Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Dari Ruang Rapat ke Ladang: Menagih Sinergi Pengendalian Inflasi di Papua Pegunungan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Dari Ruang Rapat ke Ladang: Menagih Sinergi Pengendalian Inflasi di Papua Pegunungan
Artikel

Dari Ruang Rapat ke Ladang: Menagih Sinergi Pengendalian Inflasi di Papua Pegunungan

admin
Last updated: October 7, 2026 17:46
By
admin
Byadmin
Follow:
24 Views
2 hours ago
Share
Aktivitas pedangang lokal di Wamena, Papua Pegunungan - (Foto: Istimewa)
SHARE

Oleh: Hendrik Y. Pian  (Dosen STIPER Petra Baliem Wamena)

Iklan Nirmeke

Bagi masyarakat di Jayawijaya, ibukota Provinsi Papua Pegunungan, membelanjakan uang Rp 100.000,- ke pasar hanya dapat membeli setumpuk kecil bawang, tomat, cabai, sayur dan beberapa potong tahu, tempe atau telur. Apalagi ketika terjadi musim kemarau sampai kekeringan di beberapa kampung serta naiknya harga solar dan avtur, semakin memperburuk harga bahan pokok di kawasan ini.

Laporan Perekonomian Provinsi Papua Agustus 2026 yang dipublikasi oleh Bank Indonesia menunjukkan situasi yang perlu mendapat perhatian. Inflasi Papua Pegunungan secara tahunan (year on year) mencapai 7.84 persen pada triwulan II tahun 2026, naik tajam dari 3.14 persen pada triwulan sebelumnya di tahun yang sama. Angka ini tentu berada jauh di atas sasaran inflasi nasional 2.5±1 persen. Sementara itu, tekanan jangka pendek terlihat lebih moderat, inflasi bulanan (month to month) pada triwulan II tercatat 1.70 persen. Artinya, persoalannya bukan hanya kenaikan harga secara bulanan, tetapi akumulasi tekanan harga sepanjang tahun.

Sumber tekanan terbesar datang dari kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau, yang mengalami inflasi sampai 11.72 persen dengan kontribusi 6.49 persen terhadap inflasi umum. Tomat, cabai rawit, dan berbagai komoditas hortikultura menjadi kontributor besar dari tekanan tersebut. Kondisi curah hujan yang minim serta belum optimalnya saluran irigasi berdampak pada gangguan produksi komoditas pangan lokal. Pada saat yang sama, kelompok transportasi juga mencatat inflasi 8.94 persen, mengindikasikan bahwa persoalan pangan di kawasan ini tidak dapat dipisahkan dari tantangan distribusi dan biaya logistik.

Baca Juga:  Mengenal Suku Hugula di Papua

Di tingkat konsumen, kenaikan harga pangan dan BBM tentu berarti biaya hidup akan semakin tinggi. Bagi pengusaha ritel, kenaikan biaya angkutan akan berpengaruh terhadap harga jual. Petani lokal pun menghadapi tantangan yang berbeda, baik ketika curah hujan tinggi yang berpotensi mengakibatkan banjir maupun pada saat kemarau El Nino yang berdampak kekeringan. Pemerintah daerah juga menghadapi dilema. Intervensi pasar diperlukan, tetapi ruang fiskal terbatas. Karena itu, pengendalian inflasi untuk jangka panjang tidak cukup dilakukan dengan operasi sesaat. Dibutuhkan strategi yang holistik untuk menselaraskan dimensi produksi, distribusi dan pasar secara berkelanjutan.

Di sinilah sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, kelompok tani, pelaku usaha dan masyarakat harus semakin proaktif. Gerakan Pangan Murah (GPM), bantuan sarana produksi dan peralatan pertanian bagi kelompok tani, peningkatan kapasitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta penguatan komunikasi dan koordinasi kebijakan merupakan langkah penting yang telah berjalan. Namun, strategi berikutnya perlu diarahkan pada konteks yang lebih struktural seperti penguatan kelembagaan dan produktivitas kelompok tani, merevitalisasi saluran irigasi dan drainase, membangun informasi pasokan dan harga serta mempercepat kerja sama antar daerah ketika ada indikasi terjadinya kekurangan pasokan komoditas pangan lokal.

Baca Juga:  Taman wisata owasi-owasika di dalam kota Wamena

Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia tidak dapat bekerja sendiri. Tantangan inflasi di Papua Pegunungan bersifat struktural, sehingga koordinasi dan kerja sama antar pemangku kepentingan harus menjadi instrumen utama, bukan sekedar forum rapat. Setiap pihak perlu hadir dengan peran yang jelas, data yang sama dan akurat serta target yang terukur.

Menjaga inflasi pada akhirnya bukan hanya menjaga statistik ekonomi. Ini tentang memastikan masyarakat di Papua Pegunungan tetap mampu membeli pangan, petani memperolah manfaat dari produksinya, dan pelaku usaha dapat menjaga usahanya tetap hidup. Stabilitas harga adalah fondasi daya beli, dan daya beli adalah bagian penting dan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

Related

You Might Also Like

Honai Dialog Papua “Telah Berpulang”

Film “The Women King” Kisah Nyata Dalam Perjuangan Perempuan Afrika

Simbol Sakral Bukan Kostum Politik

Papua vs Papua: Ketika Elit Berdebat, Jakarta Tersenyum

Sejarah ODO: Jejak Sekolah Guru Katolik Pertama di Tanah Papua

TAGGED:Hendrik Y. PianPengendalian Inflasi di Papua PegununganSTIPER Petra Baliem Wamena

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pemuda Baptis Cup 2026 Siap Digelar, 48 Tim Bersaing di Wamena
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Pemuda Baptis Cup 2026 Siap Digelar, 48 Tim Bersaing di Wamena
Olaraga
3 hours ago
26 Tahun Wamena Berdarah, HMPJ Serukan Pendekatan Humanis dan Penyelesaian Kasus HAM
Pendidikan Polhukam Tanah Papua
3 hours ago
Empat Mahasiswa ISBI Terima Hibah Kepala Kampung Yogonima
Pendidikan
2 days ago
KPA Papua Pegunungan Mulai Konsolidasi ke Kabupaten, Jayawijaya Jadi Tujuan Pertama
Kesehatan
2 days ago
Baca juga
Artikel

Melihat 7 Buku Karya Markus Haluk Tentang Perjuangan dan Masa Depan Papua

3 years ago
Artikel

Pembangunan Lanny Jaya Dari Kampung ke Kota

2 years ago
ArtikelPolhukam

Kewajiban Pemerintah Daerah Mengakui dan Melindungi Masyarakat Adat: Amanat Konstitusi yang Tak Bisa Ditawar

9 months ago
ArtikelFeatures & Sosok Inspiratif

Perjalanan Wisisi Asep Nayak

5 years ago
Artikel

Hari Misi Pekabaran Injil di Lembah Hugulama

3 years ago
Artikel

Sang Sejarawan Gereja Katolik Dan Martir Bagi Generasi Manusia Papua

2 years ago
Artikel

Owatne Ewe Watlaiklek (Manusia Bisa Hidup Selamanya)

3 years ago
ArtikelOlaraga

Norfince Boma, Mutiara Dari Papua

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?