Oleh: Marinus Mesak Yaung
Saya merasa perlu untuk menulis pergumulan hati saya ini menjelang perayaan Natal tahun 2023 agar semua, keluarga di Papua, yang sekolahkan anak – anak kalian di luar Papua, harus diawasi dan dikontrol kehidupan mereka dalam doa dan nasehat.
Saya dan istri sejak bulan Juni 2023, melayani dan merawat lima orang perempuan yang terinfeksi AIDS. Karena status mereka adalah ibu dengan anak – anak yang masih kecil dan masih usia sekolah, kami melayani mereka dengan doa dan terapi makanan kesehatan AFC Sob Subarasih dan Utsukishhii. Kami menasehati mereka untuk merubah pola hidup dengan menerapkan pola hidup sehat.
Diantara lima perempuan ODHA tersebut, ada empat perempuan yang sudah memiliki langganan banyak mahasiswa Papua, Ambon dan NTT. Dua perempuan di Yogyakarta, dan duanya lagi di Jakarta.
Saya ketika melihat nomor telpon dan foto profil orang – orang dari Papua, NTT, dan Ambon tersebut di handphone ke empat ibu muda ini, ada beberapa mahasiswa Papua dan NTT yang pernah saya dengar nama mereka. Saya sedih dan kepikiran tentang keadaan nasib mereka. Apakah saat ini mereka masih hidup, masih sehat atau sedang sakit atau sudah meninggal, selalu pikiran itu terlintas di benak saya.
Keempat ibu yang terinfeksi AIDS ini, kondisi kesehatan mereka, waktu kami bertemu bulan Juni 2023 lalu, sangat memburuk. Di bagian organ vital mereka, di anus dan di vagina mereka, sudah luka dan tumbuh jamur.
Saya cukup ngeri dan merasa aneh, karena banyak langganan keempat ibu muda ini, suka berhubungan sex dari lubang anus mereka. Istri saya cerita kepada saya bahwa, kurang lebih 20 tahun lalu dia terlibat dalam pelayanan orang – orang dengan HIV / AIDS di Yogyakarta, kasus hubungan sex melalui lubang anus atau dubur itu sudah sering terjadi dan menjadi salah satu faktor penyumbang terbesar penyebaran AIDS di kalangan para petualang sex bebas.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa, sex bebas di kalangan mahasiswa cukup tinggi di kota – kota studi di luar Papua. Khusus untuk mahasiswa Papua di kota – kota studi yang mungkin kebiasaanmu melakukan sex bebas cukup tinggi, dan sudah muncul gejala – gejala terinfeksi HIV / AIDS, jangan ragu untuk mengontak kami. Kalau yang sudah dinyatakan positif HIV / AIDS, jangan ragu juga kontak kami. Masih ada solusi untuk membuat hidup kita lebih produktif meskipun di tubuh kita ada virus HIV / AIDS.
Terinfeksi HIV / AIDS bukan akhir dari segala – galanya. Masih ada Tuhan Yesus yang hidup. Jangan kehilangan pengharapan. Kontak kami dan kami akan lanjutkan diskusi selanjutnya untuk membuat engkau menjalani hidup yang lebih sehat dan lebih kuat lagi.
