Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Saat Jalan Damai Dipasung Senjata (Sabda Minggu)
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Saat Jalan Damai Dipasung Senjata (Sabda Minggu)
Catatan Aktivis Papua

Saat Jalan Damai Dipasung Senjata (Sabda Minggu)

admin
Last updated: September 25, 2025 16:29
By
admin
Byadmin
Follow:
1.1k Views
4 years ago
Share
Victor Yeimo Jubir Internasional KNPB - Dok
SHARE

Oleh; Victor Yeimo

Iklan Nirmeke

*  Kalau saja negara melalui TNI Polri tidak membiarkan atau tidak mendukung ormas meneriaki monyet dan usir Papua, lalu serang dan tangkap Mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya (dan itu terjadi berulang kali) TIDAK mungkin rakyat Papua secara spontan turun jalan di seluruh Papua.

*  Kalau saja mobil truk TNI tidak masuk menyerah masa aksi dan menabrak satu orang masa aksi damai pada 28 Agustus 2019 di Deiyai, maka tidak mungkin 8 orang Papua dan 1 anggota TNI mati tewas.

*  Kalau saja TNI Polri mencegah segelintir warga pendatang yang mengklaim Masyarakat Nusantara menyerang warga sipil Papua tidak mungkin ada korban 4 orang pasca demo protes tanggal 29 Agustus di Jayapura. Toh rakyat Papua hanya sasar gedung-gedung, bukan manusia non Papua (100 milyar sudah bayar ganti rugi gedung-gedung, tapi nyawa manusia tidak tergantikan)

*  Kalau TNI dan Polri tidak tembak masa pelajar yang demo secara aman dan damai duduki kantor Bupati Wamena sampaikan aspirasi, maka tidak mungkin 31 orang warga sipil Papua dan non Papua mati pada insiden 23 September 2019.

Baca Juga:  Kedunguan Ismail Asso Dkk Dalam Penempatan Sepihak Kantor Pusat Pemerintahan PPP Di Wamena

*  Kalau TNI Polri dan Rektor biarkan Mahasiswa Keluaran duduki halaman Uncen dan biarkan mereka bicara menuntut nasib belajar yang ditinggalkan di Indonesia. Dan kalau TNI Polri tidak mengantar mereka ke Expo lalu bersama segelintir milisi sipil (ormas Nusantara) menembaki dan menyerang Mahasiswa, tidak mungkin 4 orang Mahasiswa dan 1 TNI mati di Jayapura pada 23 September 2019.

*  Kalau saja negara tidak menyelesaikan akar konflik Papua secara damai melalui referendum, dan justru menggunakan kekerasan TNI Polri, Milisi sipil Barisan Nusantara, para oportunis orang Papua, didukung media Indonesia yang dikebiri penguasa, untuk menyelesaikan akar konflik Papua, maka nyawa korban baik sipil Papua dan non Papua akan terus berlangsung tanpa henti.

“Kekerasan akan memancing kekerasan, lalu membentuk spiral kekerasan, sebagaimana kata Dom Helder Camara. Artinya, selama kolonialisme Indonesia masih ada diatas tanah Papua, maka konflik berdarah-darah akan selalu ada.

Baca Juga:  Sean Rii, Musik Melanesia dan Irama Perlawanan

Seperti kata Filsuf Frantz Fanon bahwa akan selalu ada kontradiksi antara kolonialisme yang semakin kokoh mempertahankan kuku dan semakin tingginya semangat dekolonisasi dari bangsa yang terjajah. Kontradiksi tersebut kemudian akan mengarah pada konflik konflik antara dua kepentingan yang berbeda ini.

Frantz Fanon menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik yang terjadi terus-menerus tersebut adalah dengan menghapuskan penjajahan itu sendiri. Sebab, penjajahan adalah akar dari konflik-konflik tersebut.

Siapa pun Anda, Papua maupun non Papua yang mendukung penjajah di atas tanah Papua, lalu menikmati hidup di atas penderitaan mayoritas bangsa Papua, pahamilah! Kita bisa dan akan hidup damai bersaudara sebagai bangsa manusia tanpa kekuasaan kolonial Indonesia diatas tanah air West Papua.

Mari kita desak penguasa Indonesia selesaikan konflik Politik Papua dengan damai dan bermartabat demi kemanusiaan yang adil dan beradab. Hanya penjahat kemanusiaan yang akan menolak referendum sebagai jalan damai. (*)

Salam sejuta cinta

Monyet Buronan!

Related

You Might Also Like

Masih Pentingkah Disebut Otonomi Khusus Papua? Ketika OAP Disamaratakan dengan Non-OAP?

Kebudayaan Dan Kekuasaan

Daftar Beberapa Operasi Militer yang Terjadi di Papua Dari Tahun 1961 Hingga 2023

Masyarakat Adat Agimuga Tolak Rencana Eksploitasi Migas

“Kami Bukan Sekadar Konten” Perempuan Papua Menggugat Objektifikasi di Media Sosial

TAGGED:Catatan Aktivis PapuaKNPBVictor Yeimo

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article JALAN TUA DEMOKRASI
Next Article 3.356 Mahasiswa Papua Penerima Beasiswa Tak Lagi Dibiayai oleh Pemprov
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

24 Pemain Lolos Seleksi, Wamena United Putri Bidik Juara Liga Pertiwi 2026
Olaraga
2 days ago
Hak Kesulungan Politik Sebagai Simbol Dalam Kontekstasi Politik
Artikel
2 days ago
HIPMAS Papua Pegunungan Dorong Pengusaha Muda OAP Jadi Penggerak Ekonomi
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Jeda El Niño, Anton Wetipo Dorong Pemerintah Normalisasi Sungai Baliem
Papua Pegunungan
4 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis Papua

KEMAJUAN YANG MENGHANCURKAN

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

EMPOWERMENT SOSIALISME

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

Perempuan Papua Dalam Perjuangan

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Kekejaman Amerika Serikat dan Indonesia Terhadap Bangsa Papua Barat

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

Fajar Dari Timur (Aurora ab Oriente) Benar-Benar Bersinar

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Apa Yang Berubah? Sebuah Refleksi Tentang Perempuan Baliem

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Umur itu pendek di Papua. Sementara penderitaan itu panjang

7 years ago
Catatan Aktivis Papua

Membaca Analisa Dr. Velix Wanggai 2017: Pemilu 2024 Penentu Eksistensi OAP Lapago Papua Pegunungan

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?