Wamena, nirmeke.com – Curah hujan tinggi sejak Rabu (18/3/2026) menyebabkan banjir merendam kebun warga di sejumlah kampung di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Empat kampung terdampak yakni Kampung Arogolik dan Kampung Alula di Distrik Wita-Waya, Kampung Kilubaga di Distrik Libarek, serta Kampung Wara di Distrik Pisugi. Banjir mulai merendam kebun warga sejak Kamis (19/3/2026) dan mengakibatkan kerugian besar.
Sebagian besar tanaman pangan seperti ubi dan sayuran yang siap panen dilaporkan rusak akibat terendam air, sehingga tidak dapat lagi dikonsumsi.
Tokoh gereja setempat, Pdt. Yops Oagay, menyebutkan bahwa korban banjir berasal dari keempat kampung tersebut, dengan mayoritas warga kehilangan hasil kebun mereka.
“Sebagian besar warga kehilangan hasil kebun yang sudah siap panen karena terendam air,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Ia menambahkan, kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari karena selama ini mereka bergantung pada hasil perkebunan.
“Saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan pemerintah, terutama bahan makanan untuk bertahan hidup sambil menunggu air surut,” katanya.
Warga juga berharap adanya dukungan lanjutan agar mereka dapat kembali berkebun setelah kondisi membaik.
Selain bantuan darurat, masyarakat mendesak pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk segera mengambil langkah penanganan jangka panjang guna mencegah banjir serupa terulang di masa mendatang.
Hingga kini, genangan air masih merendam sebagian area perkebunan warga, sementara bantuan dari pemerintah masih dinantikan.(Red)*
