan baik secara mental dan psikis dari Yayasan Bina Teruna Bumi Cendrawasih (Binterbusih), sebagai mitra Biro Pendidikan LPMAK yang melakukan pendampingan bagi peserta program. Herman dan Amianus kemudian menempuh studi selama 3 tahun di Genesa Flight Academy.

“Saya berjuang mengejar mimpi dengan dukungan berbagai pihak. Saya lahir dari keluarga yang sederhana, mimpi saya ini menjadi sesuatu yang mustahil untuk tercapai. Biaya pendidikan sekolah penerbangan mencapai Rp 1 miliar, belum ditambah dengan training keahlian khusus untuk penambahan rating,” kata Herman, Jumat (4/8).

Ketua Yayasan Binterbusih, Paul Sudiyo, mengatakan, beasiswa merupakan kesempatan dan bukan hak. Paradigma ini dibangun untuk mendorong mentalitas anak-anak dari tujuh suku untuk bersaing dan meraih peluang.

“Ada empat komitmen pendampingan yang diterapkan, diantaranya, membangun iman yang teguh, karakter yang kuat, pengetahuan yang memadai dan skill,” ujar Paul Sudiyo.

Lebih lanjut, Paul mengungkapkan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh pihaknya dalam pendampingan mahasiswa penerima beasiswa LPMAK.

“Tantangan terbesar adalah dalam memberikan motivasi dan bimbingan, untuk menjadikan mereka pribadi yang disiplin, bertanggung-jawab dan berkomitmen untuk menyelesaikan studi,” tambah Paul. (*)

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Menangani gizi buruk dan campak di Asmat
Next Article Gembala Neri Paragaye : Anak Jalanan Berharga di mata Tuhan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Berita Foto Nasional Papua Tengah Polhukam
6 days ago
Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 weeks ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 weeks ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 weeks ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?