Mimika, nirmeke.com — Ratusan massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mimika menggelar aksi damai di Kota Timika, Senin (3/8/2026). Massa berjalan kaki sambil memikul salib kayu berwarna merah menuju Kantor DPRK Mimika untuk menyampaikan Manifesto Hak Rakyat Papua.
Aksi dimulai sekitar pukul 08.51 WIT dan diikuti laki-laki, perempuan, anak-anak hingga orang tua dari sejumlah wilayah di Mimika. Massa juga membawa bendera KNPB, mengenakan pakaian adat, noken, serta atribut bercorak Papua.
Salib merah menjadi simbol utama dalam aksi tersebut. Dalam orasinya, Ketua KNPB Wilayah Mimika menyampaikan bahwa salib yang dipikul merupakan simbol iman sekaligus gambaran penderitaan masyarakat Papua akibat konflik dan kekerasan.
“Kami memikul salib Yesus sebagai tanda bahwa rakyat Papua sedang disalibkan oleh ketidakadilan. Kami datang dengan damai untuk menyampaikan manifesto rakyat. Kami tidak membawa senjata, kami hanya membawa iman dan suara kebenaran,” ujar orator dalam aksi.
Massa menyampaikan sejumlah persoalan yang menurut mereka masih terjadi di Papua, antara lain konflik bersenjata di wilayah pegunungan, pengungsian masyarakat sipil, terbatasnya akses pendidikan dan kesehatan, serta dugaan tindakan kekerasan dalam operasi keamanan.
Mereka juga menyerukan penghentian kriminalisasi terhadap warga sipil, perlindungan tanah adat, serta kebijakan pembangunan dan investasi yang dinilai harus lebih memperhatikan kepentingan masyarakat adat.
Manifesto Diserahkan ke DPRK
Setelah melakukan long march, massa tiba di halaman Kantor DPRK Mimika dan menyerahkan dokumen manifesto kepada perwakilan anggota dewan.
Dalam manifesto tersebut, massa antara lain mendesak penghentian operasi keamanan di wilayah sipil, penarikan pasukan non-organik dari Papua, pembentukan tim pencari fakta independen terhadap dugaan pelanggaran HAM, pemenuhan hak pengungsi, serta perlindungan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat.
Perwakilan DPRK yang menerima aspirasi menyatakan menghargai penyampaian pendapat secara damai dan mengatakan aspirasi tersebut akan dikoordinasikan serta diteruskan kepada pihak terkait.
“Kami menghargai cara penyampaian yang damai. Ini adalah hak konstitusional warga. Kami akan koordinasikan dengan anggota lain dan meneruskan aspirasi ini,” kata perwakilan DPRK yang menerima massa.
Aksi Serupa Pernah Digelar
Aksi tersebut menjadi salah satu rangkaian aksi KNPB Wilayah Mimika sepanjang 2026. Sebelumnya, pada 1 Mei 2026, massa KNPB juga menggelar aksi di DPRK Mimika dengan membawa isu penghentian konflik dan penolakan terhadap militerisme.
Dalam aksi 3 Agustus ini, penggunaan salib menjadi simbol utama yang dipilih massa untuk menyampaikan pesan tentang penderitaan, perdamaian, dan tuntutan keadilan di Tanah Papua.
Aksi berlangsung dengan penyampaian aspirasi dan penyerahan manifesto kepada pihak legislatif. (Red)*
