Oleh: Victor Yeimo
Lilin dan kilau pohon natal perlahan meredup dalam suasana hati yang suram. Lonceng-lonceng natal terdengar seperti tangisan dalam ketidakberdayaan.
Kini, dalam hening yang memilukan, kita merenung pada sekeping luka di hati, yang seakan menjadi saksi bisu dari perjalanan penuh pengorbanan ini.
Bunga-bunga harapan bermekaran di makammu, dan setiap angin berbisik membawa pesan perjuangan yang masih berkobar.
Kau sudah meninggalkan kami, tapi warisan keberanianmu tetap hidup, menuntun kami dalam kegelapan menuju cahaya kemerdekaan.
Kenangan akan dirimu memenuhi dinding maya, menceritakan kisah kepahlawanan yang tak akan lekang oleh waktu.
Dedikasimu itu sebuah legacy yang tidak terhapus oleh waktu, melainkan menjadi pilar inspirasi bagi mereka yang ingin melangkah dengan gagah berani di medan perjuangan kehidupan.
Selamat jalan kawan. Biarlah air mata kehilangan kami menjadi pelipur lara, dan kenangan perjuanganmu tetap menjadi inspirasi bagi kami. (*)
