Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: AMPTPI: Kehadiran Wapres Ma’ruf Amin di Wamena Jangan Sampai Jadi Aktor Konflik
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > AMPTPI: Kehadiran Wapres Ma’ruf Amin di Wamena Jangan Sampai Jadi Aktor Konflik
PolhukamTanah Papua

AMPTPI: Kehadiran Wapres Ma’ruf Amin di Wamena Jangan Sampai Jadi Aktor Konflik

admin
Last updated: October 11, 2023 23:16
By
admin
Byadmin
Follow:
1.2k Views
3 years ago
Share
Lahan Perkebunan di Wouma Wamena - Ilustrasi
SHARE

Jayapura, nirmeke.com — Wacana pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan masih terjadi pro dan kontra di tengah masyarakat sampai saat ini sehingga Wakil Presiden RI  Ma’ruf Amin harus bijak dalam mengambil kebijakan ketika berkunjung ke Wamena, kabupaten Jayawijaya besok.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut ditegaskan Ambrosius Mulait Sekjen Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se- Indonesia  (AMPTPI) kepada wartawan, Rabu, (11/10/2023).

AMPTPI mengingatkan Wapres agar menunda peletakan batu pertama pembangunan kantor Gubernur, jangan sampai terjadi konflik horizontal di antara masyarakat pro dan kontra di kemudian hari.

“Wacana pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan masih pro dan kontra sampai saat ini, Pemerintah Jayawijaya, Pj Gubenur maupun Wamendagri tidak mampu menghadirkan kedua kelompok untuk penyelesaian sengketa tanah di Wouma – Welesi ( Molama), hingga proses sengketa ini belum final,” tegas Mulait.

AMPTPI menilai justru Pemerintah menjadi aktor dalam memecah belah masyarakat adat sebagai pemilik ulayat sebab dari banyak penolakan yang dilakukan pemilik ulayat tidak diakomodir untuk membuka ruang audiens.

Baca Juga:  Pusat Pasar Youtefa Tiba-Tiba Bersih Jelang Kedatangan Jokowi

“Lahan pangan ini termasuk lanah subur (Pertanian) selama ini dikelolah kebun oleh warga Wouma, Welesi, maupun dari Paniai, Nduga, Lanny. Jika pemerintah memaksakan akan berpotensi melangar HAM,” ujar Mulait.

AMPTPI menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi yang tidak bisa selesaikan sengketa tanah dan kini Wapres mau datang lakukan peletakan batu tanggal 12 Oktober 2023 nanti di tempat/lokasi mana?

“Apakah Pemerintah sudah menyediakan tanah (lahan)? Di Papua sejengkal tanah ada tuannya, trada tanah yang kosong. Jika Wapres datang ke Wamena lakukan peletakan batu kemudian terjadi konflik antara warga kelompok pro dan kotra atau dengan aparat maka pemerintah, Wapres jadi aktor konflik dan orang yang bertanggung jawab nantinya,” tegas Mulait.

AMPTPI mengingatkan Pejabat Pemerintah dan Wapres RI untuk tidak merampas tanah adat orang Hubula.

“Bila Pemerintah paksa merampas tanah dengan membangun kantor Gubernur,  maka Negara telah melanggar HAM atas hak hidup warga setempat, dimana jumlah penduduk 10.159 ribu warga yang mendiami Wouma dan Welesi akan kehilangan hak garap,  hak mencari makan, hak mendapatkan air bersih akibat perampasan lahan yang dilakukan Pemerintah melalui Wapres RI Ma’ruf Amin mengunakan kekuasaan tanpa mendengarkan aspirasi pemilik ulayat,” ujar Mulait.

Baca Juga:  Begini Respon Mendagri Soal Laporan Komnas HAM Terkait Polemik Lokasi di Welesi

AMPTPI berharap sebelum peletakan batu Pemerintah segera selesaikan masalah sengketa tanah di Wouma dan Welesi agar tidak terjadi konflik. Mulait juga mengingatkan agar Pemerintah Pusat jangan buat kebijakan sepihak lalu bawah ke Papua korbankan masyarakat Papua.

Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kodomo gagal menyelesaikan polemik sengketa ini, dan juga lari dari persoalan yang terjadi di daerah administrasinya.

“Komnas HAM RI turun investigasi karena berpotensi terjadi pelanggaran HAM besar tapi PJ Gubernur menghindar dari kehadiran Komnas HAM, dugaan adanya upaya niat jahatnya mencaplok tanah orang Wio dan Welesi,” tegas Mulait. (*)

Related

You Might Also Like

KNPB Yahukimo Sektor BMDP Yelli Peringati HUT ke-14, Tegaskan Komitmen Perjuangan Tanpa Kekerasan

Langkah Awal Berantas Miras, Pemkab Jayawijaya Pulangkan Pengedar Cap Tikus ke Kampung Halaman

Sikap Gerakan Pemuda WIO Terkait Pro Kontra Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur

KNPB Balim Barat Minta Victor Yeimo DibebaskanTanpa Syarat

Mahasiswa Uncen Asal Intan Jaya Desak Pemprov Papua Tengah Bentuk Tim Penanganan Konflik

TAGGED:Ambrosius Mulait Sekjen AMPTPIPolemik Lokasi Kantor Gubernur Papua PegununganWakil Presiden RI  Ma'ruf Amin Berkunjung ke Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article KMK USTJ Santo Kristoforus Rayakan Ulang Tahun yang ke-27
Next Article Begini Respon Mendagri Soal Laporan Komnas HAM Terkait Polemik Lokasi di Welesi
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

LBH Papua Merauke: Teror Berulang Bukti Kegagalan Negara Lindungi Pekerja HAM di Papua
Nasional Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
6 hours ago
KNPB Sektor Bokam Sampaikan Materi Sejarah Papua kepada Mahasiswa Oksop di Jayapura
Tanah Papua
6 hours ago
STAKPN dan STT Walter Post Sentani Galang Dana untuk Korban Bencana Kuyawage
Lingkungan Pendidikan Tanah Papua
6 hours ago
12 Kampung Bersatu, Wakuwo Sumbangkan 1 Ton Beras untuk BPL-GIDI Wilayah Toli
Papua Pegunungan
6 hours ago
Baca juga
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Koperasi Walesi Jadi Percontohan Papua Pegunungan, Terima Bantuan Rp100 Juta

2 months ago
HeadlineTanah Papua

Seorang Balita Meninggal Dunia di Tempat Pengungsian di Yahukimo

3 years ago
Tanah Papua

Kepala Kampung Gruduk Kantor Bupati Jayawijaya, Ini Tanggapan Tegas Bupati

1 year ago
PendidikanTanah Papua

Janji Manis yang Terancam Pahit: 21 Mahasiswa Kedokteran Jayawijaya Hadapi Ancaman Cuti karena Bantuan Tak Kunjung Turun

1 year ago
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Mama-Mama Pasar Potikelek Tolak Bantuan Sembako Wapres, Minta Modal Usaha Sesuai Janji

8 months ago
Tanah Papua

Masyarakat Adat Libarek Tetapkan Hukum Adat dan Tata Aturan Baru

10 months ago
Catatan Aktivis PapuaPolhukam

Menanti Pembebasan Sandera Pilot Susi Air

3 years ago
Papua Pegunungan

Embun Beku Kembali Melanda Kwiyawagi, Tanaman Pangan Warga Terancam Rusak

3 weeks ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?