Wamena, nirmeke.com — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan yang juga Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas SDM Olahraga, Rabu (18/02/2026), di Hotel Baliem Pilamo, Wamena.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Februari 2026, tersebut mengusung tema “Peningkatan Kapasitas SDM Olahraga Menuju Papua Pegunungan yang Berprestasi di Era Baru”. Sebanyak 52 pengurus inti KONI Papua Pegunungan ambil bagian, terdiri dari 13 koordinator bidang, 10 anggota bidang, dan 29 pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, John Tabo menegaskan bahwa KONI harus menyiapkan kader-kader berkualitas, tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga dalam kepemimpinan kepemudaan.
“KONI harus menyiapkan kader-kader yang berkualitas. Kita mempersiapkan generasi muda untuk lima tahun ke depan. Fondasi harus kita tanam hari ini agar Papua Pegunungan siap dalam ajang apa pun, baik nasional maupun internasional,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya Bimtek sebagai wadah pembekalan berbasis kapasitas para pemateri di bidang olahraga. Menurutnya, materi yang diberikan harus menjadi landasan kuat dalam membangun tata kelola organisasi dan pembinaan atlet yang lebih terarah.
“Olahraga di Papua Pegunungan harus lebih maju dan lebih baik. Hari ini kita tanamkan pondasi yang kuat agar ke depan kita siap menghadapi berbagai kompetisi, termasuk persiapan menuju PON XXII NTB–NTT,” ujarnya.
John Tabo juga mengajak seluruh pengurus dan insan olahraga untuk bersatu serta terus belajar dari para senior dalam pembinaan dan pencetakan atlet berprestasi. Ia mengingatkan bahwa Papua Pegunungan pernah dikenal memiliki atlet tinju berkualitas dan berharap kejayaan tersebut dapat bangkit kembali.
“Kita pernah dikenal dengan atlet tinju yang hebat pada masanya. Harus ada kebangkitan olahraga. Semua anak Papua Pegunungan harus bisa tampil di tingkat nasional dan internasional,” katanya.
Ia menambahkan, KONI memiliki peran penting dalam melihat dan mengembangkan potensi atlet secara individu agar pembinaan berjalan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Papua Pegunungan, Paul Wetipo, mengatakan Bimtek ini menjadi momentum penting bagi pengurus untuk memahami tugas dan fungsi masing-masing dalam organisasi.
“Materi-materi yang akan disampaikan sangat penting. Kami harapkan seluruh pengurus mengikuti kegiatan ini secara penuh selama dua hari,” ujarnya.
Paul juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai budaya Papua dalam menjalankan organisasi, terutama semangat saling menolong dan gotong royong.
“Kita jangan lupa budaya kita, budaya saling menolong. Semangat kebersamaan itu harus kita bawa dalam kerja-kerja KONI,” katanya.
Sebagai pengurus KONI pertama di Provinsi Papua Pegunungan, ia menegaskan bahwa tanggung jawab besar ada pada pundak pengurus saat ini untuk meletakkan fondasi dan warisan yang baik bagi generasi mendatang.
Melalui Bimtek ini, KONI Papua Pegunungan berharap mampu membangun tata kelola organisasi yang profesional, solid, serta berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga di era baru pembangunan daerah. (*)
ewarta: Aguz Pabika
