Jayapura, nirmeke.com – Sinode Keuskupan Jayapura Tahun 2026 resmi ditutup dalam Perayaan Ekaristi di Istora Papua Bangkit, Minggu (8/2/2026). Momentum penutupan sinode tersebut menjadi peristiwa bersejarah bagi dunia pendidikan di Tanah Papua dengan diluncurkannya Universitas Katolik (Unika) Fajar Timur Papua.
Peluncuran Unika Fajar Timur Papua menandai transformasi lembaga pendidikan tinggi Katolik yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura, Jayapura.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Dr Suriel Semuel Mofu, mengatakan perubahan status tersebut merupakan bagian dari visi besar Uskup Jayapura, Mgr Dr Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr.
“Saat tiga tahun lalu Uskup menyampaikan keinginan mendirikan universitas Katolik di Papua, saya menyarankan agar STFT Fajar Timur diubah bentuknya. Kini institusi ini telah membuktikan diri siap naik kelas,” ujar Suriel sebelum menyerahkan Surat Keputusan (SK) pendirian universitas.
Berdasarkan SK Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 30/B/O/2026, Unika Fajar Timur Papua kini tidak lagi terbatas pada kajian teologi, tetapi juga membuka program studi di bidang sains dan teknologi.
Pada tahap awal, universitas tersebut membuka lima program studi, yakni Ilmu Teologi, Farmasi, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, dan Akuntansi. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Papua.
Mulai tahun akademik 2026, Unika Fajar Timur Papua telah membuka pendaftaran mahasiswa baru. Sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Kemdiktisaintek, universitas ini akan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.
Suriel menambahkan, transformasi tersebut juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan dosen dan akses pendidikan mahasiswa. Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp25 miliar untuk 867 dosen yayasan bersertifikasi. Selain itu, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tetap dilanjutkan, yang sejak 2020 telah menjangkau lebih dari 20.088 penerima di wilayah Papua.
Peresmian universitas ditandai dengan penyerahan SK Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto yang diwakili Dr Suriel Mofu kepada Ketua Yayasan STTK Papua Pastor Gabriel Ngga, OFM. Penyerahan tersebut disaksikan Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Bupati Jayapura Yunus Wonda, serta sejumlah tokoh pendidikan dan kesehatan.
Pihak universitas berharap kehadiran Unika Fajar Timur Papua dapat melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual, emosional, dan spiritual, serta berakar pada nilai-nilai Kristiani.
Ribuan Umat Hadiri Penutupan Sinode
Penutupan sinode dihadiri ribuan umat Katolik dari empat dekanat, yakni Dekanat Jayapura, Keerom, Pegunungan Tengah, dan Pegunungan Bintang. Sejak pagi hari, umat memadati Istora Papua Bangkit dengan mengenakan busana bernuansa khas Papua sebagai simbol persatuan dan iman.

Perayaan Ekaristi dipimpin langsung Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius You, didampingi para imam, diakon, serta biarawan-biarawati.
Dalam homilinya, Uskup Yanuarius menegaskan bahwa sinode merupakan perjalanan iman bersama untuk mendengarkan, berdialog, dan meneguhkan arah pastoral Gereja ke depan.
“Sinode bukanlah akhir, tetapi awal dari perutusan Gereja untuk berjalan bersama, melayani dengan kasih, dan menghadirkan harapan bagi semua orang,” ujarnya.
Perayaan akbar ini menjadi puncak rangkaian panjang proses Sinode Keuskupan Jayapura yang telah dilaksanakan mulai dari tingkat basis umat hingga pleno sinode. (*)
Sumber: radarpaginews
