Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mahasiswa Papua Gelar Nobar dan Diskusi: Soroti Militerisme sebagai Dalang Kekerasan di Tanah Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Pendidikan > Mahasiswa Papua Gelar Nobar dan Diskusi: Soroti Militerisme sebagai Dalang Kekerasan di Tanah Papua
PendidikanTanah Papua

Mahasiswa Papua Gelar Nobar dan Diskusi: Soroti Militerisme sebagai Dalang Kekerasan di Tanah Papua

Agus Wilil
Last updated: August 27, 2025 03:41
By
Agus Wilil
ByAgus Wilil
Follow:
427 Views
10 months ago
Share
Foto bersama usai nobar dan diskusi mahasiswa Papua di Jayapura - Agus Wilil/Nirmeke
SHARE

Jayapura, Nirmeke.com — Ikatan Keluarga Besar Distrik Kurulu, Libarek, Pisugi, Usilimo, Wita-Waya & Wedangku (IKBD-KLPUW2), Forum Informasi Komunikasi Mahasiswa Pelajar Wilayah Wodlo (FIKMP-WW), Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Walelagama Siepkosi Itlaihisage (IPMDWSI), bersama Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) menggelar kegiatan nonton bareng dan diskusi bertema “Militerisme Indonesia Dalang Kejahatan di Tanah Papua.”

Iklan Nirmeke

Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat FIKMP-WW, kawasan Prumnas III Waena, Somel Kali Sebla, Jayapura, pada Selasa (29/7/2025), dan diikuti puluhan mahasiswa dari tiga ikatan organisasi tersebut.

Diskusi ini bertujuan membangun kedekatan emosional antar mahasiswa serta membuka ruang untuk mengkritisi dampak-dampak kehadiran militer organik dan non-organik di atas tanah Papua. Para peserta sepakat bahwa kekerasan yang terjadi di Papua merupakan bagian dari pendekatan militeristik yang terus digunakan oleh negara untuk menguasai wilayah kaya sumber daya tersebut.

Perwakilan ALDP, Ibra, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan langkah luar biasa dari mahasiswa Papua. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dalam membaca situasi konflik di Papua.

“Saya pikir ini adalah awal yang baik. Tema ‘Militerisme Indonesia Dalang Kejahatan di Tanah Papua’ sangat tepat. Ini bentuk konsolidasi emosional yang harus terus dibangun,” ujar Ibra kepada wartawan Nirmeke.com usai kegiatan.

Ibra menjelaskan bahwa judul kegiatan ini mencerminkan bahwa kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua merupakan bagian dari skenario negara yang dirancang untuk menguasai kekayaan alam.

“Papua adalah pulau yang sangat kaya. Maka negara menggunakan berbagai kebijakan, termasuk pendekatan militer, untuk menguasai tanah ini. Militer dipakai sebagai alat negara dalam merealisasikan kebijakan ekonomi dan eksploitasi sumber daya,” jelasnya.

Baca Juga:  Papua, Pulau dengan Cadangan Bijih Emas Terbesar di Indonesia

Menurutnya, gerakan mahasiswa menjadi harapan untuk membongkar kejahatan negara di Papua. Ia menilai bahwa sejak gelombang protes antirasisme, kehadiran militer terus menggerus ruang-ruang konsolidasi mahasiswa dan pemuda.

“Ruang diskusi itu yang harus kita ciptakan kembali. Mahasiswa harus bersatu dan membangun kesadaran bersama. Negara terus berusaha membelah kekuatan rakyat lewat sekat-sekat di berbagai lini, termasuk lewat elite politik dan aparat,” kata Ibra.

Ia menambahkan bahwa tanpa konsolidasi kuat, kekuatan masyarakat sipil akan dilemahkan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial harus memiliki strategi baru untuk mengungkap berbagai bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua.

“Tiga organisasi ini telah memulai langkah penting. Ke depan, kegiatan semacam ini harus dilanjutkan, disebarluaskan ke seluruh asrama mahasiswa Papua yang ada, agar jaringan semakin kuat dan semangat perlawanan bisa terus hidup,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti lemahnya gerakan pemuda akibat minimnya ruang diskusi, dan mahasiswa kerap terjebak dalam hal-hal yang tidak berdampak besar. Padahal, mahasiswa adalah agen perubahan yang harus berpikir kritis dan strategis.

“Diskusi ini bisa menjadi ruang untuk memperkuat semangat perdamaian lintas kelompok etnis. Mahasiswa Papua tidak boleh jalan sendiri. Kita harus merangkul pemuda dari luar Papua agar mereka juga bisa menyumbangkan perspektif mereka tentang situasi di tanah ini,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya memperkuat jaringan dan memperluas ruang diskusi demi melahirkan ide-ide baru yang bisa mendorong penyelesaian pelanggaran HAM dan menghentikan kekerasan, termasuk penambahan pasukan militer di Papua.

Baca Juga:  IKBD-KLPUW2 Bentuk Generasi Muda Berkualitas Lewat Penerimaan Anggota Baru

“Jangan sampai hanya orang Papua yang peduli terhadap nasib Papua, sementara yang dari luar tidak pernah melihat persoalan yang sebenarnya. Kita perlu membangun kekuatan yang satu. Papua adalah satu, tidak bisa dipisahkan antara gunung dan pantai. Provinsi hanyalah buatan negara, tapi Orang Asli Papua (OAP) harus tetap bersatu,” lanjutnya.

Ketua I IKBD-KLPUW2, Agus A. Wilil, juga menyatakan bahwa militerisme Indonesia masih menjadi dalang kekerasan di atas tanah Papua.

“Di balik operasi militer yang terus terjadi, ada kepentingan akumulasi modal dan investasi asing. Ekspansi militerisme adalah bentuk kejahatan terhadap masyarakat sipil yang masih terus berlangsung,” tegasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap mahasiswa sebagai berikut:

  1. Mendesak negara segera menarik seluruh militer organik dan non-organik dari atas tanah Papua.
  2. Mendesak TNI dan Polri menghentikan operasi militer di atas tanah Papua.
  3. Menuntut penghentian perampokan sumber daya alam (SDA) di tanah Papua.
  4. Mendesak TNI segera menarik pasukannya dari Distrik Ibele, Tailarek, dan Tangma.
  5. Meminta elite politik di Kabupaten Jayawijaya untuk menghentikan provokasi terhadap masyarakat adat yang menyebabkan konflik horizontal.
  6. Menuntut pemberian Hak Menentukan Nasib Sendiri (HMNS) bagi bangsa Papua Barat.

Mahasiswa menutup diskusi dengan menegaskan bahwa kehadiran militerisme bukanlah solusi atas persoalan keamanan, melainkan sumber trauma bagi warga sipil. Mereka menyerukan penghentian kekerasan dan pelanggaran HAM serta membangun gerakan bersama menuju keadilan bagi rakyat Papua.(*)

Pewarta: (CR/AW)

Related

You Might Also Like

Komunitas Papuansvideomaker Beri Pelatihan Content Creator Bagi Anggota HPMP Kota Jayapura

Distrik Walelagama Gelar Musrenbang RKPD 2027, Fokus Peningkatan Kualitas Hidup dan Ekonomi Inklusif

Sempat Vakum, IPMPKDPT Bangkit Lewat Penerimaan Anggota Baru 2025

SEPAHAM dan PPDI Lanny Jaya Nyatakan Papua Darurat Kemanusiaan dan Militerisme

Sastra Sebagai Gerakan Politik di Papua

TAGGED:ALDPFIKMP-WWIKBD-KLPUW2IPMDWSIMiliterisme Indonesia Dalang Kejahatan di Tanah Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Bupati Jayawijaya Minta Sriwijaya Air Rekrut Putra-Putri Papua Pegunungan sebagai Awak Kabin
Next Article Dinas Sosial Jayawijaya Salurkan Bantuan Alat Tidur untuk Lansia di Wamena dan Kurulu
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
1 week ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
1 week ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
1 week ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
1 week ago
Baca juga
KesehatanPapua PegununganTanah Papua

Dinas Ketahanan Pangan Yahukimo Bersama Kepala Distrik Panggema Salurkan Bantuan Bama ke Hutkimo

2 months ago
Tanah Papua

Elpius Hugi Wakili Plh Gubernur Papua Hadiri Perayaan 129 Tahun Masuknya Misi Katolik di Fakfak

3 years ago
Tanah Papua

Sebulan Lebih Pasca Banjir di Wamena, Warga Masih Butuh Makanan dan Bibit Tanaman

12 months ago
Seni & BudayaTanah Papua

Libarek Menjadi Pelopor Penetapan Hukum Adat di Jayawijaya

6 months ago
HeadlinePolhukamTanah Papua

Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung

3 weeks ago
HeadlineTanah Papua

Majelis Rakyat Papua Pegunungan Serukan Pemilu Damai untuk 8 Kabupaten pada Pilgub dan Pilbup 27 November 2024

1 year ago
Pendidikan

Memprihatinkan, Pelajar dan Mahasiswa Jayawijaya Minta Pemda Perhatikan Kantor Perwakilan di Jayapura

2 years ago
PendidikanTanah Papua

Festival Sekolah Adat Hugulama Angkat Tema “Membangun Pagar Kehidupan Orang Hugula”

6 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?