Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Walhi Papua Kritik Pernyataan Bahlil Soal “Masih Banyak Nikel di Papua”
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > Walhi Papua Kritik Pernyataan Bahlil Soal “Masih Banyak Nikel di Papua”
Lingkungan

Walhi Papua Kritik Pernyataan Bahlil Soal “Masih Banyak Nikel di Papua”

Redaksi
Last updated: September 14, 2023 13:40
By
Redaksi
ByRedaksi
Follow:
1.2k Views
3 years ago
Share
Direktur Walhi Papua Maikel Primus Peuki - (Aguz Pabika/Nirmeke)
SHARE

Jayapura, nirmeke.com — Pernyataan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia soal cadangan nikel di Papua sangat melimpah untuk dilakukan eksplorasi oleh investor asing mendapat kecaman dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Papua.

Iklan Nirmeke

Walhi Papua berpendapat, pernyataan tersebut terkesan mengabaikan masyarakat adat Papua dengan mendatangkan investor guna merusak hutan sebagai mata pencaharian masyarakat lokal.

“Pemerintah pusat ingin memaksa perusahaan-perusahaan besar seperti Migas, Nikel dan Sawit harus ada di Papua, sama saja pemerintah ingin Papua dipenuhi investor kotor dan mematikan yang dampaknya akan menyebabkan kerusakan besar pada kesehatan, mata pencaharian, ekosistem lokal, serta akan mengeluarkan berton-ton karbondioksida ke atmosfer,” ujar Maikel Peuki, direktur eksekutif Walhi Papua, Rabu (13/9/2023).

Walhi menyoroti pemerintah pusat yang seakan mengabaikan dampak sosial dan lingkungan dari keberadaan investor di Tanah Papua. Negara disebut hanya mementingkan investasi dibanding dampak yang merusak tatanan kehidupan masyarakat adat Papua.

“Masalah dampak sosial dan lingkungan soal keberadaan perusahaan migas, nikel, dan sawit itu memang harus mendapat perhatian serius. Faktanya, kondisi masyarakat adat Papua saat ini masih hidup dan masih memprihatinkan,” kata Peuki.

Baca Juga:  Kawasan Hutan Mangrove Teluk Youtefa Jayapura Dirusak, Walhi Papua: Kini Terancam Hilang

Dampak kehadiran perusahaan pasti akan ada masyarakat yang direlokasi, namun tidak benar-benar diperhatikan sebagaimana dari aktivitas perusahan. Ini sangat miris, mengingat perusahaan sudah sangat lama beroperasi beberapa daerah di Tanah Papua, tetapi masalah sosial dan lingkungannya belum pernah tuntas juga, dan malah meninggalkan kerusakan secara turun-temurun.

“Dan dampak buruk itu terjadi sesuai pengalaman saat ini dengan banyaknya perusahaan masuk di Papua,” ujarnya.

Karena itulah Walhi berharap mestinya penting sekali pemerintah melakukan evaluasi dan review menyeluruh terhadap semua izin perusahaan di Tanah Papua mendorong pelaksanaan AMDAL perusahaan secara terbuka dibahas dengan melibatkan masyararakat adat Papua pemilik tanah adat dan pihak terkait.

“Agar negara tidak semena-mena merampas dan merusak hutan masyarakat adat, selain itu keberadaan hutan Papua menjaga kestabilan suhu di Indonesia. Selain itu, hutan Papua juga menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna. Banyak diantaranya endemik dan beberapa di antaranya masih baru untuk ilmu pengetahuan,” kata Maikel.

Baca Juga:  Sidang Pembuktian Perdana Pimpinan Marga Woro Mengugat Pemerintah Provinsi Papua di PTUN Jayapura

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengatakan, belum ada kajian teknis untuk menyatakan cadangan nikel RI hanya cukup sampai 15 tahun.

“Belum ada satu kajian teknis yang menyatakan bahwa 15 tahun itu kan baru persepsi saja,” katanya usai acara Membangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik di Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2023), dilansir Kompas.com.

Bahlil Lahadalia  mengklaim saat ini cadangan nikel Indonesia di Papua sangat melimpah. Karenanya, ia meminta sejumlah pihak tak perlu khawatir dengan cadangan nikel Indonesia.

“Jadi, saya enggak yakin 15 tahun, masih banyak. Di Papua itu masih banyak nikel. Jadi, saya pikir bahwa apa yang dikhawatirkan 15 tahun itu enggak benar,” ujar Bahlil.

Menurut data dari Badan Geologi, per Desember 2020, sumber daya nikel yang masih tersedia sebesar 13,7 miliar ton bijih, dengan total cadangan terbukti sebesar 4,6 miliar ton bijih. (*)

Pewarta: Grace Amelia

Related

You Might Also Like

MAI-P Agamua Serukan Pengakuan Hak Penentuan Nasib Sendiri dan Hentikan Ekspansi Industri Ekstraktif di Papua

HMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di Wamena, Dinilai Ancam Hak Ulayat dan Picu Konflik Agraria

Gubernur Papua siapkan lahan pembibitan pohon di Pegunungan Cycloop

Pengerukan Penyebab Abrasi Kali Uwe, Puluhan Rumah di Woma Terancam Ambruk

WALHI Papua Berharap Uskup Timika Suarakan Isu Lingkungan dan Masyarakat Adat

TAGGED:Direktur Walhi Papua Maikel Primus PeukiMenteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil LahadaliaSDA PapuaTambang Nikel di PapuaWalhi Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article HMI Papua Pastikan yang Demo di Gedung KPK Bukan Bagian Dari Mereka
Next Article Seorang Balita Meninggal Dunia di Tempat Pengungsian di Yahukimo
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Bupati Lanny Jaya: PGBP dan PGBWP Bersatu, Tanda-Tanda Alam Sudah Ada
Papua Pegunungan
1 week ago
Asisten III Pemkab Jayawijaya Buka Seminar, Launching Website dan MPAB HMPJ di Jayapura
Pendidikan
1 week ago
Ketua PGBP Serukan Umat Baptis Papua Hentikan Perang Suku dan Tinggalkan Panah-Parang
Papua Pegunungan
1 week ago
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Nisel Payage dan Meno Heluka Bukan Anggotanya
Polhukam Siaran Pers
1 week ago
Baca juga
LingkunganTanah Papua

Walhi Papua Kritik Sikap Uskup Mandagi yang tidak Menerapkan Laudato Si’ kepada Umatnya

2 years ago
LingkunganPolhukamTanah Papua

Nyalakan Tungku Adat di DPRK Biak, Kepala Suku Tegas Tolak Militerisme dan PSN: Tanah Adat Bukan Objek Negara

9 months ago
LingkunganPolhukam

PSN vs Konstitusi: Mahasiswa dan Adat Bersatu di Sidang MK

1 year ago
LingkunganNasionalSiaran PersTanah Papua

LBH Papua Merauke Minta Presiden Hentikan Pelibatan TNI dalam Sengketa Tanah Adat Marga Kamuyend

5 months ago
LingkunganPapua Pegunungan

Longsor Terjang Distrik Pronggoli Yahukimo, 91 Bangunan Terdampak

9 months ago
LingkunganSiaran Pers

Gereja Katolik Perlu Selidiki Ancaman Ekologis di Keuskupan Agung Merauke

2 years ago
LingkunganTanah Papua

Tolak Bangun Kantor Gubernur, Tiga Aliansi Suku di Wamena Palang Jembatan Wouma

3 years ago
LingkunganTanah Papua

Jelang Sinode 2026, Umat Katolik Tanam Pohon dan Kebun Sinode di Wesaput

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?