Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Nasionalisme Indonesia Di Papua Dalam Ancaman Serius
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Pendidikan > Nasionalisme Indonesia Di Papua Dalam Ancaman Serius
EditorialPendidikan

Nasionalisme Indonesia Di Papua Dalam Ancaman Serius

admin
Last updated: November 8, 2023 13:30
By
admin
Byadmin
Follow:
1.3k Views
3 years ago
Share
SHARE

Oleh: Marinus Mesak Yaung

Iklan Nirmeke

Nasionalisme Indonesia Di Papua Dalam Ancaman Serius : Catatan Khusus Untuk Pangdam Cenderawasih Dan Kapolda Papua.

Video viral seorang guru di ruangan kerjanya di Papua, di datangi beberapa prajurit TNI untuk memintanya melaksanakan upacara bendera di sekolahnya, setiap hari Senin. Kemungkinan guru tersebut adalah kepala sekolah dari sekolah tersebut.

Banyak orang Papua memprotes tindakan para prajurit TNI tersebut. Mereka berasumsi para prajurit TNI sudah bertindak melampaui tugas dan kewenangannya. Mereka juga beropini bahwa ini proses mengIndonesiakan orang Papua yang keliru.

Terlepas dari semua pandangan kritis dan negatif orang Papua, saya ingin membaca kasus ini dari perspektif integrasi dan kedaulatan negara di Papua. Perspektif yang menurut hemat saya tepat digunakan jika ada kasus yang berkaitan erat dengan institusi TNI dan perilaku prajuritnya di lapangan.

Poin pertama saya adalah institusi TNI adalah pagar utama kedaulatan negara dan integrasi bangsa di Papua. Tugas utama ini, para prajurit TNI lakukan dengan penuh loyalitas dan kedisplinan. Bahkan nyawa mereka adalah taruhan terakhir untuk menjadi pagar kedaulatan negara.

Karena itu, ketika ditemukan fakta dilapangan bahwa hampir sebagian besar siswa – siswi di sekolah – sekolah di Papua, dari jenjang Sekolah Dasar ( SD ) sampai sekolah Menengah Atas / Umum ( SMU ), di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah, sudah sering tidak lagi melaksanakan upacara bendera rutin setiap hari senin, maka ini bentuk ancaman real terhadap kedaulatan negara di Papua.

Ketika sudah timbul ancaman terhadap keamanan nasional, maka prajurit TNI sudah harus tampil di depan untuk menghentikan sedini mungkin ancaman tersebut dengan pendekatan non perang. Dengan mengembangkan pendekatan teritorial, berbasis local wisdom.

Pendekatan teritorial berbasis local wisdom ini, salah satu yang perlu diperkuat oleh institusi TNI selama tugas operasi di Papua. Tanggung jawab memperkuat institusi TNI dengan local wisdom values, adalah salah satu tanggung jawab lembaga Majelis Rakyat Papua ( MRP ). Selama ini, MRP tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya ini. Kerja lembaga ini tidak jelas, sehingga saya berharap di bubarkan saja lembaga ini.

Baca Juga:  Negara Ingin Orang Asli Papua Angkat Senjata

Kalau prajurit TNI dalam operasi teritorial, memahami tentang local wisdom masyarakat Papua, di berbagai wilayah adatnya, saya yakin bahwa hati dan pikiran orang Papua bisa dimenangkan tanpa harus mengeluarkan sebutir peluru. Kedaulatan negara di Papua bisa ditegakkan, nasionalisme Indonesia bisa bangun, tanpa harus saling bunuh sesama anak bangsa.

Poin kedua saya adalah institusi TNI dan perilaku prajurit TNI dilapangan adalah wajah Negara dan Pemerintah Indonesia di mata orang Papua. Apa yang dilakukan oleh para prajurit TNI di lapangan, akan meninggalkan kesan dan membentuk persepsi orang Papua terhadap negara dan Pemerintah Indonesia.

Saya bisa memahami tekanan psikologis yang mengidap para prajurit TNI yang sudah lama bertugas di wilayah – wilayah konflik di Papua. Beberapa oknum prajurit TNI, kadang bertindak kasar, penuh teror dan intimidasi, bahkan tidak terkontrol hingga menghilangkan nyawa orang Papua.

Situasi di wilayah konflik seperti Papua, memang unpredictable. Siapa saja bisa menjadi target korban. Prajurit TNI juga terpaksa harus mengembangkan doktrin ” To kill or to be killed ” di lapangan. Karena itu, rekomendasi saya pertama, prajurit non organik TNI yang bertugas di Papua, harus di rolling paling lama 8 bulan.

Kedua, setiap prajurit TNI, meskipun dilatih untuk berperang, bukan menegakkan hukum seperti polisi, tetapi perlu juga untuk dibekali dengan local wisdom masyarakat Papua di berbagai wilayah adatnya.

Baca Juga:  Agama Katolik dan Adat di Huwulrama-Jayawijaya

Ketiga, nasionalisme Indonesia memang sedang terancam di seluruh wilayah tanah Papua. Menegakkan dengan tegas simbol – simbol nasionalisme Indonesia, seperti upacara bendera di sekolah, di semua jenjang pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi di Papua, itu penting dan strategis. Namun yang perlu diperhatikan adalah metodologi dan instrumen yang digunakan. Instrumen pendidikan dengan metodologi mengajar dan mendidik, perlu dievaluasi dan dikembangkan lebih baik lagi.

Keempat, saran terakhir saya, Bapak Pangdam Cenderawasih dan Bapak Kapolda Papua, sudah harus berpikir untuk membentuk ” Cyber Troops ” di Papua. Saya siap membantu dan memimpin Cyber Troops Papua, karena saya dan beberapa teman punya sedikit pengalaman dari ikut trainning kegiatan ini di luar negeri. Amerika Serikat, Rusia, China dan India, misalnya, memiliki Cyber troops yang hebat – hebat, dan mereka semua belajar dari Cyber Troops Israel.

Indonesia negara besar tapi belum punya Cyber Troops. Saran saya kepada Bapak Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua, karena di Papua ini nasionalisme Papua dalam ancaman serius, terutama di Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Tengah, maka segera bentuk Cyber Troops Papua, dan saya siap memimpinnya bersama beberapa teman.

Saya akhiri saran saya kepada Bapak Pangdam dan Bapak Kapolda Papua dengan statement, operasi tempur perang menegakkan nasionalisme Indonesia di Papua dan menjaga integrasi dan kedaulatan negara, harus dipastikan dulu medan perang utamanya. Medan perang utamanya adalah medan internet, atau dunia digitalisasi. Kalau dunia digitalisasi dimenangkan, maka tidak akan ada lagi prajurit TNI yang datang ke sekolah – sekolah untuk intimidasi dan teror guru dan siswa – siswi untuk upacara bendera setiap hari senin di tanah Papua.

)* Dosen Universitas Cenderawasih Papua.

Related

You Might Also Like

Mas Yewen Hadir di Dogiyai, Perkuat Literasi Humor Lewat Mop dan Stand Up Comedy

Disertasi Riedno Graal Taliawo, Gerakan Perlawanan Tanpa Kekerasan Dengan Studi Kasus Gerakan KNPB

Mahasiswa Distrik Musaik Suru-suru dan Obio Resmi Terima Anggota Baru di Jayapura

Komunitas Papuansphoto Berbagi Ilmu Fotografi dan Videografi Dengan Mahasiswa Deiyai di Jayapura

Gerakan Literasi Laluguragan Dirikan Perpustakaan Buku di Gereja Baptis Walani

TAGGED:Nasionalisme PapuaTNI Meneror Guru di PapuaTNI Mengajar di Sekolah

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article 2 Calon Anggota MRP Terpilih Tidak Dilantik Karena Dukung Penolakan Otsus Papua
Next Article 51 Penghuni Ikut MPAB AMPJ Nayak Dan Lauk di Jayapura
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KNPB Serukan Konsolidasi Terbuka, Soroti Situasi Darurat Kemanusiaan di Papua
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
1 week ago
LBH Papua Merauke Minta Presiden Hentikan Pelibatan TNI dalam Sengketa Tanah Adat Marga Kamuyend
Lingkungan Nasional Siaran Pers Tanah Papua
1 week ago
Bupati Yunus Wonda Minta Warga Stop Berkebun di Kawasan Cagar Alam Cyclop
Uncategorized
1 week ago
Serangan Drone Bom di Nduga, Tiga Anggota TPNPB Gugur
Polhukam Tanah Papua
1 week ago
Baca juga
LingkunganPapua PegununganPendidikan

HMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di Wamena, Dinilai Ancam Hak Ulayat dan Picu Konflik Agraria

2 months ago
Papua PegununganPendidikanTanah Papua

Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I 2026 Resmi Akan Ditutup di Yogonima

4 months ago
Editorial

Review buku “Orang Hubula: Makna Martabat Kolektif Suku Hubula di Lembah Palim, Papua” Oleh Yulia Sugandi

1 year ago
NasionalPendidikanTanah Papua

HMPJ Peringati Hari HAM Sedunia dengan Aksi Pemasangan Lilin di Jayapura

6 months ago
PendidikanSastra

Peran Pendidikan dalam Membangun Generasi Muda Papua

2 years ago
Editorial

Konflik dan Kekerasan Terus Terjadi di Papua, Adakah Kepentingan Bisnis Aparat Keamanan?

3 years ago
Pendidikan

54 Mahasiswa Baru IKBU Jayapura Dibekali Materi

3 years ago
PendidikanTanah Papua

Departemen Pemuda Baptis Gelar Talk Show Pendidikan dan Lingkungan Hidup di Wamena

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?