Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Dana Otsus Papua Besar, Pengawasan Lemah, Rakyat Masih Menunggu Kesejahteraan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Dana Otsus Papua Besar, Pengawasan Lemah, Rakyat Masih Menunggu Kesejahteraan
ArtikelCatatan Aktivis Papua

Dana Otsus Papua Besar, Pengawasan Lemah, Rakyat Masih Menunggu Kesejahteraan

admin
Last updated: August 31, 2026 12:35
By
admin
Byadmin
Follow:
3 Views
3 hours ago
Share
Aktivis antikorupsi Papua Pegunungan, Yulianus Mabel - Istimewa
SHARE

OPINI | WAMENA – Dana Otonomi Khusus (Otsus) telah dikucurkan selama bertahun-tahun dengan tujuan mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Namun, di tengah besarnya anggaran yang dikelola pemerintah daerah, masih muncul pertanyaan besar: sejauh mana dana tersebut benar-benar dirasakan masyarakat?

Iklan Nirmeke

Kritik terhadap pengelolaan Dana Otsus bukan persoalan baru. Di berbagai daerah Papua, masyarakat masih menghadapi persoalan pendidikan, kesehatan, kemiskinan, infrastruktur dasar, hingga keterbatasan pelayanan di kampung-kampung. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan dan keresahan ketika di sisi lain anggaran Otsus terus digelontorkan dalam jumlah besar.

Aktivis antikorupsi Papua, Yulianus Mabel, menilai lemahnya pengawasan dan penegakan hukum menjadi salah satu persoalan serius dalam pengelolaan anggaran Otsus. Ia mempertanyakan efektivitas kerja lembaga penegak dan pengawas keuangan negara dalam memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang terbuka mengenai perencanaan, penggunaan, realisasi, hingga pertanggungjawaban Dana Otsus. Jika terdapat dugaan penyimpangan, proses pemeriksaan dan penegakan hukum harus dilakukan secara transparan tanpa memandang jabatan maupun kekuasaan politik.

Mabel juga menyampaikan sejumlah dugaan mengenai adanya praktik korupsi dan lemahnya proses penegakan hukum terhadap pejabat yang diduga melakukan penyalahgunaan anggaran. Namun, tuduhan tersebut perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan, penyidikan, audit, dan putusan hukum yang sah.

Baca Juga:  Kelaparan Berulang Memakan Korban Jiwa di Papua

“Dana Otsus jangan sampai menjadi biaya tak bertuan yang hanya dinikmati segelintir elite, sementara masyarakat di kampung-kampung tetap hidup dalam keterbatasan,” kata Mabel dalam pernyataannya, 29 Juli 2026.

Ia mempertanyakan capaian Otsus Jilid I dan Jilid II apabila masyarakat masih menemukan berbagai persoalan mendasar. Menurutnya, pembangunan seharusnya dapat terlihat dari meningkatnya akses pendidikan, pelayanan kesehatan yang semakin baik, berkurangnya kemiskinan, tersedianya lapangan kerja, serta membaiknya kualitas hidup masyarakat.

Persoalan tersebut, kata Mabel, tidak boleh hanya dijawab dengan pembangunan fisik atau pemekaran wilayah. Pemerintah harus memastikan kebijakan dan anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat paling bawah.

Pengawasan Harus Diperkuat

Kritik terhadap Dana Otsus juga harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan publik. DPR, lembaga pemeriksa keuangan, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta masyarakat sipil memiliki peran masing-masing dalam memastikan anggaran publik tidak disalahgunakan.

Masyarakat juga berhak mengetahui berapa anggaran yang diterima setiap daerah, untuk program apa anggaran tersebut digunakan, siapa penerima manfaatnya, serta bagaimana hasilnya.

Baca Juga:  Sejarah Hari HAM Dan Realitas Indonesia

Jika ditemukan indikasi korupsi, proses hukum harus berjalan berdasarkan bukti dan ketentuan perundang-undangan. Sebaliknya, tuduhan terhadap seseorang atau lembaga juga tidak boleh dilakukan tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Mabel, transparansi merupakan salah satu cara untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah.

“Rakyat Papua tidak hanya membutuhkan janji pembangunan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa anggaran yang mengatasnamakan Otsus benar-benar kembali kepada rakyat,” tegasnya.

Pada akhirnya, keberhasilan Otsus tidak semestinya hanya diukur dari besarnya anggaran yang dikucurkan atau banyaknya program yang diluncurkan. Ukuran paling penting adalah seberapa besar perubahan nyata yang dirasakan masyarakat Papua, terutama mereka yang tinggal di kampung-kampung dan wilayah terpencil.

Jika setelah puluhan tahun masyarakat masih menghadapi persoalan pendidikan, kesehatan, kemiskinan dan pelayanan dasar, maka evaluasi terhadap pengelolaan Otsus menjadi kebutuhan yang tidak bisa terus ditunda.

Dana Otsus adalah uang rakyat. Karena itu, pengelolaannya harus terbuka, diawasi, dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat. (*)

Related

You Might Also Like

Bangsa Papua Dibawah Bayang-Bayang Pemilu Kolonial

Papua Merdeka: Jalan Pemberontakan Rakyat yang Sadar

Cinta di Balik Rambut Panjang Lelaki Papua

Ketika Kita Berkata Jujur Tentang Papua, Maka Papua Sesungguhnya Bukan Indonesia

Saatnya Kaum Sarjana Berdiri Bersama Rakyat

TAGGED:Aktivis antikorupsi PapuaDana Otsus PapuaKesejahteraan OAPYulianus Mabel

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Jejak Sunyi Bruder Eligius Fenenteruma, OFM: Fransiskan Pertama dari Orang Asli Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Jejak Sunyi Bruder Eligius Fenenteruma, OFM: Fransiskan Pertama dari Orang Asli Papua
Artikel
9 hours ago
SPWP Soroti MBG di Papua, Henius: Jangan Abaikan Pendidikan dan Kesehatan
Papua Pegunungan Tanah Papua
10 hours ago
16 Ton Beras untuk Warga Kondaga, Kepala Distrik Tekankan Pembagian Merata
Papua Pegunungan
10 hours ago
AMPJ Nayak Lauk Jayapura Gelar Diskusi Publik, Dorong Penguatan Kapasitas Mahasiswa Jayawijaya
Pendidikan
2 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis PapuaPendidikanSastra

Sastra Sebagai Gerakan Politik di Papua

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Kedunguan Ismail Asso Dkk Dalam Penempatan Sepihak Kantor Pusat Pemerintahan PPP Di Wamena

3 years ago
ArtikelPendidikan

Ini Alasan Krisdahim Kogoya menempuh Pendidikan di China

5 years ago
Catatan Aktivis PapuaKesehatan

Pentingnya Proteksi Dan Konservasi Kali Baliem Dari Pendangkalan Sampah

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Apa Yang Berubah? Sebuah Refleksi Tentang Perempuan Baliem

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Agama Katolik dan Adat di Huwulrama-Jayawijaya

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaSeni & Budaya

Sean Rii, Musik Melanesia dan Irama Perlawanan

2 years ago
ArtikelEditorial

Cerita Singkat Awal Kehadiran Gereja Katolik di Wilayah Asmat – Agats

12 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?