Dekai, nirmeke.com – Tim Peduli Bencana Alam dua kampung di Distrik Pronggoli membuka posko kemanusiaan di ibu kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (25/2/2026) pukul 18.00 WIT. Posko berlokasi di kawasan pemukiman Jalan Balim, Dekai.
Pembukaan posko dilakukan bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Yahukimo, Enos Pahabol, pimpinan tingkat distrik dan kota asal Distrik Pronggoli, delapan kepala kampung, serta masyarakat umum.
Bencana tanah longsor sebelumnya menerjang Kampung Wibikma dan Kampung Pronggoli, Distrik Pronggoli. Material longsor menghanyutkan kantor kampung, puluhan rumah warga, harta benda, serta hewan ternak milik masyarakat.
Anggota DPRK Yahukimo, Enos Pahabol, mengatakan lokasi longsor merupakan pusat permukiman warga yang selama ini dinilai aman dari ancaman bencana serupa.
“Longsor di Pronggoli ini berbeda dengan tempat lain. Wilayah ini sebelumnya tidak pernah diperkirakan terjadi bencana seperti ini. Namun kami menerima ini sebagai sebuah cobaan,” ujarnya.
Menurutnya, pembukaan posko kemanusiaan menjadi bentuk kepedulian terhadap warga terdampak sekaligus langkah awal konsolidasi bantuan.
“Kami berharap semua pihak, baik pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat, dapat melihat dan mendengar kejadian ini serta menjadikannya perhatian serius,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, atas respons cepat terhadap bencana di Distrik Pronggoli.
Ketua Tim Peduli Bencana, Meki Asso, menjelaskan intensitas hujan sejak 18 Februari 2026 menyebabkan dua kampung di Distrik Pronggoli nyaris hilang tersapu longsor. Meski tidak terdapat korban jiwa, kerusakan infrastruktur dan permukiman warga cukup parah.
“Berdasarkan data sementara di lapangan, dampak longsor yang tercatat antara lain tujuh unit honai laki-laki, dua unit kantor desa, 73 honai perempuan/rumah warga, serta 10 unit rumah beratap seng. Kerugian harta benda dan isi rumah belum terhitung secara valid,” jelasnya.
Ia menambahkan, data lengkap akan disampaikan setelah tim yang masih berada di lokasi kembali ke Dekai.
Saat ini, warga dari dua kampung terdampak sangat membutuhkan bantuan berupa makanan dan minuman, pakaian, perlengkapan tidur, serta kebutuhan dasar lainnya.
Tim juga meminta dukungan berbagai pihak, termasuk pengurus Anpropako Cabang Yahukimo, untuk mengawal kerja sama kemanusiaan ke depan. Sembilan distrik wilayah Yali Mek diharapkan turut menyuarakan dan memperjuangkan penanganan serius dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.(*)
Pewarta: Vekson Aliknoe
