Kekasih akulah perempuan, mama pemilik negeri ini. Negeri ku kelam, hancur dan menjijikkan di bawah genggaman kolonialisme berserta kapitalisme yang rakus.
Kekasih lihat negeri ku, kejahatan pada kemanusiaan bangsa ku. Dianggap biasa, dan dilegalkan dengan sajian ayat-ayat kosong yang memberikan legitimasi pada kejahatan.
Kekasih Perhatikan disana, ada anak – anak yang hendak menyatakan kehendak dilabeli makar, separatis lalu dipenjarakan bahkan dimutilasi secara biadab.
Kekasih berbaliklah, aku di perlakukan semena – mena tampa belas kasih-cinta. Apakah kamu tau, bagimana pedihnya derita yang aku rasa, engkau sadar bahwa kita adalah bangsa yang masih memiliki hati. Bangsa yang memiliki rasa kemanusiaan, bukan manusia yang rakus yang seperti binatang buas, seperti yang sedang dilakukan oleh kolonialisme dan kapitalisme yang rakus.
Kekasih, pandanglah negeri ku. Negeri ku suram dan hancur. Harus di lawan aktor intelektual yang menghancurkan negeri ku. Aku sudahi, aku tak ingin lagi diam.
Kekasih apakah engkau dan aku harus diam, atau harus bangkit melawan kolonialisme beserta kapitalisme? Kekasih lihatlah fakta kongkrit negeri lalu renungkan. Apakah ada masa depan negeri ku bersama kolonialisme berserta kapitalisme? Jawab pasti, tidak!
Kekasih, aku tidak tahu kapan Cinta, dan Revolusi akan kita rebut. Yang aku yakini hari ini, esok dan seterusnya terus melangkah lintasi rimba pemberontakan, REVOLUSI SEBAGAI SYARAT DAN CINTA SEBAGAI KEKUATAN untuk merebut pembebasan nasional dan mewujudkan cita-cita leluhur.
Kekasih, kita harus bebas tanpa diatur oleh siapapun dan bangsa manapun. Karenanya, penindasan harus di hapuska dan dilawan. Pegang erat selalu tanganku, walaupun kerasnya dentuman kolonialisme beserta kapitalis mencoba menggoyahkan kita.
Kekasih akulah perempuan, Mama pemilik negeri ini. Aku ingin kita bersama selamanya dalam api Perjuangan merebut PEMBEBASAN negeri. Sebab tiada lain kebahagiaanku, pembebasan negeri leluhur adalah kebahagiaanku. REVOLUSI SEBAGAI SYARAT DAN CINTA SEBAGAI KEKUATAN untuk saling genggam erat untuk merebut pembebasan negeri leluhur.
Cinta Dan Revolusi
