Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Pater Neles Tebay: Paus Belum Sebut Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Editorial > Pater Neles Tebay: Paus Belum Sebut Papua
Editorial

Pater Neles Tebay: Paus Belum Sebut Papua

admin
Last updated: March 5, 2023 16:03
By
admin
Byadmin
Follow:
733 Views
5 years ago
Share
Koordinator Jaringan Damai Papua, Pater Neles Tebay, saat dipotret di Pastoran Unio Indonesia, Jakarta, Selasa, 5 Maret 2013. Pater Neles terpilih sebagai penerima penghargaan Internasional bidang keadilan dan perdamaian Tji Hak-soon Justice & Peace Award tahun 2013 dari Korea Selatan atas dedikasinya mendorong pembicaraan damai (peace talk) dan perlindungan HAM di Papua. [Dok.TEMPO/Dwianto Wibowo; DW2013030601]
SHARE

“Nai, saya akan ambil program doktor di Universitas Kepausan Urbaniana di Roma. Di sana saya akan berjuang supaya kata Papua diucapkan oleh Paus. Jika Paus sebut kata Papua saja, biar pun saya sendiri saja di Kampus itu, saya akan waita!”

Iklan Nirmeke

Saya ingin melanjutkan pekerjaan saya hari ini. Menulis sebuah Cerpen dan Novel. Tapi baru saja saya masuk di akun Facebook, kedapatan dengan tulisan Yosef Rumaseb ini.

Muncul tiba-tiba di layar handphone saya ini. Lalu saya copy dan paste di dinding Facebook saya. Tidak memakan waktu dua detik. Satu detik langsung pak Yosef merespon dengan tanda super.

Sementara saya sibuk mengingat almarhum. Sampai mengingatkan saya dalam sebuah pertemuan pada 2017 lalu.

Waktu itu saya bertemu di kediamannya, kompleks perumahan dosen STFT Fajar Timur. Saya bertemu setelah Pater pulang dari Jawa. Habis berobat.

Ceritanya saya hendak melakukan sebuah investasi terkait kematian anak-anak di bawah umur dan ibu hamil di wilayah Mbua, kabupaten Nduga, Papua.

Disana kami bicara tentang banyak hal. Mulai dari metode investigasi apa yang kami akan gunakan saat itu. Sampai bagaimana untuk melakukan advokasi lebih lanjut.

Pater cukup banyak memberikan pandangan yang sangat brilian. Dia sangat prihatin dengan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil yang meninggal dunia dalam usia produktif.

Baca Juga:  MRP DIPERSIMPANGAN JALAN (Kasus pada Pilkada 2024)

Ia berharap agar ada sebuah ruang dialog, kelak untuk menyelesaikan akar persoalan di Papua dengan cara damai–tanpa kekerasan.

Dalam diskusi lepas itu, ia bakal sedikit menyinggung kerinduannya.

Adama yang suka bicara santai dan rama itu bicara soal kerinduan dia agar kelak pimpinan gereja katolik di Roma angkat suara soal Papua.

Dia ingin sekali pada suatu hari Paus bicara tentang Papua. Bicara ini bikin saya sedih. Sungguh.

Dia memang tidak bicara secara benderang. Tapi dengan hati-hati mengatakan: “yang paling berat itu membuat kita punya pimpinan gereja ini bicara soal perdamaian di Papua”.

Kerinduan Pater Neles yang diutarakan oleh Pak Yosef ini sangat benar. Sama seperti ia sampaikan kepada saya dan berapa teman.

Ia selalu menginginkan agar kelak pimpinan gereja katolik itu berkunjung ke Papua.

Jika tidak bisa berkunjung ke Papua, maka cukup sebut nama Papua dari luar.

Jangankan berkunjung, menyebut dalam doa tak kelihatan saja ia sangat senang. Kerinduan itu ia nantikan selama hidup. Sampai akhir hayat.

Sudah tiga tahun Pater Neles pergi. Tapi sayang, Paus tak kunjung datang dan tak lagi menyebut nama Papua. Bahkan Pater tak sempai goyang. Sedih.

Lalu, kapan Paus akan menyebut nama Papua? Pater tidak tahu. Kita pun tidak tahu.

Baca Juga:  Pasifik Selatan: Kelemahan, Peluang dan Tantangan ke Depan

Tapi diharapkan supaya gereja katolik Roma yang memiliki dosa politik terhadap orang Papua melalui “Roma Agreement” itu kelak meminta maaf kepada orang Papua.

Gereja ini harus berani berkata jujur dan merasa bersalah. Dengan sadar dan dengan rasa tanggung jawab moral politik kelak bicara soal nasib dan masa depan orang Papua.

Neles tahu, sebut nama Papua oleh Bapa Suci di Tahta Suci Vatikan, Papua tidak langsung jadi damai. Tapi dia senang karena kerinduannya bisa diobati dan dia bisa menyaksikannya.

Semoga buah kerinduan Neles Tebai itu jatuh pada generasi ini. Jika, tidak sempat goyang di hadapan Paus, waitalah di hadapan Allah, Neles Tebai.

Karena Tuhan akan bekerja dan Paus akan menyebut nama Papua. Entalah kapan, kita berdoa kepada Tritunggal saja dalam iman dan pengharapan.

Neles Tebai kalau jadi Uskup Keuskupan Jayapura pasti bikin mulut Paus Fransiskus hari ini beda. Sayang, hanya saja ada yang tidak suka dengannya.

Neles Tebai sakit, menderita dan meninggal dunia secara halus. Seakan seperti pembunuhan terencana dan sangat sistematis. Motifnya dengan kematian pastor Papua lain hampir mirip.

Damailah bersama para kudus, Neles Tebai. Serukan perdamaian untuk tanah air dari sorga. Nyatakan kerinduan dalam doa-doa luhur dari hadirat Allah.

 

Sumber: fb Soleman Itlay

Related

You Might Also Like

Tiga Pertemuan Rahasia ” Hotel Maraw”

Salibkan Lukas Enembe

Peta Kekerasan di Papua Barat: 100 Ribu Orang Terbunuh

Persatuan Itu Modal Pembebasan Dari Penindasan

Seharusnya Wio Silimo Menjadi Nama Ibukota Di Wamena

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Komitmen Tingkatkan SDM Papua, PLI Lakukan MoU Dengan Dallas Baptist University America 
Next Article Dinan Adii, Mekanik Otodidak Asal Meepago
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
3 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
Editorial

Hukum Tanah Setempat

3 years ago
EditorialPendidikan

Nasionalisme Indonesia Di Papua Dalam Ancaman Serius

2 years ago
Editorial

Gereja Bukan tempat Fashion Show

8 years ago
Editorial

Terkuak Kasus penembakan Bukit Arfai Papua 1965

3 years ago
Editorial

Fenomena Jual-Beli Marga Papua: Telanjangi Diri Sebelum Punah

3 years ago
Editorial

Kekerasan Seksual Jadi Jenis yang Paling Banyak Dialami Korban Sepanjang 2022

3 years ago
EditorialTanah Papua

Demo Damai Rakyat Papua Dibalas dengan Moncong Senjata

5 years ago
EditorialOlaraga

Persiwa Wamena Terancam Absen, Sejarah dan Harapan di Ujung Tanduk

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?