Wamena, nirmeke.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) membangun koperasi penampung hasil bumi warga dari delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, mengatakan pembangunan koperasi tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
“Bapak gubernur kami jadwalkan akan meresmikan beberapa gedung koperasi di Papua Pegunungan untuk menampung hasil bumi warga dari delapan kabupaten. Peresmiannya kemungkinan akan dilakukan pada Hari Koperasi Nasional 12 Juli 2026,” kata Alpius di Wamena, Jumat.
Menurut Alpius, koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan hasil pertanian masyarakat Papua Pegunungan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kerja sama perdagangan antar daerah di Papua.
“Koperasi yang kami bangun ini selain menampung hasil bumi warga delapan kabupaten di Papua Pegunungan, juga menampung hasil laut dari Kabupaten Biak Numfor sebelum didistribusikan kepada masyarakat di sini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama antara Pemprov Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui distribusi hasil bumi dan hasil laut secara lebih teratur.
“Bayangkan kalau hasil bumi masyarakat di Papua Pegunungan ditampung dan dikirim ke Kabupaten Biak Numfor, maka ekonomi masyarakat meningkat karena mereka memperoleh pendapatan langsung dari hasil buminya yang dibeli tanpa harus dibawa ke pasar,” kata Alpius.
Selain meningkatkan pendapatan petani, distribusi hasil laut dari Biak Numfor juga dinilai dapat membantu menekan harga ikan di wilayah Papua Pegunungan.
“Harga ikan ekor kuning atau tuna per potong ukuran kecil di Wamena saat ini dijual sekitar Rp50.000. Jika kerja sama ini terus dilanjutkan, harga per potongnya dapat diturunkan sehingga masyarakat dapat memperoleh ikan air laut dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Alpius menambahkan bahwa pada tahun 2025, Pemprov Papua Pegunungan telah mengirimkan 1 ton sayur mayur dan buah-buahan segar ke Kabupaten Biak Numfor. Sebaliknya, Kabupaten Biak Numfor juga mengirimkan 1 ton ikan air laut ke wilayah Papua Pegunungan.
Menurutnya, pertukaran komoditas tersebut merupakan bentuk komitmen kedua daerah dalam memperkuat perdagangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kerja sama ekonomi antar wilayah.(*)
