Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Tokoh Masyarakat Kritik Program Cetak Sawah Rakyat di Isaima, Soroti Pangan Lokal dan Hak Ulayat
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Papua Pegunungan > Tokoh Masyarakat Kritik Program Cetak Sawah Rakyat di Isaima, Soroti Pangan Lokal dan Hak Ulayat
Papua Pegunungan

Tokoh Masyarakat Kritik Program Cetak Sawah Rakyat di Isaima, Soroti Pangan Lokal dan Hak Ulayat

Redaksi
Last updated: September 2, 2026 21:36
By
Redaksi
ByRedaksi
Follow:
128 Views
2 months ago
Share
Tokoh masyarakat Oktovianus Elosak - (Foto: Istimewa)
SHARE

WAMENA, NIRMEKE.COM — Tokoh masyarakat Oktovianus Elosak, mengkritisi pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kampung Isaima, Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya.

Iklan Nirmeke

Oktovianus menilai program tersebut perlu dikaji secara lebih mendalam karena tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pangan lokal, lingkungan serta hak ulayat masyarakat adat Hubula.

Menurutnya, pembukaan lahan sawah secara masif dikhawatirkan mengurangi ruang masyarakat untuk menanam ubi yang selama ini menjadi salah satu makanan pokok sekaligus bagian dari identitas masyarakat Hubula.

“Kehadiran sawah di Kampung Isaima dikhawatirkan membuat masyarakat kehilangan tanah untuk penanaman ubi sebagai identitas atau makanan pokok manusia dan binatang, khususnya babi, bagi orang Hubula,” kata Oktovianus dalam tanggapannya terhadap pernyataan Bupati Jayawijaya terkait program tersebut.

Ia menilai pangan lokal tidak seharusnya diabaikan dalam program pembangunan pertanian. Ubi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Hubula, baik untuk kebutuhan konsumsi masyarakat maupun sebagai bagian dari pemeliharaan ternak babi yang memiliki nilai sosial dan budaya.

Baca Juga:  SEPAHAM dan PPDI Lanny Jaya Nyatakan Papua Darurat Kemanusiaan dan Militerisme

Selain persoalan pangan lokal, Oktovianus juga menyoroti potensi dampak lingkungan akibat pembukaan lahan sawah menggunakan alat berat.

Menurut dia, pembukaan lahan secara masif berpotensi memengaruhi kondisi tanah dan lingkungan di wilayah adat.

“Pembukaan lahan sawah secara masif dengan alat berat akan berpengaruh terhadap kerusakan tanah ulayat atau simbol-simbol sakral yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, tanah bagi masyarakat adat Hubula bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan sejarah, identitas, kehidupan sosial dan nilai-nilai adat yang diwariskan turun-temurun.

Karena itu, setiap rencana pembangunan yang menyentuh wilayah adat harus memperhatikan nilai budaya dan lingkungan masyarakat setempat.

Oktovianus juga menilai persoalan hak atas wilayah di Kampung Isaima dan Distrik Usilimo perlu dibicarakan secara bersama-sama.

Baca Juga:  Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Pusat Pendidikan Budaya di Papua Pegunungan

Menurutnya, keberadaan masyarakat yang berdomisili di wilayah tersebut tidak serta-merta menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan hak atas tanah.

“Wilayah tersebut memiliki hak. Bukan hanya berdasarkan berapa suku yang berdomisili di Isaima dan Distrik Usilimo. Karena itu perlu duduk bersama dari beberapa suku untuk melakukan dialog bersama,” katanya.

Ia mendorong pemerintah daerah agar membuka ruang dialog dengan seluruh pihak yang memiliki hubungan adat dengan wilayah tersebut sebelum program cetak sawah dilaksanakan secara lebih luas.

Menurut Oktovianus, pembangunan pertanian tetap penting, namun pelaksanaannya harus mempertimbangkan keberadaan pangan lokal, lingkungan dan hak masyarakat adat.

Ia berharap program pemerintah tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat, terutama terkait tanah ulayat dan hubungan antarsuku.

“Pembangunan harus memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga harus menghormati identitas, tanah adat, pangan lokal dan lingkungan hidup masyarakat Hubula,” tegasnya.(*)

Related

You Might Also Like

Kadis Perindagkop Papua Pegunungan Kunjungi Kebun Kopi Nirmeke di Umpakalo, Dukung Usaha Petani Lokal

Menuju PON 2029, KONI Papua Pegunungan Perkuat Organisasi hingga Kabupaten

Delapan Anggota DPRK Tolikara Jalur Otsus Resmi Dilantik, Jumlah Legislator Bertambah Jadi 38

SPWP Soroti MBG di Papua, Henius: Jangan Abaikan Pendidikan dan Kesehatan

Media Jayawijaya Dorong Lahirnya Wartawan Lokal Profesional di Papua Pegunungan

TAGGED:Masyarakat adat HubulaOktovianus ElosakProgram Cetak Sawah Rakyat di Isaima

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Wapres Gibran Batal Hadiri Pembukaan FDS XV, Wamenpar Ni Luh Dijadwalkan Hadir
Next Article Solidaritas Mahasiswa Nduga dan Lanny Jaya Galang Dana untuk Korban Musibah Es dan Kekeringan di Kuyawagi
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Bupati Lanny Jaya: PGBP dan PGBWP Bersatu, Tanda-Tanda Alam Sudah Ada
Papua Pegunungan
5 days ago
Asisten III Pemkab Jayawijaya Buka Seminar, Launching Website dan MPAB HMPJ di Jayapura
Pendidikan
5 days ago
Ketua PGBP Serukan Umat Baptis Papua Hentikan Perang Suku dan Tinggalkan Panah-Parang
Papua Pegunungan
6 days ago
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Nisel Payage dan Meno Heluka Bukan Anggotanya
Polhukam Siaran Pers
6 days ago
Baca juga
Papua PegununganPariwisata

Festival Etnik Religi Tolikara I Resmi Dibuka, UMKM Anak Muda Lokal Ramaikan Karubaga

3 months ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Koperasi Papua Pegunungan Mulai Bergerak, Alpius Yigibalom: Dana Otsus Harus Menyentuh Langsung Masyarakat

4 months ago
Papua Pegunungan

Pemkab Yahukimo Salurkan Bantuan Beras ke Enam Distrik Terdampak Kekeringan

2 months ago
Papua PegununganPendidikan

Ribuan Pelajar SPWP di Wamena Longmarch ke DPR Papua Pegunungan, Tolak MBG dan Tuntut Sekolah Gratis

2 months ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Pendeta Bangun Penggilingan Padi Swadaya, Alpius: Ini Contoh Kemandirian Masyarakat

3 months ago
Papua PegununganPendidikan

Mahasiswa Usilimo di Jayapura Tolak Program Cetak Sawah Rakyat 250 Hektare

3 months ago
Papua PegununganTanah Papua

Cipayung Jayawijaya Soroti Operasi Militer, Tolak PSN dan Pertanyakan Program MBG di Papua

3 months ago
Papua Pegunungan

Pegiat Literasi Desak Pemprov Papua Pegunungan Bangun Perpustakaan Daerah di Wamena

4 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?