Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mantan Ketua Harian KPA Papua Dihukum 8 Tahun Penjara Karena Kasus Korupsi Dana Hibah
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Kesehatan > Mantan Ketua Harian KPA Papua Dihukum 8 Tahun Penjara Karena Kasus Korupsi Dana Hibah
Kesehatan

Mantan Ketua Harian KPA Papua Dihukum 8 Tahun Penjara Karena Kasus Korupsi Dana Hibah

admin
Last updated: March 5, 2023 15:50
By
admin
Byadmin
Follow:
446 Views
4 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jayapura pada Rabu (22/6/2022) menyatakan mantan Ketua Harian Komisi Penanggulan AIDS atau KPA Provinsi Papua, Yanuel Matuan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana hibah KPA Papua tahun 2019.

Iklan Nirmeke

Matuan dihukum 8 tahun penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp7.476.787.000.

Perkara korupsi dana hibah KPA Papua tahun anggaran 2019 itu diperiksa oleh majelis hakim yang diketua Linn Carol Hamadi SH bersama hakim anggota Arif Noor Rohkman SH MH dan Nova Claudia de’Lima SH.

Sidang pembacaan putusan perkara Yanuel Matuan itu baru berlangsung pada Rabu pukul 17.00 WP, menjelang Pengadilan Negeri Jayapura tutup kantor. Kasus korupsi itu terkait dengan penggunaan dana hibah KPA Papua untuk membeli Suplemen Purtier Placenta yang diproduksi PT Riway Internasional.

Pembelian Suplemen Purtier Placenta yang dilakukan Matuan tidak sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran KPA Papua, dan menimbulkan kerugian negara senilai Rp7 miliar lebih, sehingga menjadi perkara korupsi.

Baca Juga:  Momentum Hari Kartini ke – 138 Tahun, Ini yang Dilakukan TP PKK Yahukimo

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Yanuel Matuan terbukti bersalah melakukan korupsi, dan menjatuhkan vonis 8 tahun penjara. Matuan juga dihukum untuk membayar denda senilai Rp500 juta, dan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Selain itu, Yanuel Matuan juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp7.476.787.000.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan uang pengganti itu harus dibayarkan dalam waktu 1 bulan setelah putusan itu berkekuatan hukum tetap. Putusan itu menyatakan jika uang pengganti kerugian negara tidak dibayarkan dalam jangka waktu 1 bulan setelah putusan itu berkekuatan hukum tetap, harta benda Yanuel Matuan akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti itu.

Jika harta Matuan tidak cukup untuk menutupi uang pengganti itu, hukuman uang pengganti akan diganti dengan hukum penjara selama 3 tahun dan 6 bulan. Dengan putusan itu, majelis hakim memerintahkan agar Matuan tetap ditahan.

Baca Juga:  KPA Jayawijaya: Kasus ODHA di Jayawijaya Mencapai 8.386 Jiwa

“Menetapkan terdakwa tetap ditahan rumah tahanan negara,” demikian bunyi putusan tersebut.

Yanuel Matuan mengikuti persidangan itu secara daring dari Lembaga Pemasyarakatan Abepura, Kota Jayapura.

Setelah mendengarkan pembacaan putusan itu, Matuan terlihat berdiri dan berteriak membentak majelis hakim. Matuan kemudian pergi meninggalkan ruangannya, sehingga tampilan zoom terlihat kosong. Hingga sidang dinyatakan ditutup, Matuan tidak terlihat lagi dalam tampilan zoom itu.

Majelis Hakim memberikan waktu 7 hari bagi Matuan untuk mengajukan banding apabila berkeberatan dengan putusan tersebut. Majelis hakim Linn Carol Hamadi SH kemudian menutup sidang pembacaan putusan itu.

Usai persidangan, advokat Bernadus Wahyu Herwan Wibowo SH MH selaku penasehat hukum Yanuel Matuan menyatakan vonis 8 tahun penjara itu sangat memberatkan kliennya. Akan tetapi, Wahyu menyerahkan keputusan untuk mengajukan banding atau menerima putusan kepada Yanuel Matuan.

“Kami serahkan kepada terdakwa untuk pikir-pikir selama 7 hari ini,” katanya. (*)

Sumber: JUBI

Related

You Might Also Like

DPRD dan Dinkes Jayawijaya Bahas Keterlambatan Penyaluran Beasiswa Mahasiswa Kedokteran

Forum Pemberantasan Miras dan Narkoba Ajak Pemuda Baptis West Papua Sadar Akan Ancaman Kepunahan

Mahasiswa Papua Dalam Ancaman Kematian HIV/AIDS

Satgas Covid-19 KAP Papua Kembali Salurkan Paket Sembako ke Mama-mama Papua

Direktur RSUD Jayapura Upayakan Layanan Kesehatan Bagi Orang Asli Papua Gratis 

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Singgung Data Mahfud MD, Anggota DPD Usul Referendum Pemekaran Papua
Next Article Pelaku Belum Bayar Denda, Keluarga Korban Palang Asrama Mahasiswa Teluk Bintuni di Jayapura
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
4 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
KesehatanPapua Pegunungan

Pemkab Yahukimo Salurkan 1 Ton Beras untuk Hutkimo, 22 Warga Meninggal akibat Wabah dan Kelaparan

2 months ago
Kesehatan

Dinkes Papua Rekrut Tenaga Kontrak Program Tanggap Darurat Covid-19 

5 years ago
KesehatanTanah Papua

FPMN Papua Pegunungan Bekali Siswa Dengan Materi Bahaya Miras dan Narkoba

2 years ago
KesehatanPendidikanTanah Papua

Beasiswa Mandek, DPRD Nilai Bupati dan Dinkes Gagal Jaga Komitmen SDM Kesehatan

8 months ago
Kesehatan

TP-PKK Yahukimo Gelar Kegiatan Sosial di Posyandu Obaree Boo

7 months ago
Kesehatan

KPA Provinsi Papua Beri Sosialisasi Bahaya HIV AIDS ke Mahasiswa Jayawijaya di Jayapura

3 years ago
KesehatanTanah Papua

Ketua TP PKK Yahukimo Hadiri Rakornas Posyandu Terpadu 2025 di Jakarta

7 months ago
Kesehatan

Pemkab Lanny Jaya Perkuat Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?