Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Suburnya Kriminalisasi Terhadap Aktivis, Jurnalis Hingga Pengacara di Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Suburnya Kriminalisasi Terhadap Aktivis, Jurnalis Hingga Pengacara di Papua

Suburnya Kriminalisasi Terhadap Aktivis, Jurnalis Hingga Pengacara di Papua

admin
Last updated: September 29, 2019 19:44
By
admin
Byadmin
Follow:
401 Views
7 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Pasca insiden demonstrasi 29 Agustus 2019 lalu, Veronika Koman, salah satu pengacara HAk Asasi Manusia (HAM) ditetapkan sebagai tersangka kasus provokasi kasus rasismes di asrama mahasiswa Papua – Surabaya pada tanggal 15 – 18 Agustus 2019.

Iklan Nirmeke

Buchtar Tabuni, Basoka Logo, Agus Kossay, Ferry Boom Kombo, Alexander Gobai dan puluhan lainnya pun disangkakan sebagai tersangka penyebar Hoax dan provokasi masyarakat. Hal serupa juga pernah dilakukan terhadap Ahmad Dani musisi ternama Indonesia pro Prabowo Subianto.

Mahasiswa Papua, Alleb Koyau mengatakan, periode pertama pemerintahan Jokowi-JK sepertinya negara ini panen raya korban kriminalisasi hanya karena menuliskan atau mengatakan sesuatu yang benar dan bahkan tidak benar.

“Tetapi dikriminalisir oleh aparat keamanan terutama Polisi berdasarkan ‘like’ dan ‘dislike’,” ujar Alleb Koyau kepada Jubi melalui selularnya, Rabu, [25/9/2019].

Ia mengatakan, saat penangkapan tiga jurnalis Papua diantaranya jurnalis Jubi, Hengky Yeimo, Benny Mawel dan Ardi Bayage dari suarapapua.com di depan gapura Uncen Abepura, Senin, (23/9/2019) juga Polisi bahkan seorang Kapolsek Abepura mengatakan bahwa Jubi adalah media provokator.

“Demikian pula Victor Mambor, wartawan senior di Papua juga pernah distigma sebagai provokator,” ujarnya.

“Semua ini menandakan bahwa pasal karet UU ITE 2008 memiliki pretensi mengkriminalkan siapapun yang menulis berita atau mengkampanyekan, mengadvokasikan segala sesuatu dengan cap provokator atau penghasutan,” ungkapnya.

Ini menurut dia, sangat memprihatinkan sebab sudah sangat membatasi kebebasan rakyat untuk berekspresi. Rakyat tertekan, kaku dan tidak bisa menyatakan isi hati, perasaan dan ketidaksetujuannya atas segala sesuatu di republik ini.

“Bukankah sebagai negara seharusnya ada medium-medium penyaluran aspirasi damai yang layak. Lantas harus bagaimana rakyat mengadu dan menyatakan segala keluh kesah dan susahnya?,” katanya bertanya.

Seorang mahasiswa ‘eksodus’ Papua, OG, mengatakan, peristiwa penembakan di Papua menjadi kebiasaan yang terus direproduksikan oleh aparat penegak hukum. Setelah itu, aparat lalu menuduh itu karena Hoax dan Provokasi si A atau si B sebagai dalang.

“Jadi tindakan barbar, biadab aparat yang menembaki warga sipil hingga tewas di tempat dianggap sebagai ulah Si A atau Si B tadi. Mereka akhirnya mencuci tangannya di balik Hoax dan Provokasi yang diciptakan oleh mereka sendiri tanpa bisa membuktikannya,” ujarnya.

Ironisnya lanjut dia, bukan tersangka A atau B yang dijadikan pelaku secara langsung tetapi bermodalkan duga-menduga dan terka-menerka menyimpulkan si B, organisasi A dan lain-lain sebagai dalang aksi-aksi besar yang berujung kematian warga sipil.

“Begitu seterusnya aparat militer akan terus menciptakan tangisan, air mata dan kekecewaan di bumi Papua hingga tak berkesudahan,” katanya. (*)

 

 

Sumber: http://jubi.co.id

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Siapa Yang Ciptakan Perang Suku Di Papua?
Next Article Mahasiswa Eksodus: Jangan Paksa Kami Balik, Tempat Tinggal Kami Selalu Disweeping
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

DPD RI Soroti Eskalasi Kekerasan di Papua, Desak Pemerintah Buka Peta Jalan Penyelesaian Konflik
Nasional Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
8 hours ago
HMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di Wamena, Dinilai Ancam Hak Ulayat dan Picu Konflik Agraria
Lingkungan Papua Pegunungan Pendidikan
2 days ago
Koalisi HAM Papua Soroti Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak, Desak Tim Pencari Fakta
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
2 days ago
Perempuan Bokondini Kecam Penembakan Warga Sipil, Sebut Pendekatan Keamanan Gagal Lindungi Masyarakat
Perempuan & Anak Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?