Wamena, nirmeke.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Wamena dan sekitarnya kembali memicu longsor yang mengakibatkan ruas jalan terputus serta terganggunya aktivitas masyarakat, Selasa, 17 Maret 2026, (malam).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, material longsor menutup badan jalan hingga menyebabkan kendaraan, termasuk mobil trayek SG, tidak dapat melintas dan sebagian terjebak genangan air.
Selain itu, dampak longsor juga merusak infrastruktur kelistrikan. Sejumlah tiang listrik dilaporkan tertimbun material longsor, sehingga menyebabkan aliran listrik di lokasi terdampak ikut terputus.
Berdasarkan laporan di lapangan, tanah longsor terjadi di Kampung Pobiatma (Pobiakma), Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Kawasan ini diketahui merupakan titik rawan bencana, di mana longsor kerap terjadi dan telah menyebabkan kerusakan rumah warga serta memutus akses jalan penghubung Jayawijaya–Yahukimo sejak Desember 2025 hingga awal 2026.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengganggu penerangan di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Warga setempat mendesak pemerintah daerah bersama pihak terkait, termasuk PT PLN (Persero), untuk segera turun tangan menangani dampak longsor serta memulihkan akses jalan dan jaringan listrik.
“Jalan terputus dan lampu juga padam. Kami harap pemerintah segera melihat kondisi ini dan mengambil langkah cepat,” ujar salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penanganan darurat maupun estimasi waktu pemulihan akses jalan dan listrik di wilayah terdampak.(Red)*
