Yahukimo, nirmeke.com – Situasi kemanusiaan di wilayah Hutkimo, Distrik Panggema, Kabupaten Yahukimo, menjadi perhatian serius setelah warga melaporkan wabah penyakit dan kelaparan yang telah menelan korban jiwa.
Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Yahukimo bersama Pemerintah Distrik Panggema menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) kepada masyarakat pada Rabu (11/3/2026).
Penyaluran bantuan dipimpin Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Yobeth Bahabol, bersama Kepala Distrik Panggema, Otopius Menggaruak.
Di tengah penyaluran bantuan tersebut, masyarakat menyampaikan kondisi darurat yang sedang mereka alami. Kepala Kampung Kemumanggen, Titus Kepno, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sedikitnya 23 warga dilaporkan meninggal dunia akibat wabah penyakit yang melanda wilayah Hutkimo.
“Korban meninggal sudah mencapai 23 orang. Sampai sekarang masih ada warga yang sakit dan kami belum tahu apakah situasinya menurun atau justru bertambah,” ungkapnya.
Selain wabah penyakit, masyarakat juga menghadapi kelaparan berkepanjangan karena aktivitas berkebun terganggu akibat situasi duka dan kondisi kesehatan warga yang terus menurun.
Warga berharap tenaga medis dari Puskesmas Panggema segera turun langsung ke wilayah tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat serta memberikan penanganan medis.
“Kami sangat berharap Puskesmas Panggema datang membantu. Di Hutkimo belum ada puskesmas atau pos pelayanan kesehatan sehingga masyarakat sangat sulit mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Titus.
Masyarakat juga meminta pemerintah membangun puskesmas pembantu (Pustu) agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau tujuh gereja dan 14 kampung yang berada di wilayah Hutkimo.
Sementara itu, Kepala Distrik Panggema, Otopius Menggaruak, mengatakan pemerintah distrik terus berupaya hadir membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah tersebut.
“Hari ini merupakan kunjungan saya yang ketiga ke Hutkimo. Kami tidak tinggal diam. Pemerintah terus berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan dan membantu masyarakat menghadapi situasi ini,” ujarnya.
Dalam penyaluran kali ini, pemerintah menyalurkan bantuan berupa 50 sak beras dan 20 karton minyak goreng merek Bimoli untuk masyarakat di wilayah Hutkimo.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Yahukimo, Yobeth Bahabol, mengatakan kehadiran pemerintah di lapangan merupakan bentuk perhatian terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Yang penting bantuan ini dapat dibagikan dengan baik sehingga masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah daerah di tengah situasi yang sulit ini,” katanya.
Di tengah situasi darurat tersebut, warga berharap bantuan pangan dan layanan kesehatan dapat segera ditingkatkan agar lebih banyak nyawa masyarakat di Hutkimo dapat diselamatkan.(*)
Pewarta: Vaksin Aliknoe
